Celebrity

Pangeran William dan Kate Middleton Menggugat Tatler

  by: Alvin Yoga       2/6/2020
    • Kate Middleton dan Pangeran William "marah" terhadap artikel sampul Tatler mengenai sang Duchess of Cambridge.
    • Pihak kerajaan telah mengirim surat hukum atas nama Kate, dan sumber-sumber mengatakan bahwa tulisan Tatler "penuh dengan kebohongan".


    Minggu lalu, majalah Tatler merilis artikel sampul mengenai Kate Middleton, dimana Tatler berbicara pada beberapa "teman" Kate yang mengklaim bahwa Kate kecewa dengan pekerjaannya yang menumpuk setelah Meghan Markle dan Pangeran Harry resmi mundur dari keluarga kerajaan, dan bahwa Kate "kelelahan" dengan tugasnya yang bertambah banyak. Tatler juga menulis mengenai perselisihan Kate dengan Meghan pada saat pernikahan, dengan klaim bahwa keduanya sempat berargumen apakah Putri Charlotte seharusnya celana ketat atau tidak.

    Kensington Palace telah merilis sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa majalah Tatler merilis "tulisan yang membalut kisah-kisah yang kurang akurat serta penggambaran yang keliru mengenai Kensington Palace", dan sekarang tampaknya Pangeran William dan Kate Middleton sedang mengambil jalur hukum. Beberapa sumber memberitahu Daily Mail bahwa Kensington Palace telah mengirim surat hukum atas nama Kate untuk menurunkan artikel tersebut. Dan tampaknya, kerajaan "kesal" dengan klaim bahwa Kate merasa "lelah dan terjebak", juga komentar-komentar dalam artikel tersebut mengenai berat badannya.



    "Ini merupakan suatu perbuatan yang sangat kejam dan sangat melukai pasangan tersebut. Sangat memuakkan dan menjijikkan. Tulisan tersebut seksis dan mempermalukan perempuan dengan cara yang paling buruk," ujar seorang sumber. "Tulisan tersebut penuh dengan kebohongan. Tak benar ketika mereka mengklaim bahwa sang Duchess merasa kerepotan dengan pekerjaannya, begitu juga bahwa William terobsesi dengan Carole Middleton. Hal ini sangat tidak masuk akal dan sangat keliru. Tulisan mengenai Pippa pun sangat buruk. Tatler mungkin berpikir bahwa mereka imun dari aksi mereka tersebut karena anggota kerajaan membaca majalah mereka dan majalah tersebut dibaca oleh segenap pembaca cerdas, namun kenyataannya tidak seperti itu. Sangat ironis mengetahui bahwa majalah favorit keluarga kerajaan justru mengolok-olok mereka."

    Di sisi lain, seorang juru bicara Tatler memberitahu Entertainment Tonight, Editor-in-chief Tatler, Richard Dennen, mengetahui segala hal di balik pernyataan Anna Pasternak dan juga sumber-sumber berita tersebut. Kensington Palace pun tahu bahwa kami sedang menulis kisah sampul mengenai "Catherine the Great" dan kami bahkan meminta mereka untuk berkolaborasi. Fakta bahwa mereka mengatakan mereka tidak mengetahui kisah tersebut adalah suatu hal yang keliru."



    Hmm, menurutmu apa yang akan terjadi?


    (Artikel ini disadur dari cosmopolitan.com / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih bahasa: Alvin Yoga / Image: Dok. Cosmopolitan US)