Lifestyle

8 Destinasi Wisata Paling Murah di Asia Tahun 2018

  by: Alexander Kusumapradja       28/6/2018
  • Banyak yang sepakat bahwa waktu terbaik untuk mengunjungi Asia adalah antara bulan Januari sampai Maret dan antara bulan Juni sampai September karena alasan iklim yang sedang mendukung untuk menikmati jalan-jalan dengan maksimal. Well, informasi tersebut tentu lebih relevan bagi pelancong yang berasal dari luar Asia, namun bagaimana dengan kita yang memang tinggal di Asia? Masalah iklim tentu bukan pertimbangan utama, yang lebih krusial bagi kita (admit it, ladies!) tak lain dan tak bukan adalah masalah bujet. 

    Dibanding berlibur ke Benua Eropa atau Amerika, liburan ke negara-negara tetangga di Asia Tenggara maupun ke wilayah Asia yang lebih jauh seperti Korea Selatan, Jepang, atau Taiwan tentu menjadi opsi yang relatif lebih terjangkau bagi kita. Khususnya bila kamu termasuk yang punya jiwa backpacker dan tak takut memilih opsi yang hemat budget. Sekarang pun tampaknya semakin banyak orang yang lebih tertarik menjelajahi kawasan Asia terlebih dahulu sebelum melancong ke belahan dunia yang lebih jauh. Kenapa? Faktanya, negara-negara Asia punya banyak hidden gems yang menarik untuk ditelusuri, dan lagi-lagi, dengan harga yang tak terlalu mencekik dompet.

    Jadi, di mana saja destinasi yang termasuk murah di Asia untuk bucket list liburan kamu selanjutnya? Situs backpacking Price of Travel kembali membuat daftar tahunan kota termurah di Asia, khususnya bagi para backpackers. Mereka telah meriset 31 kota di Asia berdasarkan Backpacker Index yang disusun dari rata-rata biaya berlibur per hari di setiap kota yang meliputi biaya akomodasi, dua kali transportasi publik, satu atraksi wisata, tiga kali makan, hingga biaya entertainment (harga bir lokal, kopi, atau tiket hiburan).



    Berikut ini adalah 8 kota paling murah di Asia berdasarkan riset tersebut, dimulai dari nomor 8 sampai 1 yang dianggap termurah. Psst… Tujuh di antaranya berada di Asia Tenggara!



    8. Phnom Penh, Kamboja

    Rata-rata tujuan utama pelancong yang datang ke Kamboja memang daerah Siem Reap dan Angkor Wat yang tersohor, namun bukan berarti kamu tidak bisa menikmati ibu kota Kamboja ini. Punya sejarah perang dan militer yang panjang, Kamboja punya beberapa museum tentang sejarah khususnya yang berhubungan dengan genosida, tapi kalau kamu tidak terlalu berminat soal itu, alternatifnya adalah mengunjungi Royal Palace dan Silver Pagoda yang berada di wilayah kediaman anggota kerajaan. Selain itu, destinasi menarik lainnya adalah Kuil Wat Phnom, Museum Nasional Kamboja, hingga perjalanan via kapal ferry ke Silk Island, pulau yang dihuni para penenun sutra. 

    Mata uang: Cambodian Riel (KHD) namun banyak yang lebih memilih menggunakan US dollar (USD). 

    Hostel murah terbaik: 19 Happy House Backpacker, US$2,90

    Transportasi: 2

    Makan: 9

    Hiburan: 2,25

    Atraksi wisata: 6

    Daily Backpacker Index: US$22,15 = Rp318.162/hari 



    7. Manila, Filipina

    Filipina punya lumayan banyak destinasi wisata populer yang umumnya berada di pulau atau pinggir pantai. Namun, sebagai ibu kota, Manila ternyata terbilang terjangkau dan sayang untuk dilewatkan begitu saja. Walaupun nantinya kamu lebih tertarik mengunjungi pantai dan resort di Cebu atau Boracay, tapi rasanya sayang kalau tidak menyempatkan waktu untuk melihat-lihat Manila. Beberapa aktivitas seru di Manila adalah tur naik sepeda bambu menyusuri kota tua era kolonial Spanyol, melihat karya seni dan sejarah di Museum Nasional Filipina, serta Dessert Museum di Mall of Asia yang sangat Instagrammable

    Mata uang: Philippine Peso (PHP)

    Hostel murah terbaik: Cozee Monkey Backpackers Manila, 375/malam

    Transportasi: 30

    Makan: 372

    Hiburan: 180

    Atraksi wisata: 150

    Daily Backpacker Index: PHP1.107 = Rp296.304/hari



    6. Ho Chi Minh City, Vietnam

    Bila diibaratkan, Hanoi adalah Washington D.C. sedangkan Ho Chi Minh City adalah New York City-nya Vietnam. Sebelumnya lebih dikenal dengan nama Saigon, kota ini adalah pusat gaya hidup di Vietnam dengan pembangunan modern dan pilihan hiburan yang lebih lengkap, walaupun tentu dengan harga yang lebih mahal dibanding kota-kota lainnya di Vietnam. Seperti kota besar pada umumnya, pilihan akomodasi tersedia dari kelas hostel hingga hotel-hotel mewah di daerah Dong Khoi yang merupakan kawasan elite di kota ini. 

    Mata uang: Vietnamese Dong (VND)

    Hostel murah terbaik: Saigon Backpackers Hostel @ Pham Ngu Lao, 136.295/malam

    Transportasi: 40.000

    Makan: 207.600

    Hiburan: 60.000

    Atraksi wisata: 30.000

    Daily Backpacker Index: VND473.865 = Rp293.586/hari



    5. Chiang Mai, Thailand

    Jauh lebih tenang dan murah dibanding ibu kota Bangkok, Chiang Mai adalah salah satu destinasi wisata paling terkenal di Thailand berkat banyaknya kuil-kuil bersejarah, museum, taman nasional, dan festival-festival budaya yang seru untuk dikunjungi. Tak cuma menarik para wisatawan saja, Chiang Mai juga memiliki banyak universitas yang menarik para anak muda kreatif maupun ekspat untuk tinggal dan bekerja di kota ini. Barometernya adalah Nimmanhaemin Road atau yang disingkat Nimman saja sebagai pusat hipster paling hits di kota ini. 

    Mata uang: Thai Baht (THB)

    Hostel murah terbaik: Kikies House, 120/malam

    Transportasi: 40

    Makan: 198

    Hiburan: 210

    Atraksi wisata: 100

    Daily Backpacker Index: THB668 = Rp289.137/hari





    4. Hoi An, Vietnam

    Kota yang terletak di dekat pinggir pantai ini mungkin belum sepopuler kota-kota tujuan wisata lainnya di Vietnam, namun justru itu alasan kenapa kota ini harus masuk ke bucket list. Banyak turis yang sebelumnya belum pernah mendengar kota ini namun sangat jatuh cinta begitu mendatanginya langsung. Hoi An memiliki vibes kota tua dengan perkampungan nelayan bergaya Cina. Uniknya, kendaraan bermotor termasuk sepeda motor dilarang melintasi pusat kota Hoi An, jadi pilihannya adalah berjalan kaki atau naik sepeda yang tentu saja jauh lebih sehat dan menyenangkan. Kegiatan utama di pusat kota Hoi An adalah belanja! Kota ini punya banyak toko, bar, kedai kopi, restoran, kedai makan tradisional hingga tempat jahit dan tukang sepatu dengan harga terjangkau. Sebagai kota backpacker yang sedang naik daun, Hoi An menawarkan hostel-hostel murah, namun kamu pun masih bisa mendapatkan kamar hotel dengan fasilitas yang lebih nyaman dengan harga yang tetap terjangkau. 

    Mata uang: Vietnamese Dong (VND)

    Hostel murah terbaik: Sunflower Hostel Hoi An, 102.195/malam

    Transportasi: 50.000

    Makan: 186.000

    Hiburan: 48.000

    Atraksi wisata: 80.000

    Daily Backpacker Index: VND466.195 = Rp288.834/hari



    3. Vientiane, Laos

    Sebagai negara yang diapit oleh Vietnam, Kamboja, Thailand, Myanmar dan tidak memiliki pantai, Laos mungkin bukan destinasi musim panas populer. Umumnya turis yang datang ke Laos adalah mereka yang memang berencana mengeksplorasi negara-negara di sekitarnya juga. Namun, Vientiane sebagai ibu kota tentu punya pesonanya sendiri. Dibanding ibu kota Asia Tenggara lainnya, Vientiane lebih terasa seperti sebuah kota kecil yang tenang, walaupun pembangunan modern sudah mulai terasa dengan semakin banyaknya penginapan yang berdiri. Dibanding Luang Prabang, destinasi yang lebih terkenal di Laos sebagai salah satu situs warisan dunia UNESCO, Vientiane sedikit lebih murah, namun kalau kamu berpikir hanya mampir mengunjungi Laos sebentar sebelum beranjak ke negara lain, disarankan kamu langsung menuju Luang Prabang saja karena lebih kaya sejarah walau harganya sedikit lebih mahal.   

    Mata uang: Laos Kip (LAK)

    Hostel murah terbaik: Dream Home Hostel & Swimming Pool, 45.635/malam

    Transportasi: 20.000

    Makan: 62.400

    Hiburan: 30.000

    Atraksi wisata: 6.000

    Daily Backpacker Index: LAK164.035 = Rp281.661/hari



    2. Pokhara, Nepal

    Rata-rata turis yang pertama kali ke Nepal akan mendarat dan menginap di ibu kotanya yang bernama Kathmandu, namun mereka yang telah berpengalaman atau memang sudah punya itinerary yang tertarik trekking akan langsung menuju Pokhara. Sebagai salah satu pusat turis di Nepal, Pokhara adalah titik awal dari banyak rute trekking yang seru. Tak hanya lebih indah dan nyaman dibanding Kathmandu yang ramai, tapi juga lebih murah. Bagi yang tidak ingin trekking, terutama yang dipandu oleh guide dengan harga yang menguras kantong, jalan-jalan menyusuri sudut-sudut kota Pokhara pun akan terasa menyenangkan. 

    Mata uang: Nepalese Rupee (NPR)

    Hostel murah terbaik: Pushkar Guesthouse Backpackers Hostel, 410/malam

    Transportasi: 100

    Makan: 732

    Hiburan: 750

    Atraksi wisata: 100

    Daily Backpacker Index: NPR2.092 = Rp271.063/hari



    1. Hanoi, Vietnam

    Disebut sebagai destinasi paling murah bagi para backpackers untuk tahun ini, ibu kota Vietnam ini mendapat rating tinggi berkat kombinasi dari warisan peninggalan zaman kolonial Prancis dengan elemen Asia yang kental. Makanan Vietnam pun terkenal enak-enak, tak terkecuali di restoran-restoran kecil yang harganya sangat terjangkau, termasuk Bun Cha Huong Lien, restoran kecil di Hanoi yang pernah dikunjungi oleh Barack Obama dan Anthony Bourdain. Mie yang disantap oleh mantan presiden AS tersebut harganya hanya $6 saja dan kalau kamu ke restoran ini, kamu bisa melihat bekas meja yang ditempati oleh Obama dan Bourdain ditutupi oleh kaca dan menjadi atraksi wisata tersendiri. Untuk yang mencari bir dingin, Vietnam punya bir lokal bernama Bia Hoi yang disebut sebagai bir termurah di dunia. Untuk masalah penginapan, Hanoi memiliki banyak pilihan, dari mulai hostel murah sampai hotel bintang 5. 

    Mata uang: Vietnamese Dong (VND)

    Hostel murah terbaik: Chien Hostel, 90.830/malam

    Transportasi: 50.000

    Makan: 201.600

    Hiburan: 60.000

    Atraksi wisata: 20.000

    Daily Backpacker Index: VND422.430 = Rp261.792/hari


    (Image: Marina Pissarova©123RF.com dan dok. Instagram @michalspanishfreak, @manila.travel @tati.variati @matias_aybar13 @calysta_hannah @iamhenryws @helen__sf @hanoicapital)