Lifestyle

20 Film Tahun 90an untuk Nostalgia

  by: Givania Diwiya Citta       13/6/2020
    • Satu dekade 90an ini memberikan kita sederet banyak film bagus, mulai dari film coming of age klasik sampai cerita lucu dan mengharukan.
    • Inilah 20 film tahun 90an untuk nostalgia bersama orang-orang di rumah, atau untuk diri sendiri sambil mengenang masa kecil.


    Ah… era 90an tidak pernah usang. Ia penuh dengan gaya rambut belah tengah lengkap aksesori multi warna lucu, permainan tamagotchi yang suka bikin cemas, sampai aktivitas menyewa VCD untuk menonton film-film pilihan di rumah. Dan, ya, mari kita akui, satu dekade ini memang diisi oleh banyak film-film yang bagus. Mulai dari film keluarga yang komedi tapi mengharukan, sampai film beranjak dewasa yang tak bisa dilupakan dari kenangan sampai sekarang (berapa pun umurmu itu). Jadi, kalau kamu sedang ingin bernostalgia dan memutar mesin waktu ke era 90an, silakan simpan daftar film pilihan Cosmo berikut ini untuk menghidupkan kembali sensasi feel-good tersebut. You’re welcome.




    Stuart Little (1999)



    Siapa yang bisa lupa dengan baju-baju imut Stuart sekaligus semua barang (sampai mobil merah) menggemaskan itu? Tapi kalau ditonton lagi sekarang… apakah kamu bisa bayangkan kalau mengadopsi seekor tikus remaja alih-alih seorang manusia?! LOL, film ini akan membuat kamu terhibur lagi.


    Babe (1995)



    Oke, karena sekarang kita semua adalah orang dewasa, bisakah kita akui kalau Babe sebenarnya punya lebih banyak momen gelap untuk sebuah film anak-anak? Apalagi saat mengingat adegan Babe yang hampir ditembak oleh sang pemilik kebun??? Era 90an memang liar, ya.


    Election (1999)



    Ini mungkin bisa dibilang film 90an terbaik, meski saat kecil dulu menontonnya, kamu menganggap film ini raunchy. Aktris pendatang baru Reese Witherspoon sangat intens menggeluti politik di SMA, dan kamu pun bisa melihat Matthew Broderick memainkan guru yang dikesalkan anak-anak. Jelas saja film ini dinominasikan dalam Oscar.


    Free Willy (1993)



    Semua film Free Willy adalah film yang membuat semua anak 90an berpikir ingin jadi pelatih paus saat mereka dewasa nanti.


    Drop Dead Gorgeous (1999)



    Inilah mockumentary yang masih relevan dan masih sangat bisa dinikmati sampai sekarang. Apalagi dengan pemeran yang diisi sederet A-list – Kirsten Dunst, Allison Janney, Denise Richards, Kirstie Alley, dan Brittany Murphy.


    Bad Boys (1995)



    Please, janji pada Cosmo kamu tak menonton versi baru Bad Boys sebelum menonton film orisinalnya. Versi orisinal selalu lebih bagus, kamu pasti percaya itu.


    A Goofy Movie (1995)



    Setelah bertahun-tahun lamanya, AKHIRNYA Goofy mendapat sorotan, dan ia layak mendapatkan sebuah film sendiri. Dan kalau kamu belum sempat menontonnya, tolong tontonlah dan dengarkan soundtrack yang sangat catchy itu.


    My Girl (1991)



    Film ini sejujurnya sangat manis, tapi juga membuat hati sedih. Dan kalau setelah menontonnya kamu tak tertular untuk bertanya, “Hei, kamu suka seafood tidak?” maka entah Cosmo harus berkomentar apa.


    Pretty Woman (1990)



    Astaga, kalau sampai sekarang kamu belum juga menonton Pretty Woman, kamu sudah melakukan kesalahan! Kesalahan! Besar! Kesalahan besar! Fakta terbaik yang Cosmo suka dari film ini adalah, sebenarnya film ini harusnya menceritakan kisah yang cukup gelap tentang hal-hal buruk apa saja yang bisa terjadi kalau kita menunjukkan sisi hidup yang baik pada seseorang. Tapi untungnya, Disney turun tangan dan membuatnya jadi rom-com yang kemudian difavoritkan dan dicintai banyak orang.


    Jumanji (1995)



    Menonton film Jumanji yang baru tanpa melihat versi orisinalnya adalah sebuah tindakan kriminal. Kamu harus menyaksikan aksi Robin Williams dengan mata kepala kamu sendiri! Kalau ini tak cukup menarik perhatian kamu, jangan lupakan juga bahwa ada Kirsten Dunst di sini, lho!




    10 Things I Hate About You (1999)



    Fakta bahwa Joseph Gordon Levitt harus memainkan kutu buku yang tak menarik sejujurnya sangat lucu, karena Cosmo harus akui, ia terlihat sangat imut di film ini. (Meskipun secara personal, Cosmo juga merupakan tim Heath Ledger.) Lalu menyaksikan Tuan Ledger mencoba berbagai cara untuk melelehkan hati Julia Stiles yang keras juga sangat asyik.


    Space Jam (1996)



    Cosmo tak bilang ini adalah film terbaik Michael Jordan, tapi Cosmo juga tak bisa bilang bahwa ini bukan film terbaik Michael Jordan. Pokoknya, apa lagi yang lebih ikonis selain Michael yang bekerja sama dengan Bugs Bunny untuk mengalahkan alien?


    Anaconda (1997)



    Ada alasan mengapa kamu lupa bahwa J.Lo mungkin bisa memenangkan penghargaan untuk film ini. Mungkin karena secara emosional, kamu hanya bisa teringat kenangan mengerikan bertema ular ini…


    Beethoven (1992)



    OMG, INGAT BEETHOVEN!!!!!!? Film ini benar-benar juara dalam genre drama anjing Amerika.


    Casper (1995)



    Kalau melihat trailer ini kamu jadi flash back ke masa-masa kamu naksir Casper, maka tak perlu takut: Film ini adalah wadah aman untuk jiwa kelas 4 SD yang ada dalam diri kamu.


    Father of the Bride (1991)



    Kalau Cosmo boleh jujur, Cosmo tak pernah melewatkan menonton ulang Father of the Bride, setidaknya setahun sekali. Coba saja tonton sendiri…


    Little Women (1994)



    Oke, oke, Little Women yang baru, yang dibintangi Timothée Chalamet mungkin jadi favorit baru kamu, tapi tetap saja versi lama ini tak bisa digantikan.


    Fievel Goes West (1991)



    Untung Steven Spielberg punya film ini sebagai salah satu dari daftar film-film hebatnya. Jujur, setelah Saving Private Ryan dan Hook, maka film ini adalah nomor tiga besarnya.


    Richie Rich (1994)



    Home Alone sudah pasti tak terkalahkan, tapi jangan sampai lupa bahwa Macaulay Culkin juga pernah main di Richie Rich (maaf, harusnya tulisannya adalah Ri¢hie Ri¢h), dan film ini tetap sama menghiburnya, kok.


    While You Were Sleeping (1995)



    Halo, selamat datang ke cerita dalam film: seorang perempuan yang berpura-pura jadi pacar seorang pria yang sedang koma, jatuh cinta pada kakak pria tersebut, tapi tak sampai masuk penjara.


    (Artikel ini diadaptasi dari Cosmopolitan.com / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih Bahasa: Givania Diwiya / FT / Image: Outnow.ch)