Lifestyle

4 Festival Musim Panas Rekomendasi Cosmo Tahun 2019 Ini!

  by: Givania Diwiya Citta       13/6/2019
  • Dari jalanan Portugal hingga venue bersejarah di Venesia, Cosmo merangkum empat festival yang merentang lintas genre seni dan kultur di sepanjang musim panas ini. Beat this summer!


    For the Festival-Goer



    Fuji Rock Festival, Jepang
    26 – 28 Juli 2019



    MENGAPA? Sejak 1997, Fuji Rock telah menghadirkan ratusan musisi rock internasional untuk 100-150 ribu penonton yang datang dari seluruh penjuru dunia setiap tahunnya. Festival yang berlangsung selama tiga hari ini digelar di Naeba Ski Resort, Niigata, dengan lebih dari 10 panggung yang tersebar di sekitar arena outdoor yang luas. Jadi sebelum berangkat, pastikan bahwa stamina dan kondisi tubuh Anda fit. Selain harus siap menghadapi hujan, beberapa jalur dari satu venue ke venue lainnya cukup menantang, di mana Anda akan menelusuri jalan melewati hutan, bukit, dan sungai… namun jangan khawatir, karena promotor acara Smash Japan telah memastikan keamanan dan kebersihan di lokasi tersebut. Yes, Anda tidak akan tersesat atau melihat sampah yang bertebaran, karena Fuji Rock memiliki misi untuk menjadi festival terbersih di dunia. How about that!

    ADA SIAPA SAJA? Selain mendatangkan ratusan musisi dari Jepang, Fuji Rock akan membawa nama-nama internasional besar seperti The Chemical Brothers, Sia, The Cure, dan Death Cab for Cutie. Ada juga musisi electronic, pop, dan R&B seperti Thom Yorke, James Blake, Martin Garrix, Janelle Monae, Daniel Caesar, Khruangbin, Sabrina Claudio, Toro Y Moi, dan Unknown Mortal Orchestra yang turut meramaikan acara.



    TIP INSIDER: Semakin cepat Anda membeli tiket, semakin besar kemungkinannya untuk mendapat diskon dan pilihan untuk menghadiri 1-2 hari saja. Untuk Anda yang ingin berhemat, Cosmo sarankan untuk membeli advance tickets yang sudah mulai dijual – harga tiket akan naik saat advance tickets habis, so book early

    EKSPLORASI: Untuk membuat trip semakin efisien dan nyaman, jangan lupa mengurus transportasi dan akomodasi. Bila Anda membeli tour package yang lengkap, Anda akan mendapat tiket untuk bus dari Tokyo ke Fuji Rock, yang akan memakan perjalanan selama tujuh jam. Jika ingin menghemat waktu, Anda bisa naik kereta atau shinkansen dari Tokyo, kemudian shuttle bus khusus yang akan mengantar Anda dari stasiun Echigo-Yuzawa ke festival. Naeba Ski Resort menawarkan berbagai pilihan menginap untuk para penonton festival, seperti hotel, rumah penginapan ryokan yang tradisional, dan minshuku (semacam bed and breakfast), namun opsi tersebut biasanya sudah direservasi dari jauh hari. Banyak penonton juga suka menginap di ski resort terdekat seperti Tashiro, Asagai, dan Mitsumata. Ingin berkemah bersama ribuan peserta lainnya untuk pengalaman festival yang lebih nature-friendly? Ada tempat berkemah di lapangan golf yang terletak di samping festival, lengkap dengan kamar mandi, shower, dan area makan.


    For the Art Worshiper

    Art Basel, Swiss
    13 – 16 Juni 2019



    MENGAPA? Sebagai ekshibisi seni level dunia, Art Basel menampilkan karya 4000 seniman dari seluruh dunia. Selama satu pekan, Art Basel mentransformasi kota di Swiss menjadi entitas kultural yang tak hanya membuat seniman berinteraksi, namun seluruh kota – mulai dari warga kota, turis, hingga bisnis kreatif lainnya! Excitement ini dikemas dalam serangkaian program yang tak hanya memamerkan karya-karya para seniman. Melainkan ada pula program Conversations bersama para seniman dan persona ahli dalam industri seni, serta 232 galeri yang memamerkan serentetan lukisan, pahatan, instalasi, fotografi, video lintas genre dari klasik hingga kontemporer. Sekali lagi, Art Basel menghidupkan pasar seni yang vibran, intelligent, mendunia, dan apa yang paling mengesankan selain menjadi salah satu dari bagian keramaian ini?

    ADA SIAPA SAJA? Tentunya selain para pengagum seni seperti Anda, Art Basel akan diramaikan oleh sederet seniman lintas spesialisasi. Mulai dari Elke Silvia Krystufek yang terkenal sejak era 90an berkat karya-karyanya yang mengekspos identitas wanita di antara budaya patriarki, hingga Gianni Jetzer sang Curator-at-Large dari Hirshhorn Museum and Sculpture Garden di Washington DC. Tahun ini juga disemarakkan berbagai ekshibisi yang didedikasikan solo bagi para seniman dengan determinasi berkarya konsisten, seperti Allyson Strafella dan Helen Mirra yang dijadikan duo. Thrill, baby, thrill.



    TIP INSIDER: Jangan lewatkan juga untuk menikmati Parcours, yaitu serangkaian pameran karya seni instalasi yang tersebar di area-area publik kota Basel. Mengapa? Karena Anda tak akan menyangka bisa menemukan masterpiece dari berbagai seniman senior dunia, yang bahkan terpampang secara bebas dan megah di sudut-sudut jalanan kota.

    EKSPLORASI: Coba pilih menginap di hotel yang dekat area pameran, seperti di Hyperion Hotel Basel atau Les Trois Rois yang menyajikan nuansa (hingga kuliner) Swiss dan Perancis. Coba juga untuk eksplorasi berbagai destinasi bersejarah di kota, seperti Münsterplatz yang tak hanya akan berhias karya seni golongan Art Basel, tapi juga menilik sejarah kota Basel yang tak kalah fascinating.


    For the Drama Queen (Inside)



    47th International Theatre Festival, Venesia
    22 Juli – 5 Agustus 2019



    MENGAPA? Karena Drammaturgie adalah tema yang disorot tahun ini (shout out to the drama queen in our inner child!). Diarahkan oleh Antonio Latella dan digelar oleh La Biennale di Venezia, festival teater panggung internasional ini menampilkan 28 show dengan 23 karya baru. Pendekatan tema ini pun dimanifestasikan ke dalam penampilan teater visual, teater dengan musical matrix, teater-tari, yang seluruhnya digarap oleh sederet sutradara, penulis, aktor ahli. Sebut saja show seperti The Cherry Orchard yang dikemas oleh Alessandro Serra, seorang seniman panggung yang menguasai tata kostum, pencahayaan, latar, musik, dengan jejak karier merentang lebih dari 20 tahun. Ada pula dua show berjudul Shit dan Love hasil karya Susie Dee dan Patricia Cornelius, yang menampilkan show perdana mereka di ajang Biennale Teatro ini. Selama dua pekan penuh, pesta teater ini akan menggaung di Venisia dan menyebarkan demam drama sebagai wujud tinggi dari salah satu cabang karya seni performance.

    ADA SIAPA SAJA? Selain hadirnya pemain ahli dalam industri teater – mulai dari Clement Layes sang koreografer dan pelakon seni sirkus, hingga Gisèle Vienne yang punya spesialisasi dalam puppetrytheatre enthusiast serta calon wajah baru turut meramaikannya. Seperti hadirnya bibit-bibit di bawah usia 30 tahun yang penuh potensi dari Biennale College Teatro, yang juga menyajikan workshop terbuka untuk menjajal teater langsung di bawah arahan para master. Wicked!



    TIP INSIDER: Sesungguhnya, bagian yang mestinya tidak boleh dilewatkan adalah sesi Workshops dengan Biennale College Teatro. Karena tak hanya menjembatani antara aktor-kritikus-pengrajin panggung dengan audiens, tapi juga proses transfer ilmu yang menjadikan sesi ini berharga. Karena dengan workshop tersebut, para theater goers mendapatkan pengalaman saling silang hasil dari training hingga bertukar persepsi, untuk pada akhirnya memahami dunia seni teater.

    EKSPLORASI: Perihal menginap, coba book kamar di Aman Venice yang akan turut menyebarkan demam seni panggung Baroque selama tinggal di Venesia. Bersiaplah untuk merasa bertransportasi ke Venesia abad XVI yang bercampur dengan modernitas vibran negara ini melalui interior dan segala objek dekorasinya. Lalu selama di sini, coba juga untuk jelajahi situs-situs bersejarah Venesia. Mulai dari Teatro Piccolo Arsenale yang berlokasi di distrik legendaris Arsenal, hingga gateway yang berdiri sejak 1460 selaku monumen Renaissance pertama milik Venesia.


    For the Culture-Seeker

    AgitÁgueda Art Festival, Portugal
    6 – 28 Juli 2019



    MENGAPA? Karena AgitÁgueda membawa kemeriahan dan warna-warna cerah ke tengah negara Portugal! Ribuan payung berwarna-warni digantung di atas langit kota Agueda pada bulan Juli untuk menandakan kelangsungan festival seni dan musik ini, lengkap dengan program menarik yang menghadirkan penampilan musik, urban art, dan berbagai proyek seperti talent show untuk memamerkan bakat seniman lokal. Festival yang berjalan selama 23 hari ini tidak hanya menggelar berbagai konser seru, tetapi juga menampilkan beragam karya seni berupa instalasi, lukisan dinding, dan seni pahat di sepanjang jalan-jalan Agueda. Acara yang diselenggarakan pun sangat kreatif, mulai dari silent party, body painting movement, folk dance day, samba parade, flash mob hingga weekend fair.

    ADA SIAPA SAJA? Siap-siap untuk jatuh cinta dengan music scene di Portugal. La Yegros datang dari Buenos Aires dan membawakan ritme cumbia seru yang menggabungkan genre electronic, urban, dan folk; Mariza memperkenalkan genre fado, yaitu musik classical soul ala Portugis yang melankolis dan ekspresif; The Lucky Duckies meramaikan AgitÁgueda dengan musik vintage swing dan rock’n’roll dalam bahasa Inggris dan Portugis.



    TIP INSIDER: Selain menghadirkan lebih dari 500 musisi dan band sejak tahun 2006, AgitÁgueda melibatkan 3.000 pendatang lokal dan turis yang datang setiap harinya untuk berpartisipasi dalam berbagai aktivitas dan program mereka. Pengaruh festival ini juga sangat besar – ratusan toko, bar, dan bisnis di kota Agueda menawarkan berbagai macam promosi menggiurkan di bulan Juli. Are you ready to spend and shop?

    EKSPLORASI: Saatnya menjelajahi kota Agueda! Untuk para pencinta sejarah, Anda wajib mengunjungi museum kereta Museu Ferroviario de Macinhata do Vouga dan Museu Da Fundação Dionísio Pinheiro e Alice Cardoso Pinheiro yang mengumpulkan barang antik dari tahun 1300 sampai 1900. Untuk menikmati pemandangan kota, Anda bisa menelusuri sungai Aveiro di atas perahu moliceiro atau mengunjungi taman Inggris yang romantis di Parque da Alta Vila bersama pasangan.


    (Givania Diwiya & Kezia Calesta. Image: Kevin Hackert on Unsplash. Artikel pernah dimuat di Majalah Cosmopolitan edisi Mei 2019 dengan judul "Summer Fest Manual")