Beauty

30 Istilah Skincare yang Wajib Kamu Ketahui!

  by: Shamira Priyanka Natanagara       21/6/2019
  • Harus diakui bahwa skincare bukanlah topik yang mudah untuk dimengerti. Ada banyak kandungan yang patut diketahui, kamu pun harus waspada terhadap kombinasi kandungan yang digunakan, dan istilah yang ada juga seringkali membingungkan. Namun kalau kamu benar-benar ingin belajar serba-serbi skincare, yuk, Cosmo bisa bantu! Mari kita mulai dengan istilah-istilah skincare yang wajib diketahui. Jangan mengaku penggemar skincare kalau belum tahu 30 istilah berikut, ya!





    1. Acid

    Dalam Bahasa Indonesia disebut asam. Asam adalah zat kimia yang memiliki pH kurang dari 7, dan kamu dapat menemukan zat ini di berbagai produk skincare. Asam tersedia dalam beragam jenis, seperti asam hialuronat (hyaluronic acid), asam asetat (acetic acid), asam laktat (lactic acid), dan sebagainya. Setiap jenis asam memiliki manfaat yang berbeda, karena itu setiap produk skincare menggunakan asam yang sesuai dengan fungsinya.


    2. AHA

    Singkatan dari Alpha Hydroxy Acid (Asam Alfa Hidroksi). AHA adalah jenis asam yang sering digunakan sebagai bahan kandungan produk skincare, terutama produk exfoliant. AHA mampu mengangkat sel-sel kulit mati secara efektif, mengecilkan pori-pori, menghaluskan kulit, serta menghilangkan luka bekas jerawat. Berkat khasiatnya, bahan kandungan ini cocok untuk kulit berjerawat dan berminyak, tapi AHA pun aman untuk kulit kering karena mampu menghidrasi dan meningkatkan kelembapan kulit.


    3. Allergen

    Dalam Bahasa Indonesia disebut alergen. Alergen adalah suatu zat yang menyebabkan alergi. Manusia dapat terpapar alergen melalui udara, kontak fisik, injeksi, atau konsumsi. 



    4. Antioxidant

    Dalam Bahasa Indonesia disebut antioksidan. Antioksidan adalah senyawa yang mengurangi dampak radikal bebas terhadap tubuh. Antioksidan dapat ditemukan di sayuran dan buah-buahan yang kaya akan vitamin C dan vitamin E, seperti stroberi, tomat, jeruk, dan brokoli.


    5. Beeswax

    Lilin lebah yang dihasilkan oleh, well, lebah. Beeswax dapat ditemukan di produk skincare yang berfungsi untuk melembapkan dan menghaluskan kulit, seperti lip balm dan krim tangan. 


    6. BHA

    Singkatan dari Beta Hydroxy Acid (Asam Beta Hidroksi). Sama dengan AHA, BHA bagus untuk mengeksfoliasi kulit karena mampu mengangkat sel-sel kulit mati dan membersihkan pori-pori secara efektif. Hanya saja bahan kandungan ini bisa dibilang lebih kuat dibanding AHA sehingga kurang cocok untuk pemilik kulit kering.



    7. Blemish

    Ketidaksempurnaan kulit. Blemish bisa berupa kemerahan pada kulit wajah, bopeng, luka bekas jerawat, komedo, noda hitam, dan kondisi lainnya yang membuat kulit wajah tidak halus dan bersih. 


    8. Booster

    Booster adalah produk perawatan kulit yang mengandung bahan kandungan tertentu dalam konsentrasi yang tinggi. Fungsi utama booster adalah untuk mengatasi masalah kulit secara efektif, dan sebaiknya produk ini digunakan sebelum produk perawatan kulit lainnya untuk hasil yang lebih maksimal.


    9. Breakout

    Timbulnya jerawat secara tiba-tiba akibat tidak cocok dengan produk skincare yang digunakan.


    10. Broad Spectrum

    Kata broad spectrum biasanya dapat ditemukan di produk sunscreen atau sunblock. Broad spectrum berarti produk tersebut dapat menjaga kulit dari sinar UVA dan UVB.



    11. Cystic Acne

    Dalam Bahasa Indonesia biasa disebut jerawat kistik. Kalau kamu memiliki jerawat yang merah, meradang, dan ukurannya cukup besar, bisa jadi jerawat tersebut adalah cystic acne. Jenis jerawat ini disebabkan oleh pori-pori yang tersumbat minyak, kotoran, dan bakteria yang membuat jerawat meradang. Jika kamu memiliki cystic acne, jangan disentuh dan dipecahkan, ya! Kondisi kulitmu bisa memburuk karena bakteria yang dikandung jerawat tersebut bisa menyebar ke bagian wajah lainnya.


    12. Double Cleanse

    Pernah mendengar istilah double cleanse atau double cleansing? Ini adalah teknik membersihkan wajah dari Korea Selatan. Untuk melakukan double cleansing, kamu harus membersihkan wajah dua kali: pertama menggunakan pembersih wajah yang berbahan dasar minyak, lalu membersihkannya kembali dengan pembersih yang berbahan dasar air. Teknik ini bertujuan untuk membersihkan minyak, kotoran, serta makeup pada wajah secara maksimal.


    13. Emollient

    Emollient atau emolien adalah kandungan skincare yang meningkatkan kadar air pada kulit sehingga kulit terhidrasi. Emollient dapat ditemukan di produk pelembap kulit seperti moisturizer dan eye cream.



    14. Emulsifier

    Kandungan produk perawatan kulit yang bertugas untuk mengikat bahan kandungan yang tidak dapat menyatu, contohnya minyak dan air. 


    15. Glowing

    Kamu pasti pernah mendengar istilah glowing, kan? Kata ini digunakan untuk mendeskripsikan kulit atau tampilan makeup yang tampak sehat dan segar. Ingin tahu cara tampil glowing? Simak tips dari BTS di sini!




    16. Hyperpigmentation

    Hyperpigmentation atau hiperpigmentasi adalah saat kulit mengalami peningkatan melanin yang seringkali membuat warna kulit tidak merata. Ada beberapa faktor yang dapat memicu hyperpigmentation, diantaranya perubahan hormon dan paparan sinar matahari.


    17. Hypoallergenic

    Produk hypoallergenic adalah produk yang mengandung sedikit sekali bahan kandungan yang dapat menyebabkan alergi. 


    18. Melanin

    Melanin adalah pigmen di dalam tubuh yang memberi warna pada rambut, kulit, dan mata. Jika kamu memiliki kulit gelap, itu berarti tubuhmu menghasilkan melanin dalam jumlah yang tinggi.



    19. Multi-Masking

    Teknik perawatan kulit wajah dengan menggunakan masker yang berbeda pada area wajah tertentu. Multi-masking dilakukan karena setiap bagian wajah memiliki masalah yang berbeda, semisal kulit dahimu kering tapi area hidungmu sangat berminyak, tentu tidak efektif jika dirawat menggunakan masker yang sama, kan? Terutama jika kamu memiliki kulit kombinasi, teknik penggunaan masker ini sangat berguna.


    20. Non-Comedogenic

    Produk skincare atau makeup yang tidak menyumbat pori-pori. Jika kamu memiliki kulit berminyak atau rawan jerawat, pilihlah produk non-comedogenic untuk mengurangi timbulnya jerawat dan merawat pori-pori.


    21. PA

    Sebuah penilaian terhadap kemampuan produk sunscreen atau sunblock dalam menjaga kulit dari sinar UVA. Label PA biasanya diikuti simbol plus (+) yang menjadi indikasi kekuatan produk tersebut dalam menangkal sinar matahari. Semakin banyak simbol + yang ada, semakin kuat produk tersebut dalam menjaga kulit dari sinar UVA.


    22. Paraben

    Paraben adalah bahan pengawet yang bisa ditemukan di beberapa produk kecantikan. Sayangnya, bahan kandungan ini dianggap berbahaya jika digunakan terus-menerus dan dalam jumlah yang banyak. Paraben dikabarkan memiliki kandungan yang identik dengan hormon estrogen tubuh sehingga dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon. Sebaiknya pilih produk yang bebas paraben untuk mengurangi risiko kesehatan yang dapat terjadi. 



    23. PHA

    Singkatan dari polyhydroxy acid (asam polihidroksi). Seperti AHA dan BHA, PHA pun mampu mengangkat sel-sel kulit mati, membersihkan pori-pori, dan menghaluskan kulit, tapi bahan kandungan ini lebih ramah pada kulit sehingga cocok untuk segala jenis kulit, termasuk kulit sensitif. PHA juga mampu melembapkan kulit dan memiliki sifat anti-inflamasi, jadi kalau kamu merasa AHA atau BHA terlalu 'keras' untuk kulitmu, bahan kandungan yang satu ini patut dicoba.


    24. Purging

    Purging adalah saat kulit menjadi kering atau berjerawat setelah menggunakan produk skincare baru. Kondisi ini berbeda dari breakout yang terjadi karena kulit tidak cocok dengan produk tertentu, purging terjadi karena kulit masih beradaptasi dengan kandungan produk yang baru. Efek purging pun biasanya tidak bertahan lama, kulit akan kembali normal setelah pemakaian produk secara rutin.


    25. Radikal Bebas

    Radikal bebas, atau dalam Bahasa Inggris disebut free radicals, adalah molekul yang tidak stabil akibat memiliki partikel subatom elektron yang tidak memiliki pasangan. Nah, agar mendapatkan pasangan, radikal bebas akan menyerang molekul lain, tapi hal ini justru akan membuat molekul tersebut berubah menjadi radikal bebas dan menyebabkan reaksi berantai. Untuk meminimalisir jumlah radikal bebas dalam tubuh, kamu butuh mengonsumsi antioksidan yang dapat menyediakan elektron untuk radikal bebas.


    26. Sebum

    Diproduksi oleh kelenjar minyak, sebum adalah zat berminyak yang berfungsi sebagai pelembap alami kulit. Sebenarnya sebum baik untuk kulit, tapi produksi sebum yang berlebih dapat menyumbat pori-pori dan menimbulkan jerawat.



    27. SPF

    Singkatan dari Sun Protection Factor. Kata SPF dapat ditemukan di berbagai produk skincare dan makeup, dan label ini menunjukkan seberapa lama kamu bisa terpapar sinar matahari sebelum kulit terbakar setelah pemakaian produk tersebut.

    Nah, bagaimana cara mengetahuinya? Jika kulitmu biasanya terbakar 10 menit setelah terpapar sinar matahari tanpa menggunakan perlindungan SPF, maka kalikan 10 dengan tingkat SPF yang produk tersebut miliki. So kalau kamu memakai produk dengan SPF 30, itu berarti kamu akan aman dari sinar matahari selama 5 jam atau 300 menit (30 x 10). Kalau kulitmu biasanya mulai terbakar 5 menit setelah terpapar sinar matahari dan kamu menggunakan produk dengan SPF 50, kulitmu akan terjaga selama sekitar 4 jam atau 250 menit (50 x 5). 


    28. T-Zone

    T-Zone adalah area dahi, hidung, dan dagu yang cenderung memiliki produksi minyak paling tinggi. Ketiga area tersebut membentuk huruf T, oleh karena itu disebut T-Zone.


    29. UVA

    Sinar ultraviolet A, salah satu tipe sinar yang dipancarkan matahari. Sinar UVA dapat menembus kulit hingga ke lapisan dalam. Sinar UVA sebenarnya memiliki vitamin D yang bagus untuk kesehatan tulang, tapi terlalu sering terpapar sinar UVA dapat mempercepat proses penuaan kulit dan dalam jangka lama dapat menyebabkan kanker kulit. 


    30. UVB

    Sinar ultraviolet B, salah satu tipe sinar yang dipancarkan matahari. Kemampuan penetrasi sinar UVB lebih rendah daripada sinar UVA karena UVB memiliki gelombang yang lebih pendek. Kalau kulitmu terbakar sinar matahari, ini berarti kamu terlalu lama terpapar sinar UVB.


    (Shamira Natanagara / Ed. / Image: Moose Photos from Pexels, Dok. Instagram)