Lifestyle

5 Film Indonesia yang Mengekspos Keindahan Kota Jakarta

  by: Givania Diwiya Citta       22/6/2019
  • Selamat hari jadi, Jakarta! Kota yang penuh rasa, bahkan yang tak jarang melibatkan love-and-hate relationship dengan para penghuninya, tapi apapun yang terjadi, we all can still call this town a home, and be proud of it as the world’s representative for a progressive Indonesia. Mari ikut merayakan euforia ini melalui salah satunya menonton karya film anak bangsa yang melibatkan kota Jakarta sebagai bagian dari ceritanya. Happy watching!


    Selamat Pagi, Malam





    Film yang dibesut oleh Lucky Kuswandi ini berhasil menangkap imaji Jakarta dan warga kotanya yang saling bersilangan di siang hari, namun semuanya lebih menjadi hidup saat malam hari. Dalam film ini, kamu bisa menyaksikan keunikan yang dimiliki kota Jakarta, mulai dari tren sosial yang terjadi, sampai keseruan pilihan kuliner Jakarta malam hari. Dalam jalan cerita yang melibatkan tiga perempuan dan perubahan hidupnya dalam satu malam yang sama di bawah langit Jakarta, film akan mengekspos keindahan kota yang kamu kenal, atau bahkan yang tak pernah kamu perhatikan sebelumnya. An eye-opener!


    Nagabonar Jadi 2



    Sekuel dari film Naga Bonar (1987) ini dirilis pada tahun 2007, dan melanjutkan cerita tentang kehidupan Nagabonar serta putranya, Bonaga, di kota Jakarta yang modern. Film yang mengekspos tentang hubungan ayah-anak ini juga sebenarnya mengekspos tentang perbedaan cara pandang serta nilai yang masing-masing dimiliki, berkat pengaruh prinsip, era, serta lingkungan yang ada. Namun indahnya, di antara perbedaan perspektif yang intens, keduanya berusaha untuk memahami satu sama lain. Menonton filmnya, kamu akan dibawa terhibur oleh nuansa komedi yang renyah, sekaligus dibuat mengapresiasi sejarah Indonesia melalui trip Nagabonar yang mengeksplorasi situs-situs bersejarah di kota Jakarta. Salute!


    Arisan!



    Film dobrakan dari sutradara Nia Dinata ini tak bisa dipungkiri sukses memvisualisasikan kehidupan individu kaum urban, yang mungkin secara nyata bisa merefleksikan berbagai karakter orang yang pernah kita lintasi hidupnya, atau bahkan cerita hidup sendiri. Dibuka dengan ungkapan dalam trailer, “Arti persahabatan bagi orang-orang sukses di metropolitan Jakarta,” film ini menceritakan tentang Memey, Sakti, Andien, trio sahabat dengan dinamika kehidupannya masing-masing, dalam latar kota Jakarta yang real and relatable. Watch it for yourself!




    Surat untuk Jakarta



    Tak hanya berjaya pada panggung layar perak, kota Jakarta juga tak kalah jadi primadona di panggung film indie. Seperti salah satunya film pendek animasi berdurasi dua menit yang dibesut oleh Andre Sugianto, Aditya Prabaswara, Ardhira Anugrah Putra, yang khusus diciptakan untuk hari jadi ke-489 Jakarta pada 2016 lalu. Film ini bahkan berhasil memenangkan Festival Film Indonesia 2016 untuk kategori Film Animasi Terbaik dan membawa pulang Piala Citra tersebut mengalahkan empat nominator terbaik lainnya. Seperti judulnya, film ini menggambarkan setiap momen yang terjadi di Jakarta, from dawn ‘til dusk. Such a beauty interpretation, indeed.


    Cek Toko Sebelah



    Film yang sukses dinominasikan ke sembilan kategori sekaligus dalam ajang Festival Film Indonesia 2017 ini juga tak kalah menangkap salah satu subkultur yang dimiliki Jakarta. Yaitu tentang sebuah keluarga berlatar Tionghoa di salah satu sudut kota Jakarta dengan segala keunikan tradisi yang dimilikinya. Dibintangi utama oleh Ernest Prakasa, film drama komedi ini mencairkan berbagai keramahan individu yang menghuni Jakarta, baik yang dari latar gaya hidup modern pusat Jakarta, hingga rumah-rumah para penduduknya yang bisa membuat kita kembali lagi ke ‘akar’. A fun and heartwarming way to celebrate what Jakarta has to offer!


    (Image: Ekokalula on Unsplash)