Beauty

10 Jenis Kandungan Skincare yang Sebaiknya Kamu Hindari!

  by: Yovita Pratiwi       16/6/2020
  • Kulit kita merupakan organ terbesar dan salah satu yang paling penting pada tubuh. Kulit bertugas untuk memenuhi beberapa fungsi vital bagi tubuh termasuk melindungi organ vital lainnya, seperti tulang, otot, ligamen, dan saraf. Oleh karena itu, penting untuk sangat memperhatikan apa yang kita kenakan pada kulit kita.


    Sebanyak 60% dari apa yang kita pulaskan pada kulit akan terserap. Itu artinya, produk-produk tersebut akan mempengaruhi kesehatan tubuh kita, baik secara positif atau negatif. Banyak kandungan dari produk skincare seperti sabun wajah, losion, tabir surya, dan yang lainnya dapat menyebabkan alergi, eksim, kanker, gangguan hormon, hingga gangguan reproduksi. Jadi, kamu patut memperhatikan apa yang kamu gunakan pada kulitmu! Berikut adalah kandungan skincare yang perlu kamu hindari. Take note!




    1. ALUMINIUM


    Logam beracun yang dapat memiliki efek seperti estrogen dalam sistem tubuh, mengganggu fungsi sistem endokrin yang sehat.


    Biasanya ditemukan di hampir setiap produk perawatan tubuh, terutama deodoran antiperspirant.


     

    2. DEA (diethanolamine), MEA (Monoethanolamine), dan TEA (triethanolamine)


    Cairan bening, tidak berwarna, dan kental dengan bau seperti amonia.


    Biasanya ditemukan dalam produk yang berbusa seperti pembersih wajah dan sabun. Mereka juga ditemukan dalam riasan mata, wewangian, produk rambut, dan tabir surya.



    3. DMDM HYDANTOIN & UREA (Imidazolidinyl)


    Pengawet yang mengandung formaldehyde dapat menyebabkan nyeri sendi, alergi kulit, sakit kepala, dan kurang tidur.


    Biasanya ditemukan dalam produk perawatan kulit, kosmetik, sampo dan kondisioner, dan deterjen.

     


    4. MINERAL OIL


    Produk petroleum yang melapisi kulit seperti plastik, menyumbat pori-pori. Ini sangat berbahaya karena mengganggu kemampuan kulit untuk menghilangkan racun, sehingga meningkatkan kemungkinan jerawat dan gangguan lainnya.


    Biasanya ditemukan dalam krim, lotion, salep, dan kosmetik.



    5. PARABENS (Metil, Butil, Etil, Propil)




    Tidak selalu diberi label, digunakan sebagai pengawet, dan dapat berkontribusi pada ketidakseimbangan hormon.


    Biasanya ditemukan hampir di mana-mana termasuk produk perawatan kulit seperti pelembap dan deodoran.



    6. PEG (Polyethylene glycol)


    Bahan yang dapat mengubah dan mengurangi faktor kelembapan alami kulit. Zat ini mengentalkan produk. Biasanya ditemukan di pembersih untuk melarutkan minyak dan lemak.


    7. PHTHALATES


    Bahan kimia yang digunakan untuk meningkatkan fleksibilitas dan kekuatan plastik, dan sering tidak terdaftar di antara bahan-bahan produk.


    Biasanya ditemukan dalam kosmetik seperti minyak wangi dan terdaftar di bawah istilah "aroma".


    8. PROPYLENE GLYCOL (PG) & BUTYLENE GLYCOL


    Hidrokarbon gas yang dalam keadaan cair bertindak sebagai "surfaktan". Mereka menembus kulit begitu cepat dan dapat melemahkan struktur protein dan sel.


    Biasanya digunakan untuk membuat ekstrak dari herbal.


    9. SILOKSAN


    Cari bahan yang diakhiri dengan "-siloxane" atau "-methicone." Digunakan dalam berbagai kosmetik untuk melembutkan, menghaluskan, dan melembapkan. Diduga pengganggu endokrin dan reproduksi (cyclotetrasiloxane). Berbahaya bagi ikan dan margasatwa lainnya.


    10. SODIUM LAURYL SULFATE (SLS) & SODIUM LAURETH SULFATE (SLES)


    Deterjen yang membuat busa dan gelembung. Biasanya ditemukan di 90% produk perawatan tubuh yang berbusa.



    (Yovita Pratiwi. Image: Dok. Christine Hume on Unsplash.)