Love & Sex

Cara Berdebat dengan Pasangan Secara Baik dan Sehat

  by: Givania Diwiya Citta       6/6/2020
    • Tak selamanya berdebat ataupun bertengkar harus selalu jadi buruk.
    • Ada cara untuk berdebat dengan pasangan secara baik dan sehat.


    Berdebat dalam konteks apapun kerap dipandang sebagai hal yang negatif, apalagi dalam sebuah hubungan. Tapi kenyataannya, berdebat dengan pasangan itu tidak akan pernah terhindarkan. Apalagi di masa-masa pandemi COVID-19, ada pasangan suami istri yang merasa konstan terjebak di dalam rumah, atau ada juga pasangan yang justru harus terpisah dan berjauhan dari satu sama lain, semua hubungan tersebut memiliki pressure masing-masing. Lantas, belajar untuk berdebat secara baik dan sehat menjadi jauh lebih penting daripada sebelumnya.




    Alih-alih berpikir untuk menghindari pertengkaran, berdebat sebenarnya bisa jadi cara yang sehat untuk mengomunikasikan apa yang kalian berdua rasakan. Tapi penting juga untuk memastikan bahwa kamu berdebat secara efektif. Jadi, kalau lain kali salah satu di antara kalian lupa belum membuang sampah pada piring sebelum menaruhnya di wastafel, daftar tip berikut bisa jadi penolong kamu.



    Bagaimana membuat perdebatan bisa jadi hal yang baik?

    Berdebat bisa menjadi sebuah bagian positif dalam hubungan, dan memiliki argumen antar satu sama lain bukan berarti membuat hubungan kalian buruk. “Kita tidak bisa berekspektasi bahwa pasangan haruslah sempurna cocok dan serasi di setiap level karena kita semua merupakan seorang individu, jadi tentu saja akan ada masa-masa di mana kita saling tak setuju,” jelas psychotherapist seks dan hubungan Kate Moyle.


    Pertengkaran memang alami, tapi pertengkaran juga bisa jadi produktif. “Argumen membuat kita berkomunikasi tentang apa yang penting bagi satu sama lain, untuk bisa melihat perspektif pasangan dan saling mengerti perbedaan masing-masing,” tambah Kate. Jadi jika kamu sedang berargumen dengan pasangan, kaji hal itu sebagai kesempatan untuk meningkatkan kualitas hubungan kamu.


    Tapi, kalau kamu sungguh merasa bahwa hubungan kalian itu beracun, tak sehat, dan abusive, maka kamu benar-benar harus cari bantuan. Kamu bisa menelepon Komnas Perempuan saat kamu merasa keadaan kamu benar-benar tak aman.



    Apakah tak pernah bertengkar artinya hubungan itu tak sehat?

    Menumpuk perasaan kamu bukanlah situasi yang baik, dan tetap berdiam diri sebenarnya bisa membuat keadaan semakin memburuk. Kate menjelaskan, “Jika kita tak pernah mengekspresikan diri kita secara penuh pada pasangan kita, maka yang ada kita justru bisa memupuk rasa benci atau terganggu pada pasangan, dan ini bisa merusak sebuah hubungan.”


    Menahan diri untuk tak jujur pada pasangan juga berarti kamu melewatkan kesempatan untuk menjadi rapuh bersama mereka, padahal hal ini penting untuk menguatkan ikatan kalian sebagai pasangan. Ditambah, akan sangat mungkin bahwa masalah pribadimu hanya akan semakin menumpuk dan meledak di kemudian hari dengan pertengkaran yang lebih besar, ujar Kate.



    Cara berdebat yang lebih baik

    1. Tetaplah logis

    Coba sekuat mungkin untuk tak tenggelam dalam emosi saat harus melihat situasi secara logis. “Saat kita berdebat, area dalam otak yang disebut amygdala teraktivasi, ia akan menyebabkan peningkatan hormon stres dan membuat reaksi kita jadi lebih emosional ketimbang logis – dan ini bisa mengganggu kemampuan kita untuk berkomunikasi secara jernih,” jelas Kate. Jadi, jika kamu bisa, cobalah untuk tetap fokus pada apa yang terjadi, dan dengan begitu, komunikasi kamu tak akan disetir oleh rasa amarah dan kekecewaan.


    2. Gunakan kalimat dari kata “aku”



    Hindari menempatkan orang lain sebagai seseorang yang seluruhnya bersalah, karena ini akan membuat situasi jadi antagonis alih-alih menciptakan situasi bahwa kalian seharusnya bekerja sama untuk menyelesaikan satu masalah. “Memulai kalimat dengan kata ‘kamu’ hanya akan membuat pasangan Anda sebagai orang yang bersalah, tapi jika memulai kalimat dengan kata ‘aku’ justru akan menekankan pada apa yang Anda rasakan terhadap suatu masalah,” ujar Kate.


    3. Jangan ungkit masa lalu

    Jaga argumen tetap pada satu topik yang sama saat itu juga, jangan sampai merujuk ke peristiwa di masa lalu. “Mengungkit masa lalu akan membuat Anda terjebak dalam pertandingan ‘kalau kamu melakukan ini, maka aku akan lakukan itu’,” jelas Kate, “Mengungkit masa lalu hanya akan menghentikan langkah Anda untuk maju.”


    4. Dengarkan dan klarifikasi apa yang tak kamu mengerti

    “Salah satu masalah terbesar dalam sebuah konflik adalah ketidakpahaman,” ujar Kate, jadi pastikan kamu 100% mengerti apa maksud pasangan kamu. Coba tanyakan pertanyaan seperti: “Bisakah aku cek dulu tentang apa yang kamu maksud?” atau “Ini yang aku mengerti dari perkataanmu.” Membuat asumsi hanya akan memperburuk sebuah pertengkaran, jadi klarifikasi dan cek dulu jika kamu tak sepenuhnya paham.


    5. Buatlah permintaan alih-alih komplain

    Cobalah untuk tak menaikkan masalah tanpa menawarkan solusi. “Mintalah agar pasangan mencoba melakukan hal lain di masa depan, alih-alih berfokus pada apa yang sudah terlanjur terjadi,” saran Kate. “Ini bisa memberi kalian berdua kekuatan untuk mengubah apa yang akan terjadi selanjutnya.”


    6. Ambil waktu untuk tenang

    Akan sangat membantu juga untuk mengambil waktu istirahat dari argumen, menenangkan diri, lalu mendiskusikannya lagi. Kate merekomendasikan ambil waktu 20 menit, karena itu akan menghentikan pertengkaran yang berapi.


    7. Putuskan apa saja hal yang layak diperdebatkan

    Sementara berdebat bisa jadi produktif, kita tetap harus menyadari hal-hal apa saja yang tetap layak dipertahankan. “Dalam hubungan, kita pasti akan selalu melakukan hal yang mengganggu satu sama lain,” jelas Kate, “Jadi relakanlah hal-hal kecil seperti tak pernah menaruh kaus kaki kotor ke tempat cucian, atau seperti membersihkan ampas kopi dari cangkir.” Kate menyarankan memberi satu sama lain “no-go area” – untuk hal-hal kecil yang kalian setuju tak perlu diperdebatkan lagi.



    Cara untuk baikan setelah perdebatan

    Dengarkan sisi cerita dari pasangan kamu dan berempatilah padanya. Coba katakan hal-hal seperti: “Aku bisa mengerti kenapa kamu merasa begitu,” atau “Aku bisa mengerti seperti apa rasanya itu dari sisi kamu,” saran Kate. Jika kamu tahu ada hal yang memercik perdebatan, seperti merasa terkritik, maka katakanlah itu pada pasangan agar di masa depan kalian bisa menghindarinya. Selalu ada cara untuk meresolusikannya, kok.


    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan.com/uk / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih Bahasa: Givania Diwiya / FT / Image: Dok. Cosmopolitan UK / Emily Gulla)