Celebrity

Video Meghan Markle Membahas Rasisme Pada 2012 Beredar

  by: Shamira Priyanka Natanagara       4/6/2020
  • Meghan Markle kini tidak memiliki akun media sosial, setelah dirinya dan Pangeran Harry memutuskan untuk meninggalkan tugas mereka sebagai anggota keluarga kerajaan. Namun Meghan sempat berbicara dengan terus terang mengenai pengalamannya dengan rasisme dan harapannya untuk masa depan pada tahun 2012. Seorang penggemar mengunggah videonya pada akhir tahun lalu, dan kembali muncul di Hello! kemarin dengan protes Black Lives Matters berlanjut di berbagai negara sebagai respon terhadap pembunuhan George Floyd dan warga kulit hitam lainnya oleh polisi.

    Sang Duchess of Sussex mengenakan T-shirt yang bertuliskan "I won't stand for racism" (Saya tidak akan mendukung rasisme) dan berbicara tentang harapannya bahwa ketika ia menjadi seorang ibu, dunia akan lebih anti-rasis dan lebih ramah. Meghan menyambut kelahiran anak pertamanya, Archie, bersama Pangeran Harry pada 2019. Jelas ada banyak sekali hal yang perlu diperbaiki di dunia ini.



    Dalam video yang beredar, Meghan mengatakan:

    "Nama saya Meghan Markle dan saya di sini karena saya rasa ini adalah kampanye yang sangat penting untuk diikuti. Bagi saya, saya rasa ini adalah sesuatu yang personal. Saya biracial [memiliki ras hasil campuran antara dua ras berbeda], kebanyakan orang tidak menyadari bahwa saya [memiliki ras campuran] dan banyak bagian dari hidup saya terasa seperti seseorang yang kurang penting. Dan sehingga beberapa hinaan yang telah saya dengar atau candaan yang menyinggung atau ejekan, menusuk hati saya dengan cara yang kuat. Dan kemudian, you know, dua tahun yang lalu saya mendengar seseorang memanggil ibu saya menggunakan the N-word. Jadi saya kira untuk saya, lebih dari terpengaruh secara personal oleh rasisme, hanya dengan melihat keadaan di negara kita sekarang, dan tentunya dunia, dan ingin hal-hal membaik."

    "Sedikit kenyataan, ras kamu adalah bagian dari apa yang mendefinisikan dirimu. Saya rasa yang mengubah hal-hal adalah dunia benar-benar memperlakukan kamu berdasarkan penampilanmu. Beberapa orang tidak melihat dan menganggap saya sebagai wanita berkulit hitam atau wanita biracial. Mereka memperlakukan saya berbeda, saya kira, daripada jika mereka tahu saya memiliki ras campuran, dan saya rasa bahwa itu adalah—I don't know, bisa menjadi suatu perjuangan sama seperti itu bisa menjadi hal baik tergantung dengan orang-orang yang kamu hadapi."

    "Meninggalkan LA [untuk membuat Suits di Toronto, Kanada] sedikit seperti meninggalkan gelembung di mana saya terbiasa dengan segalanya dan telah terpapar segalanya kecuali pemikiran yang sempit yang saya alami ketika pergi ke luar asal saya. Dan saya kira dengan melakukan hal tersebut, itu hanya akan sangat membuka mata saya kepada mentalitas yang masih nyata yang saya kira ketinggalan zaman dari masa ketika kakek saya memindahkan keluarga kami dari Cleveland ke LA, dan mereka melintasi negara dan berhenti untuk mendapatkan makanan, tempat macam apa pun yang mereka akan kunjungi, dan mereka harus menggunakan jalur belakang untuk mendapatkan makanan untuk keluarga. Yo know, saya kira [mentalitas tersebut] telah ditinggalkan di masa lalu, dan sayangnya, tidak."

    "Saya sangat bangga akan warisan saya dari kedua sisi, saya sangat bangga akan dari mana saya berasal dan ke mana saya akan pergi. Namun, yeah, saya harap ketika saya memiliki anak-anak pikiran orang-orang akan lebih terbuka terhadap bagaimana hal-hal berubah dan bahwa memiliki dunia [dengan keberagaman] adalah hal yang nyata. I mean tentu saja, itu adalah yang membuat [dunia] jauh lebih indah dan jauh lebih menarik."





    Meskipun sang duchess belum merilis pernyataan resmi melalui akun media sosial keluarga kerajaan (seperti yang terduga, karena ia tak lagi bertugas), Commonwealth Trust milik Ratu Elizabeth telah merilis pernyataan. Meghan sendiri mengurus perserikatan tersebut bersama Harry dan Ratu Elizabeth II.

    "Anak muda adalah suara yang penting dalam pertarungan melawan ketidakadilan dan rasisme di seluruh dunia," organisasi tersebut menulis di akun Twitter pada 1 Juni kemarin. "Sebagai komunitas global untuk para pemimpin muda, kamu mendukung penuntutan keadilan dan cara yang lebih baik untuk maju. Diam bukanlah sebuah opsi. #BlackLivesMatter."



    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan US / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih bahasa: Shamira Natanagara / Ed. / Opening image: Dok. Instagram/SussexRoyal)