Better You

Cara Membantu Teman Yang Punya Masalah Eating Disorder

  by: Silvya Winny       20/6/2018
  • Meskipun kamu tidak memiliki masalah dengan nafsu makan kamu (hmm, jadi ingat berapa banyak ketupat dan opor yang kamu makan Lebaran kemarin), namun bagi mereka yang memiliki masalah eating disorder, atau kelainan/gangguan pada kebiasaan makan, masalah melahap satu menu makanan adalah suatu tantangan buat mereka. Dan dari apa yang Cosmo ketahui (dari sahabat Cosmo yang menderita gangguan makan), proses pemulihan untuk menghilangkan dan menghadapi penyakit secara langsung ini tidak mudah. Tapi jika kamu memiliki keluarga dekat, teman, sahabat, yang bertempur secara pribadi akan masalah eating disorder, inilah beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menolong mereka. 




    Yakin dengan Peran Kamu

    Peran kamu sebagai teman tetap sama. Jika kamu ingin menjadi bagian dari sistem pendukung mereka, perlakukan mereka seperti kamu biasanya dengan jujur dan tulus. Tanyakan apa yang mereka butuhkan dari kamu. Penting untuk diingat bahwa kamu ingin menjadi teman mereka, bukannya hadir sebagai orang yang “ahli” – bukan itu yang mereka cari dari sosok terdekat. Jika terlalu banyak melakukan “persiapan” mungkin ini bisa menjadi bumerang karena bisa saja mereka seperti sedang digurui, walaupun itu bukanlah niat kamu.


    Bersikaplah Terbuka 

    Jangan pernah membuat asumsi. Ketika kamu berhasil mengajak mereka pergi hangout dan berbicara, katakan sesuatu seperti, “Hei, saya memikirkan kamu dan tidak sabar untuk melihat kamu. Kasih tahu saya apa yang bisa saya lakukan untuk membantu kamu ya. Saya selalu bisa kamu telepon setiap saat kok.”

      

    Dengarkan dan Hormatilah Proses Mereka

    Buka telinga dan jangan banyak berkomentar adalah yang terbaik ketika berkomunikasi dengan teman atau anggota keluarga dalam pemulihan. Tentu saja, kamu harus menjadi diri sendiri, tetapi juga menghargai proses yang sedang mereka jalani. Ketika kamu sedang berada di sebuah restoran katakanlah, pastikan mereka nyaman menghabiskan waktunya di sekitar kamu. Jangan bertindak aneh dan cenderung berlebihan (dengan memesan banyak makanan) yang bisa menyinggung perasaan mereka.


    Hindari Topik Pemicu

    Pembicaraan soal body-shaming atau diskusi tentang kalori dan diet adalah “pemicu” bagi siapa saja, bukan hanya terbatas pada orang yang berjuang dengan kelainan makan. Jika pembahasan tersebut sudah terlanjur terjadi, perhatikan pula soal kesigapan kamu dan usahakan tidak terlihat panik kemudian jangan bertindak seolah-olah seperti terapis mereka. Ubah topik percakapan menjadi hal yang lain supaya situasi bisa nyaman kembali.




    Stop Bertindak Bak Terapis

    Di antara banyak cara, kamu adalah teman mereka dan itu berarti menerima mereka dengan atau tanpa penyakit. Menyimpang jauh dari peran itu dan mencoba menjadi “ahli” bisa membuat mereka merasa tidak nyaman, dan bahayanya dapat merusak pertemanan. Jika mereka sedang berjuang dengan makanan atau kamu mengamati bahwa mereka emosional dan ingin membantu, lakukan apa yang akan kamu lakukan sebelumnya. Katakan "Hei, apa ada yang salah? Apa yang bisa saya bantu?”


    Ubah Suasana Lebih Sehat

    Jika kamu melihat seorang teman sedang berjuang untuk makan, tanyakan apakah yang bisa kamu bantu. Ini sepertinya sangat sederhana dan pernah kamu lakukan sebelumnya, buat suasana lebih kondusif dan sehat dengan cara semudah menunjukkan mereka video lucu anak anjing dari @9gag atau, video perjalanan kuliner seorang food blogger — serius. Simpel tapi ini dapat mengalihkan rasa cemas mereka.

    Dan terpenting: Jangan memaksa mereka makan atau memperlihatkan rasa frustrasi kamu di depannya. Jika kamu memperhatikan bahwa perilaku ini sering terjadi dan mulai khawatir, kamu bisa katakan: "Hei, saya perhatikan kalau kita pergi bareng kamu jarang pesan makan. Saya tidak ingin menjadi terapis kamu — tapi sebagai sahabat, saya khawatir dan ingin kamu merasa lebih baik. Apakah ada hal yang bisa saya bantu?” 


    Fokus pada Perasaan Mereka

    Terpenting, hindari membicarakan tubuh orang lain entah itu seberapa baik mereka terlihat atau seberapa banyak kilogram yang berhasil seseorang luruhkan. Plus, jangan beri tahu mereka, ‘kamu terlihat sehat,' atau kamu terlihat sangat baik,'. Ini adalah hal buruk yang dapat kamu lakukan, karena bagi mereka yang memiliki masalah ini sehat bisa diasosiasikan sebagai obesitas. Sebaliknya, katakana hal-hal seperti, “Wuih, kamu kelihatannya bahagia banget”, “kamu keliatan happy deh.” Seperti itu.

    (Image: Designed by Freepik)