Better You

Cara Menjawab Pertanyaan yang Sering Muncul Kala Lebaran

  by: Shamira Priyanka Natanagara       4/6/2019
  • Girls, tinggal beberapa jam lagi menuju hari Lebaran. Tidak terasa, ya! Lebaran adalah hari yang meriah, banyak makanan lezat yang dihidangkan, bisa berkumpul bersama keluarga, dan suasananya pun menggembirakan—atau setidaknya begitulah seharusnya. Untuk beberapa orang, Lebaran bisa menjadi hari yang penuh dengan kecemasan dan kegelisahan. Mendadak harus berbaur dengan keluarga besar yang sudah lama tidak bertemu, dan belum lagi jika ditanyakan pertanyaan-pertanyaan yang, err, bisa dibilang agak personal dan menganggu. 

    Kalau kamu cemas akan pertanyaan-pertanyaan seperti "kapan kawin?", "mana pacarnya?", atau "kok, masih single?", Cosmo punya beberapa saran untuk menjawabnya. Yuk, intip cara menjawab pertanyaan yang sering muncul saat Lebaran agar besok kamu tidak panik!





    1. "Duh, kamu gendutan ya?"

    Huft, Cosmo tahu betapa menyebalkannya pertanyaan ini—tidak berfaedah sama sekali! I mean, memangnya kenapa kalau bertambah gendut? Not like it's a bad thing, right? Namun untuk menjawab pertanyaan ini butuh kepala dingin, karena kalau emosi kamu bisa mempermalukan diri sendiri. Jawab saja dengan, "Hah? Masa sih?", "Oh ya? Aku malah merasa kurusan, lho," atau "Iya nih, sama dong kita sekarang!" Kalau kamu menjawabnya dengan percaya diri dan sedikit sassy, yang bertanya akan merasa sungkan untuk berkomentar lebih lanjut.


    2. "Kapan lulus?"

    Teruntuk kamu yang belum lulus perguruan tinggi, mungkin pertanyaan ini akan muncul. Hmm... bisa menjengkelkan, sih, terutama jika kamu terlambat lulus (yang sebenarnya adalah hal yang normal! Setiap orang memiliki timeline yang berbeda). Nah, balas saja pertanyaan ini dengan sedikit bercanda: "Kapan-kapan," "Nanti dulu, deh, masih suka belajar," atau "Sebentar lagi, kok. Engga sabar datang ke wisudaku, ya?" Kalau kamu sedikit lebih berani, bisa juga menjawabnya dengan, "Kenapa oom/tante? Mau nawarin pekerjaan, ya?" Hahaha...




    3. "Kok, nggak kerja di perusahaan lain saja?"

    Mungkin keluaragamu memiliki ekspektasi yang berbeda soal pekerjaan. Kamu seorang pekerja kreatif, tapi keluarga ingin kamu kerja di bank, atau barangkali kamu kerja di bank, tapi keluarga berharap kamu menjadi PNS. Memang, manusia tidak pernah puas. Jika ada yang meragukan pekerjaanmu, sulit untuk membuat mereka bungkam dengan jawaban yang singkat, jadi lebih baik jelaskan job description-mu dan mengapa posisimu penting. Butuh tenaga ekstra, sih, dan kalau kamu benar-benar sedang tidak mood untuk mengobrol, bilang saja kamu tidak tertarik dan sudah puas dengan posisimu yang sekarang.


    4. "Pacarmu orang apa?"

    Apakah keluargamu termasuk yang menganggap penting suku atau etnisitas calon pasangan? Hmm... cukup sulit untuk menghadapi hal ini, terutama jika keluarga mulai kepo soal pacarmu. Cosmo tidak menganjurkan untuk berbohong, ya. Walaupun mungkin efektif, berbohong justru bisa membuatmu gelisah. Nah, kalau kamu "diserang" dengan pertanyaan seperti ini, kamu bisa menjawabnya dengan dua cara: sambil bercanda ("Orang apa? Yang pasti orang beneran dong, masa orang-orangan sawah"), atau sedikit ngeles ("Ah, santai saja, kan masih pacaran, belum mau serius").





    5. "Kok belum punya pacar?"

    Yang satu ini juga tidak kalah menyebalkan. Namun untungnya, untuk pertanyaan yang satu ini bisa dijawab dengan berbagai macam cara. "Iya nih, mau fokus berkarir dulu," "Memang aku tidak ingin terburu-buru," "Belum ada prospek, nih!", "Santai saja, nanti juga ketemu, kok," atau "Belum punya, oom/tante mau carikan aku pacar?" Pick your answer! 


    6. "Kapan mau menikah?"

    Hmm... mungkin ini adalah pertanyaan yang paling dinanti saat Lebaran, dan sama seperti pertanyaan "Kok belum punya pacar?", pertanyaan ini juga bisa dijawab dengan beberapa cara. Ingin menjawabnya dengan serius? Kamu bisa mengatakan, "Lagi ada kesibukan lain, aku akan menikah kalau waktunya sudah tepat." Atau mungkin kamu ingin sedikit bergurau? Just say, "Kalau gak hari Sabtu yaa.. Minggu," atau "Wah, bertanya soal nikah, kayanya ada yang udah siap ngasih kado, nih!"

    Baca juga: Strategi Menjawab Pertanyaan "Kapan Kawin?"


    7. "Kapan mau punya anak?"

    Pertanyaan yang satu ini bisa dianggap sensitif, karena tidak semua pasangan berencana untuk memiliki momongan dan ada pula yang sulit untuk hamil. Trik untuk menjawab pertanyaan ini? Bilang saja, "Doakan yang terbaik untuk aku dan suami." Singkat, sopan, dan tidak menguras energi, hehehe...


    8. "Sudah umur 30? Tapi masih single? Mau dicarikan jodoh, nggak?"

    Teruntuk kamu yang sudah memasuki usia 30 tapi belum memiliki pasangan—mungkin belum ada pria yang tepat, atau mungkin kamu belum tertarik untuk menjalin hubungan cinta, we respect your choice! Namun pasti ada saja yang menanyakan statusmu, dan bahkan menawarkan untuk mencarikan jodoh. Kalau hal ini terjadi, cukup jelaskan kalau kamu tidak tertarik dan ingin santai saja dan katakan, "Lagipula aku sudah dewasa, kok, I'll be fine." Tambahkan juga, "Tidak terima kasih, aku tidak ingin merepotkan," agar lebih sopan.

    Bagaimana? Sudah siap menyambut Hari Raya Lebaran tahun ini? Selamat Hari Raya, dear!

    (Shamira Natanagara / VA / Image: mentatdgt from Pexels, GIPHY)