Lifestyle

10 Makanan Khas Idul Fitri Dari Seluruh Dunia

  by: Alexander Kusumapradja       15/6/2018
  • Babes, Lebaran sebentar lagi! Yang artinya ini saatnya menyiapkan diri untuk menyantap makanan khas Idul Fitri yang sudah kamu dambakan sejak awal puasa lalu. Bicara tentang makanan khas Lebaran, yang pertama terlintas di kepala orang Indonesia biasanya adalah ketupat, opor ayam, serta kue-kue kering. Tapi, bagaimana dengan umat Muslim di negara lain ya? Apakah mereka juga menyantap ketupat? Well, setiap tempat tentu saja punya tradisi kuliner Lebaran masing-masing. Apa saja? Yuk kita lihat, siapa tahu bisa jadi inspirasi untuk menu Lebaran kamu tahun ini!





    Laasida

    Di hari Idul Fitri, orang Maroko biasanya memulai hari mereka dengan menyantap Laasida, santapan yang sekilas terlihat seperti puding beras, tapi sebetulnya terbuat dari couscous yang diberi rasa manis oleh mentega dan madu. Sederhana dan manis, Laasida juga disajikan dengan beberapa makanan pendamping seperti buah ara segar, pistachio, pomegranate, dan secangkir teh. 



    Sheer Khurma

    Di daerah India, Pakistan, dan Bangladesh, ada santapan unik bernama Sheer Khurma yang menjadi sajian tradisional khas Idul Fitri. Sheer Khurma sendiri artinya adalah susu dan kurma yang disajikan di pagi hari sebagai sarapan setelah salat Eid. Makanan manis ini terbuat dari bihun, susu, gula, kurma, dan bisa ditambahkan detail lain sesuai selera seperti kacang almond, cengkeh, kunyit, kismis, kapulaga, hingga air mawar.  



    Bolani

    Hari Idul Fitri di Afghanistan lebih ditujukan untuk anak-anak yang ditandai dengan berbagai festival untuk anak kecil. Namun, untuk urusan makanan, bolani adalah makanan tradisional yang disukai semua umur. Bolani sendiri merupakan flat bread yang dipanggang atau digoreng dengan sayuran hijau sebagai isinya. Selain sayur hijau, bolani juga bisa diisi dengan kentang, kacang-kacangan, labu, kucai, daun bawang, atau apapun selera kamu. Biasanya bolani juga disajikan dengan yogurt di sampingnya. 



    You Xiang

    Walaupun minoritas, namun umat Islam di Cina tetap merayakan Idul Fitri dengan meriah, khususnya mereka yang berasal dari suku Hui yang tinggal di daerah Barat Laut Cina. Sama seperti di Indonesia, umat Muslim di Cina juga punya tradisi mudik ke kampung halaman untuk merayakan Idul Fitri dan menyantap you xiang bersama keluarga. Disajikan dengan sup atau nasi, you xiang adalah makanan berbahan tepung, ragi, garam, dan minyak. Walau terlihat sederhana, namun ada banyak pantangan yang harus dipatuhi saat membuat you xiang. Sebelum membuat you xiang, sang juru masak harus membersihkan diri (seperti wudhu) dan ada semacam dupa khusus yang dibakar sepanjang proses memasak. Selain dimakan sendiri, you xiang biasanya juga diberikan kepada sanak saudara atau teman dengan cara dikemas dalam jumlah genap. You xiang biasanya disantap dengan cara dipotong kecil-kecil terlebih dahulu (biasanya menjadi 4 bagian) dan tidak boleh langsung dimakan utuh karena dianggap tidak sopan. 



    Graybeh 

    Tak cuma orang Indonesia yang gemar membuat kue kering untuk Lebaran, tapi juga orang-orang Timur Tengah seperti Palestina, Suriah, dan Lebanon. Orang Palestina menyebut kue kering Lebaran dengan nama graybeh yang biasanya ditambahkan kacang pinus atau almond, sementara orang Suriah dan Lebanon menyebutnya mamoul dan biasanya menggunakan kacang kenari atau kurma. Selain tiga negara tersebut, kue kering untuk Lebaran juga dibuat oleh orang Irak dengan nama klaicha dan orang Mesir dengan nama kahk yang biasanya berisi madu.  





    Manti

    Mirip seperti Cina, di Rusia pun umat Muslim adalah minoritas namun bukan berarti mereka tak memiliki sajian khas Idul Fitri yang menarik. Sekilas, manti mengingatkan pada pangsit isi khas Cina dan biasanya diisi dengan cacahan daging sapi atau domba yang telah dibumbui. Terbuka pada interpretasi dan kreativitas pembuatnya, setiap wilayah atau bahkan keluarga punya resep manti sesuai selera masing-masing.



    Aseeda

    Dikenal juga dengan nama aseed, sajian dari Yaman ini merupakan jelly dessert yang mirip seperti puding karamel. Aseeda berbahan utama gandum dan madu yang biasanya dijadikan sebagai makanan Idul Fitri di rumah atau dibagikan ke tetangga. Aseeda biasanya disajikan panas-panas dan harus langsung dimakan dengan cepat!



    Doro Wat

    Umat Islam di Ethiopia biasanya menyajikan Doro Wat di hari-hari besar seperti Idul Fitri. Doro Wat sendiri mengacu kepada kari atau stew yang disajikan dengan ayam dan roti yang disebut injera. Makanan ini merupakan makanan yang biasanya disantap ramai-ramai seperti nasi bancakan, di mana semua orang berkumpul menikmati makanan sambil mengobrol. 



    Lokum

    Di negara Barat, makanan ini akrab disebut dengan nama Turkish delight, yang merupakan cemilan manis khas Turki yang terbuat dari zat tepung, gula, dan macam-macam isi seperti kurma, pistachio, dan walnut. Selain rasanya yang enak, bentuk dan warnanya yang beragam pun membuat sajian ini begitu menarik saat disajikan di hari Idul Fitri. 



    Tufahija

    Tufahija merupakan dessert yang dinikmati oleh orang Bosnia di hari Idul Fitri. Sajian ini merupakan apel yang direbus dan direndam dalam gula dan diberi kacang walnut. Tak jarang, tufahija disajikan dalam gelas kaca yang dipenuhi sirup dan dihiasi whipped cream di atasnya untuk sajian manis di hari kemenangan. 


    (Image: dok. Instagram @helal.diyet)