Lifestyle

CEO Instagram Akhirnya Mendukung Konten Black Lives Matter

  by: Alvin Yoga       17/6/2020
    • Sejak awal Juni, pengguna Instagram mengatakan bahwa aplikasi media sosial tersebut banyak memblokir konten-konten yang berhubungan dengan Black Lives Matter.
    • CEO Instagram Adam Mosseri akhirnya berencana untuk memastikan suara kulit hitam pada aplikasi tersebut didengar dan tersebar luas.


    Sebagai bagian dari protes atas kematian George Floyd dan juga gerakan Black Lives Matter, para aktivis yang mendukung kesetaraan terhadap kulit hitam pun ikut turun ke jalan-jalan—serta ramai berlalu lalang di berbagai platform media sosial untuk menyuarakan kekhawatiran dan kekecewaan mereka. Nah, bagi mereka yang tidak bisa ikut berdemonstrasi di jalan, mereka menggunakan aplikasi-aplikasi seperti TikTok dan Instagram untuk mengedukasi diri mereka terhadap isu tersebut, mengetahui apa yang sedang terjadi di sekitar mereka, serta mempelajari cara-cara terbaik untuk bisa ikut mendukung gerakan tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung. Namun sayangnya, beberapa berita dan hal-hal penting pada aplikasi-aplikasi tersebut ternyata sulit untuk ditemukan—TikTok baru-baru ini diprotes setelah sempat memblokir konten #BLM (isu ini akhirnya telah diperbaiki), dan kini Instagram dituduh melakukan hal yang sama.

    Setelah #BlackoutTuesday ramai dilakukan di media sosial, banyak pengguna Twitter mengatakan bahwa Instagram telah melakukan "shadow banning" terhadap informasi yang berhubungan dengan gerakan Black Lives Matter. Bagi kamu belum tahu, shadow banning adalah sebuah tindakan memblokir pengguna, atau konten, atau tagar (hashtag) tertentu yang membuat konten tersebut sulit ditemukan dan dibagikan pada pengguna lain pada platform media sosial tersebut.







    Menjawab tuduhan tersebut, CEO Instagram, Adam Mosseri, mengunggah suatu post di halaman blog Instagram, serta menjelaskan rencana mengenai bagaimana timnya akan memeriksa konten yang termasuk dalam pelecehan, melakukan verifikasi akun, mendistribusi konten yang tepat, dan menghilangkan algoritma bias agar suara kulit hitam di Instagram dapat lebih didengar. Dalam pernyataannya, Adam menulis:

    "Dalam beberapa minggu terakhir, kami telah melihat adanya gerakan yang luar biasa terjadi di seluruh belahan dunia. Selagi pembicaraan penting ini juga tersebar luas dalam platform kami, kami telah melihat berbagai komunitas dalam Instagram ikut memobilisasi dalam menuntut keadilan dan juga mengekspresikan solidaritas, termasuk mendukung berbagai bisnis yang dimiliki oleh para kulit hitam, memperluas suara kulit hitam, serta meningkatkan kesadaran terhadap kesetaraan para kulit hitam di manapun."

    "Di waktu yang sama, kami juga telah mendengar adanya keprihatinan apakah kami telah menekan suara kulit hitam dan apakah produk-produk kami serta aturan dan ketentuan kami telah memperlakukan setiap akun secara adil. Ironis, kami adalah platform yang ikut mendukung suara kulit hitam, namun di waktu sama para kulit hitam sering dilecehkan, merasa takut bahwa suara mereka akan diblokir, dan ketidakpuasan mereka terhadap berbagai konten yang diturunkan, hal-hal tersebut turut menjadi perhatian kami dan kami berhutang untuk ikut mendukung hal yang sama pada komunitas."

    Melanjutkan hal tersebut, Adam akan mencari tahu bagaimana suara LGBTQ+, body positivity dan komunitas seni lainnya di Instagram dapat ikut terbantu dalam rencana tersebut.

    (Artikel ini disadur dari cosmopolitan.com / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih bahasa: Alvin Yoga / Image: Dok. Cosmopolitan US)