Better You

Ketahui Penyebab Masalah Keuangan yang Perlu Kamu Hindari

  by: Fariza Rahmadinna       3/6/2020
  • Tidak pandai mengelola keuangan dapat berdampak buruk bagi kondisi finansial seseorang, dan masalah ini dapat dialami oleh siapa saja, berapapun penghasilannya. Berikut ini beberapa penyebab masalah keuangan yang perlu kamu hindari. 


    1. Gaya hidup konsumtif




    Sebagaimana diketahui, memiliki gaya hidup yang konsumtif (atau, ehem, impulsif. Who? Me?) akan berdampak negatif pada kondisi keuangan. Gaya hidup konsumtif yang dimaksud adalah membelanjakan uang untuk barang-barang yang sebenarnya tidak kamu butuhkan saat ini. Akibatnya, gaji kamu cepat habis sebelum hari gaji berikutnya tiba. Meskipun gaji yang kamu dapatkan cukup besar, namun jika perilaku konsumtif ini tidak dihindari, tidak menutup kemungkinan kamu akan mengalami masalah keuangan.


    Tipnya: Kamu harus bisa memisahkan mana yang menjadi kebutuhan utama dan mana yang semata berupa keinginan. Buat to-do-list belanja bulanan secara terperinci agar kamu bisa lebih mudah memprioritaskan pengeluaran yang penting, dan buat bujet bulanan yang bisa kamu ikuti. Perlu diingat, tetap disiplin pada rencana yang sudah kamu buat tersebut, ya!


    2. Tidak Mempunyai Dana Darurat


    Tidak ada yang bisa memprediksi apa yang akan terjadi di kemudian hari. Oleh karena itu, kamu harus menyiapkan dana darurat yang akan sangat bermanfaat apabila suatu saat terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Tidak memiliki dana darurat dapat menjadi salah satu penyebab kondisi keuangan kamu menjadi tidak stabil saat membutuhkan uang di waktu-waktu mendadak. Alhasil, kamu terpaksa harus berutang untuk memenuhi kebutuhan dadakan tersebut, tentu saja hal ini akan membuat kondisi keuangan berantakan.


    Tipnya: Setelah menerima gaji, segera sisihkan setidaknya lima sampai sepuluh persen uang untuk dana darurat. Ingat, jumlah dana darurat yang harus kamu miliki minimal adalah enam bulan gajimu saat ini.




    3. Mengambil Utang atau Cicilan dalam Jumlah Besar


    Saat ini tersedia banyak sekali layanan untuk mengambil utang atau cicilan dengan mudah. Akan tetapi, jika tujuan kamu berutang adalah untuk memenuhi keinginan semata, big no-no, girls! Berutang adalah suatu kebiasaan yang tidak baik jika dilakukan terus-menerus, apalagi dalam jumlah besar (lebih besar dari jumlah tiga bulan gajimu? Uh-oh, we can smell trouble). Namun, jika kamu sudah terlanjur memiliki sejumlah utang yang harus kamu bayarkan, segera lunasi dan usahakan untuk tidak berutang kembali, kecuali jika digunakan untuk hal-hal yang penting.


    Tipnya: Lihat kembali suku bunga yang diberikan oleh pemberi kredit, jika jumlahnya sangat besar dan jumlah uang yang pada akhirnya harus kamu berikan totalnya sangat besar, mungkin kamu butuh berpikir ulang. Jika utang tersebut tujuannya adalah untuk kebutuhan utamamu, maka tak jadi masalah. Namun jika hanya untuk keinginan semata, maka lupakan. Ingat, jumlah utang atau cicilan yang seharusnya kamu bayarkan sebaiknya tak lebih dari 30 persen gajimu saat ini.


    4. Tidak Dapat Menolak Tawaran


    Meskipun kamu termasuk orang yang hemat dalam pengeluaran, tetapi jika kamu selalu mengiyakan tawaran yang ada karena merasa “tidak enak”, tidak menutup kemungkinan hal ini dapat mengganggu kondisi keuangan kamu. Sure, Cosmo mengerti bahwa menolak tawaran sehabat memang sulit – apalagi jika tujuannya untuk menyumbang. Namun, kamu tetap harus dapat mengontrol situasi ini dengan berani berkata tidak. Tidak apa-apa kok, girls jika sesekali kamu menolak tawaran yang teman-teman atau orang sekelilingmu berikan.


    Tipnya: Jika kamu memang harus menerima tawaran tersebut, maka cari tahu apa pengeluaran yang bisa kamu kurangi agar bujetmu tetap aman. Atau jika kamu bisa menolaknya, katakan alasanmu baik-baik. Faktanya, mungkin bukan kamu saja yang sedang butuh berhemat, kan?


    (Fariza Rahmadinna / VA / Image: Dok. Andrea Piacquadio on Pexels)