Better You

12 Kalimat Motivasi dari Beyoncé untuk Angkatan Wisuda 2020

  by: Alexander Kusumapradja       15/6/2020
    • Meski tanpa upacara wisuda dan prom nite, namun para pelajar Angkatan 2020 sukses merayakan kelulusan di tengah kondisi dunia yang sedang berhadapan dengan pandemi.
    • Menjadi bintang tamu wisuda virtual yang digelar YouTube, Beyoncé menuturkan banyak wejangan motivasi untuk angkatan wisuda 2020.


    Dalam situasi dunia yang sedang bertarung melawan pandemi COVID-19, aksi-aksi massa menuntut keadilan sosial, dan perubahan lain yang tengah bergejolak, para murid angkatan 2020 di seluruh dunia telah berjuang sebaik-baiknya untuk menyelesaikan pendidikan mereka, walau hal itu sama sekali tidak bisa dibilang mudah. Meskipun upacara kelulusan hingga prom nite terpaksa dibatalkan, namun wisuda angkatan 2020 rasanya patut dicatat dalam sejarah dengan cara yang unik.




    Tanggal 7 Juni 2020 kemarin, YouTube menggelar sebuah program khusus untuk merayakan kelulusan angkatan 2020 lewat upacara wisuda virtual bertajuk “Dear Class of 2020” yang berlangsung selama empat jam dan dipimpin oleh Barack dan Michelle Obama, serta menghadirkan Beyoncé , BTS, Lady Gaga, Malala Yousafzai, Condolezza Rice, dan sosok-sosok pembawa perubahan lainnya.


    “Kalian hadir di sini di tengah krisis global, pandemi rasial, dan ekspresi kemarahan yang sedang berlangsung di seluruh dunia akibat aksi pembunuhan tak bermoral pada seorang pria kulit hitam,” ungkap Beyoncé dalam video berdurasi 10 menit yang disampaikan dengan getir namun penuh kebanggaan dan keberanian.



    “Salah satu tujuan utama saya berkarya selama ini adalah menunjukkan pada dunia kecantikan kaum kulit hitam. Sejarah kita, pemikiran kita, dan nilai-nilai yang kita anut dalam hidup,” lanjutnya. “Saya tak pernah mencicipi bangku kuliah seperti kalian, atau merasakan pesta kampus yang membuat kalian kewalahan di kelas keesokan harinya, walaupun sepertinya hal itu seru. Tapi orangtua saya mengajarkan pentingnya edukasi, bagaimana tetap jujur dalam bertindak, bagaimana merayakan jati diri kita dan pentingnya menghargai diri sendiri. Kalian telah mencapai hal yang bahkan tidak pernah dibayangkan diraih oleh orangtua dan kakek-nenek kalian sendiri. Kalian adalah jawaban untuk doa yang dipanjatkan oleh generasi-generasi sebelum kalian.”


    Pidato Beyoncé tentang pendidikan tersebut mengingatkan kita pada penampilan legendarisnya sebagai headliner Coachella tahun 2018 silam. Sebagai artis wanita kulit hitam pertama yang menjadi headline festival musik yang sudah berusia sebelas tahun tersebut, Beyoncé memanfaatkan momen ini untuk memberi panggung pada mahasiswa dan mahasiswi dari kampus-kampus kulit hitam melalui aksi spektakuler yang menampilkan marching band, penari mayoret, budaya kampus, serta isu-isu seperti feminisme dan edukasi kulit hitam.



    Dalam pidato kelulusan angkatan 2020 ini, Beyoncé pun membahas banyak hal penting bagi generasi muda saat ini, mulai dari seksisme di industri hiburan, menerima kegagalan sebagai bagian dari proses meraih kesuksesan, hingga pesan untuk menghadapi para hater di internet. Berikut adalah 13 pelajaran hidup yang bisa kita petik dari pidato Beyoncé di “Dear Class of 2020”.


    1. Membangun perusahaannya sendiri:

    “Ada sebuah titik balik yang paling penting dalam hidup saya ketika saya memutuskan untuk membangun perusahaan saya sendiri beberapa tahun lalu. Saya harus percaya bahwa saya siap, dan tentu saja orangtua dan para mentor juga ikut membantu saya hingga meraih kesuksesan. Namun hal itu tetap menakutkan.”


    2. Tentang seksisme di industri hiburan:

    “Industri hiburan masih sangat seksis sampai sekarang. Masih didominasi kaum pria, dan sebagai wanita, saya belum melihat cukup banyak role model wanita yang mendapat kesempatan untuk melakukan yang perlu saya lakukan. Untuk menjalankan label dan perusahaan manajemen saya sendiri. Untuk menyutradarai film saya sendiri dan memproduksi tur sendiri. Itu adalah makna sejati dari kepemilikan, di masa saya yang punya hak atas master rekaman saya sendiri, semua karya saya, masa depan, dan menuliskan kisah saya sendiri.”




    3. Melawan ketidakadilan rasial:

    “Tidak banyak wanita kulit hitam yang mendapat kursi di meja yang didominasi laki-laki, sehingga saya harus bangun, memotong kayu sendiri dan membuat meja saya sendiri. Lantas saya juga harus mengundang yang terbaik untuk duduk bersama saya di meja yang sama. Yang artinya adalah bekerjasama dengan kaum wanita, pria, outsider, underdog, orang-orang yang mungkin sering dipandang sebelah mata dan menunggu momen mereka untuk dilihat. Banyak orang-orang terbaik di bidang bisnis dan kreatif meskipun memiliki bakat besar dan sangat berkualitas namun tak diberikan kesempatan sebagai eksekutif di banyak perusahaan besar hanya karena mereka perempuan atau karena warna kulit mereka, dan saya sangat bangga bisa menyediakan tempat bagi mereka di meja saya.”


    4. Tentang kejujuran berkarya:

    “Setiap manusia terlahir dengan bakat masing-masing. Jangan biarkan dunia membuatmu merasa kamu harus melakukan suatu hal atau menjadi orang lain agar dianggap brilian. Kamu tidak harus bersikap seperti orang lain untuk menjadi brilian. Namun kamu harus mengembangkan bakat tersebut dan menyebarkannya untuk kebaikan orang lain dengan cara yang benar-benar jujur dari hatimu.”



    5. Menerima diri sendiri:

    “Bagi siapapun yang merasa ‘berbeda’. Bila kamu bagian dari grup yang dianggap “aneh”, grup yang tak diberikan kesempatan untuk berdiri di tengah panggung, bangun lah panggungmu sendiri dan buat mereka melihat ke arahmu. Keanehanmu adalah kekuatanmu. Rasa kasih sayangmu, empatimu, caramu membela orang lain adalah kecantikanmu. Saya berharap kamu terus menunjukkan ke dunia bahwa kamu tetap menjadi diri sendiri dan ini waktunya bagimu untuk bersinar.”


    6. Mengubah kritik menjadi motivasi:

    “Bila kamu pernah diejek bodoh, jelek, gendut, tidak berguna, tidak berbakat, saya juga pernah mengalaminya. Apapun yang kamu lakukan, jangan biarkan energi negatif orang lain membuatmu kehilangan fokus. Saya tahu momen-momen itu menyakitkan, dan sebagai manusia, kamu tahu rasanya seperti neraka. Tapi ini waktunya untuk mengubah semua kritik tersebut menjadi pembakar dan motivasi untuk menjadi dirimu yang mengagumkan.”


    7. Menghargai diri sendiri:

    “Respek adalah segalanya. Tidak ada hubungan yang sukses tanpa disertai respek. Dunia akan memberi respek padamu sebesar kamu menghargai diri sendiri.”


    8. Mengubah kegagalan menjadi pembelajaran:

    “Saya sering ditanya, ‘Apa sih rahasia suksesmu?’ Jawaban singkatnya adalah terus berusaha. Mungkin ada lebih banyak kegagalan dibanding keberhasilan. Ya, saya memang telah dianugerahi 24 piala Grammy, namun saya juga pernah kalah 46 kali. Itu artinya saya mengalami 46 kali penolakan. Jangan pernah merasa sombong dan menganggap kamu selalu pantas menang, yang harus kamu lakukan adalah berjuang sekuat tenaga dan serahkan hasilnya pada nasib. Bukan berarti menyerah, namun dari situ lah kekuatanmu justru muncul. Kegagalan juga bisa menjadi motivator terbaik bagimu untuk meraih kemenangan yang lebih besar. Jadi, jangan selalu membandingkan dirimu dengan orang lain. Selalu akan ada kalah dan menang, selalu ada air mata dan tawa, itulah yang membuat hidup kita kaya dan lengkap.”



    9. Menangani kebencian:

    “Seiring kesuksesan, kamu pun akan menemukan orang-orang yang menghabiskan energi mereka untuk membuatmu merasa down. Usahakan jangan terlalu dimasukkan ke hati. Sayangnya, itu hal yang tak terelakkan dari kesuksesan. Setiap kamu merasa kamu tak berdaya atau seolah seluruh dunia membencimu, jadikan perasaan lemah itu sebagai motivasi untuk jadi lebih baik lagi. Itu cara saya menemukan jati diri saya sendiri. Saya merasa paling bahagia ketika saya bisa lega dan mengikuti ke mana hidup akan membawa saya. Ketika kamu yakin pada diri sendiri, kamu sedang berinvestasi untuk masa depanmu sendiri. Ketika kamu memilih menghabiskan waktumu yang berharga untuk memikirkan, mengungkapkan, dan mengirim hal-hal negatif, kamu sedang berinvestasi sesuatu yang tak memberikan manfaat apa-apa untuk masa depanmu.”


    10. Tantangan masa depan:

    “Entah bagaimana dunia akan berubah dalam 10 atau 20 tahun lagi, hal itu ada di genggamanmu. Saya berharap momen ini bisa mendorongmu untuk menjadi lebih baik di semua aspek hidupmu. Di rumah, di masyarakat, secara spiritual, di mana pun kamu bisa menemukan harapan, ikuti saja. Dan ingat, kamu tak pernah sendirian. Jangan pernah lupa kekuatan dari kebersamaan dan saling membantu satu sama lain.”


    11. Pentingnya bertindak nyata:

    “Tetap fokus. Jangan cuma bicara hal yang ingin kamu lakukan, jangan cuma memimpikannya, jangan mengkritik orang lain untuk hal yang tak mereka lakukan. Lakukan dengan tenagamu sendiri, tetap fokus pada tujuan utamamu. Jangan biarkan distraksi dari luar atau perasaan insecure dari dalam diri sendiri menghentikan langkahmu. Resapi perjuangan tersebut, karena keringat dan air mata lah yang akan memperkuat dirimu.”


    12. Proses penyembuhan dunia yang sedang sakit:

    “Ini adalah momen bersejarah dalam hidup kita. Dunia sedang melepas plester yang selama ini hanya menutupi lukanya, jadi kita bisa lihat seperti apa luka kita yang sebenarnya dan bisa mengobatinya hingga sembuh. Itu lah proses penyembuhan yang sebenarnya. Kamu bisa menjadi sosok pemimpin yang kita butuhkan. Kamu bisa memimpin perubahan yang merayakan kemanusiaan.”


    (Alex.K. Image: Instagram @beyonce)