Lifestyle

Fans K-Pop Bantu Turunkan Hashtag Rasis di Twitter

  by: Alvin Yoga       5/6/2020
    • Fans K-Pop menggunakan hashtag yang digunakan pihak oposisi Black Lives Matter untuk mendukung gerakan BLM di Twitter.
    • Para penggemar mengirimkan video fancam mereka dengan hashtag tersebut untuk menyulitkan unggahan yang mendukung rasisme di media sosial.


    Protes atas kematian George Floyd dan dukungan terhadap gerakan Black Lives Matter saat ini masih berlangsung, tak hanya di Amerika, namun juga di seluruh dunia. Sayangnya, di Amerika Serikat masyarakat justru terbagi menjadi dua, yaitu mereka yang mendukung dan berjuang untuk kesetaraan, dan mereka yang tidak. Kalau kamu sempat membuka media sosial, kamu pasti tahu hal ini sedang terjadi dengan munculnya berbagai hashtag yang saling bertolak belakang. Untungnya, para penggemar K-pop menggunakan platform mereka untuk melawan orang-orang yang berusaha untuk menyebarkan kebencian dan mendukung rasisme...dan hal ini sangat menarik untuk dilihat.

    Di Twitter, tagar #WhiteLivesMatter, #WhiteoutWednesday dan #BlueLivesMatter sempat menjadi trending. Biasanya, tagar-tagar tersebut digunakan oleh pihak konservatif sayap-kanan yang berusaha untuk memperkuat kekuatan mereka dan mengalihkan perhatian dari gerakan Black Lives Matter yang sedang berlangsung, namun kemarin, semuanya tiba-tiba berubah—para penggemar K-pop mengambil alih tagar tersebut dan mengirim spam berupa foto-foto dan video-video fancam dari grup favorit mereka untuk menyulitkan pihak konservatif yang ingin mencari dukungan lewat tagar tersebut. Dan yang lebih baiknya lagi? Para penggemar K-pop justru menggunakan hashtag tersebut untuk melawan mereka yang rasialis.












    Empat hari yang lalu, para penggemar K-pop juga melihat kesempatan lain untuk ikut mendukung gerakan Black Lives Matter. Para penggemar K-pop di media sosial menyasar aplikasi iWatch Dallas milik kepolisian Dallas, sebuah aplikasi yang memungkinkan penggunanya untuk mengirimkan video kriminal yang sedang terjadi. Pihak departemen kepolisian Dallas awalnya mempromosikan aplikasi tersebut di Twitter ketika protes atas kematian George Floyd sedang meluas, jadi para penggemar mulai memenuhi aplikasi tersebut dengan lebih banyak fancam. Tak lama setelahnya, kepolisian Dallas mengabarkan bahwa aplikasi tersebut tak lagi bisa digunakan karena "masalah teknis".



    In conclusion: Jangan main-main dengan penggemar K-pop yang sedang mendukung gerakan Black Lives Matter!

    (Artikel ini disadur dari cosmopolitan.com / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih bahasa: Alvin Yoga / Image: Dok. Cosmopolitan US)