Love & Sex

Terkuak! Jawaban Untuk 4 Pertanyaan Terbesar Mengenai Cinta

  by: Alvin Yoga       10/6/2019
  • Cosmo bertanya pada Matthew Hussey, relationship expert dan love coach dari Inggris, mengenai empat pertanyaan terbesar soal cinta. Ini jawabnya!


    1. “Bagaimana cara saya mengajak seorang pria kencan?”

    Kunci untuk mengajak seorang pria kencan adalah dengan tidak melempar yes or no question. Atau dengan kata lain, jangan buat kalimat Anda berakhir dengan tanda tanya. Bayangkan dua hal ini:



    a) “Apakah kamu sibuk akhir pekan ini?” (Uh-oh, ini buruk)

    b) “Aku ingin datang ke pameran cool ini (atau apapun yang ingin Anda lakukan) akhir pekan nanti. Yuk, datang bersama!” (Nah, ini baru bagus)


    Catat: jika kamu ingin mengajak seorang pria kencan, maka lemparkan kalimat yang playful dan percaya diri. Jangan buat ia ragu dengan kalimat kamu yang terdengar kurang meyakinkan.


    2. “Adakah ‘waktu yang tepat’ bagi seorang perempuan untuk mengatakan bahwa saya menyukainya?”

    Tergantung. Apakah kamu menunggu jawaban dari si dia? Jika maksudmu mengatakan hal tersebut hanyalah supaya si dia tahu bahwa kamu menyimpan perasaan terhadapnya, maka tak ada masalah. Katakanlah di saat kalian sedang berduaan – cari waktu yang intim di tempat yang tak ramai agar perhatiannya tidak terbagi.

    Jika kamu menunggu jawabannya, maka bersabarlah dan tunggu. Remember, don’t rush people to an answer that doesn’t exist yet. Jika ia membalas perasaanmu, maka lanjutkan. Tapi jika ia ragu-ragu dan mulai menghilang, maka move on. Satu tips untukmu: jangan menyatakan perasaan terlalu cepat – ini mengerikan. Percayalah, pria tahu kok, jika seorang perempuan sedang menyukai mereka. Biarkan sisi misteriusmu muncul agar ia semakin penasaran.




    3. “Saya single selama 25 tahun. Adakah cara untuk mendapatkan pria IRL?”

    Relaks. Langkah pertama: jangan malu untuk memulai pembicaraan dengan orang-orang yang belum kamu kenal. Datang ke pesta pernikahan teman? Bagus, ini saat yang tepat untuk berkenalan.

    Langkah kedua: jangan dulu menolak ajakan seseorang hanya karena ia bukan tipemu. Langkah terakhir: jika tak ada yang mengajakmu kencan, maka ini giliranmu untuk mengambil langkah pertama – bahkan sekadar mengajak si dia mencoba tempat gym langgananmu, tak masalah, kok. Jika ia menolak ajakanmu, berarti setidaknya ia “berhutang” mengajakmu ke suatu tempat sebagai gantinya. Kalau ia tidak mengajakmu ke mana-mana, berarti ia tak menaruh perhatian padamu. Just move on!


    4. “Saya jatuh cinta dengan mantan dari sahabat dekat saya, dan belakangan kami semakin dekat. Apa yang harus saya lakukan?”

    Firstly, slow the hell down. Sudah cukup buruk bagimu untuk menyimpan perasaan pada mantan dari seorang sahabat, lebih buruknya lagi, kamu sekarang tak tahu bagaimana perasaan si dia padamu (atau apakah si dia peduli padamu, let alone LOVES). Ingat, hanya karena kalian semakin dekat bukan berarti ia jatuh cinta padamu, lho!

    Bicara soal jatuh cinta, perasaan yang satu ini memang sulit ditebak, dan bisa saja muncul di saat-saat yang kurang tepat. Namun jika persahabatan antara kamu dan sahabat adalah hal terpenting saat ini, maka sampaikan dengan jujur pada sahabat bahwa kamu sempat menyukai mantannya namun sekarang siap untuk move on, dan lupakan pria tersebut karena, well, tak akan ada akhir yang bahagia jika kalian bersama.

    Nah, jika hubunganmu dengan sang sahabat tidak sedekat itu (which is less likely), maka tarik napas pelan-pelan dan lihat langkah si dia selama beberapa minggu ke depan. Apakah kalian jadi makin lebih sering bersama atau si dia hanya menghubungi Anda ketika ia “ada maunya”? Jangan terkecoh!

    At the end of the day, ingatlah bahwa sahabat adalah satu-satunya orang yang peduli padamu di waktu-waktu terburuk dalam hidupmu, jauh sebelum pria ini hadir, jadi jangan pernah lupakan fakta tersebut.


    (Alvin Yoga / FT / Image: Dok. Christiana Rivers on Unsplash)