Love & Sex

5 Kalimat yang Bisa Kamu Gunakan untuk Mengakhiri Kencan

  by: Alvin Yoga       19/6/2020
    • Kencan pertama dapat dilakukan secara IRL dengan bertemu langsung, namun kini banyak dilakukan secara online lewat panggilan video atau berkirim pesan.
    • Banyak yang bertanya-tanya bagaimana cara mengakhiri kencan yang baik, sopan dan tepat.
    • Ada beberapa kalimat yang bisa digunakan untuk mengakhiri kencan.


    Jujur, siapa yang suka membuka aplikasi kencan selama social distancing dan PSBB ini? (Who? Me?) Well yes, saya melakukannya, karena apalagi sih yang bisa dilakukan sambil rebahan di atas sofa (atau di atas tempat tidur kalau saya sedang malas keluar kamar) selain membuka aplikasi kencan dan, ehem, swiping? Tentu saya sudah melakukan segudang hal lain untuk mengusir kebosanan: bekerja, menonton Netflix, Zoom meeting, membuka YouTube, berjoget sambil mendengarkan lagu di Spotify, membaca novel, merapikan kamar, bekerja lagi, bergosip dengan rekan-rekan kantor, belanja online, tidur siang, mengikuti kelas online, bermain Animal Crossing, mencoba meditasi, belajar memasak, serta sederet hal lainnya yang tak dapat saya sebutkan satu per satu. The list goes on. Namun tetap saja, ada waktu luang dimana saya merasa bosan dan tak tahu harus melakukan apa, sehingga satu-satunya pilihan yang tersisa untuk para single alias jomlo seperti saya adalah: mengunduh aplikasi kencan online.

    Well, tak cuma saya saja kok yang melakukannya. Faktanya, laporan dari Bumble menunjukkan bahwa pengguna akun tersebut meningkat sebanyak 20% pada bulan Maret. Aplikasi Hinge melaporkan adanya 30% peningkatan dalam jumlah pesan yang dikirim, sedangkan aplikasi kencan yang paling terkenal, Tinder, melaporkan adanya peningkatan penggunaan di seluruh dunia. Tinder mengaku bahwa jumlah percakapan telah meningkat lebih dari 20% selama pandemi, dan chatting berlangsung 25% lebih lama dari sebelumnya. Bahkan Tinder kini semakin sering melakukan surge yang berpotensi membuat jumlah match semakin banyak. Jadi ya, secara statistik, banyak orang seperti saya ikut mengunduh aplikasi kencan dan menggunakannya. Bahkan, bisa jadi tetangga saya pun melakukannya. Siapa tahu?



    Seiring dengan meningkatnya penggunaan aplikasi kencan, maka tak heran jika jumlah match yang saya dapatkan pun semakin banyak. Saya pun jadi lebih sering menggunakan aplikasi tersebut untuk bertukar pesan, dan beberapa akhirnya berpindah ke media sosial lain agar kami bisa lebih sering bertukar sapa. Kamu mungkin bisa menebak apa yang kira-kira terjadi setelahnya. Yup, saya diajak berkencan. Beberapa mengajak saya untuk melakukan panggilan video—yang saya tanggapi dengan baik meski saya cukup gugup ketika pertama kali diajak melakukan panggilan video untuk berkencan—karena sejauh ini panggilan video merupakan satu-satunya cara paling aman untuk berkencan di masa pandemi. Dan di antara sebaris panggilan video tersebut, saya memutuskan bahwa ada beberapa match yang ternyata kurang cocok dengan saya.

    Pertanyaannya: apa yang bisa saya lakukan untuk menghentikan kencan tersebut? Atau lebih tepatnya, apa yang harus saya katakan? Untungnya, saya sempat melihat-lihat tips (berjaga-jaga itu penting!), kalau-kalau kencan tersebut tidak berlangsung dengan baik dan saya ingin mengakhirinya. Jadi ya, kalau kamu juga sedang bertanya-tanya bagaimana cara mengakhiri kencan yang baik, sopan dan tepat, berikut beberapa kalimat yang bisa kamu gunakan untuk mengakhiri kencan:


    1. “Maaf aku ada meeting dadakan. Kabari kalau sudah proyek (atau meeting)-mu sudah selesai, ya.”

    Atau, kalau dalam kencan tatap muka IRL, kamu bisa mengatakan, "Kabari kalau kamu sudah sampai rumah, ya" sehabis mengucapkan salam perpisahan, Ini merupakan kalimat yang cukup friendly untuk “memancing” si dia agar ia mau mengirim pesan terlebih dahulu padamu – alih-alih si dia menunggu pesan darimu. Dan begitu ia melakukannya, kamu bisa menjawab pesan tersebut sambil memberitahu si dia bahwa meski kamu menikmati kencan tadi, namun kamu tak merasakan tanda-tanda apapun yang menunjukkan kamu jatuh cinta. Lebih baik jujur di awal hubungan dibanding kamu berdua saling terluka, kan?


    2. “Oh, aku dipanggil kakakku untuk membantunya membuat kue. Good luck untuk ...nya!”

    Kalian sudah mengobrol selama satu atau dua jam saat kencan, jadi kemungkinan besar si dia pasti sudah menyebutkan apa yang akan ia lakukan di hari-hari yang akan datang. Berikan dia ucapan semangat atas apapun yang akan ia lakukan—entah itu wawancara kerja atau presentasi di kantor, atau pemeriksaan kesehatan ke dokter dan sebagainya. Setidaknya kamu mengakhiri kencan tersebut dengan niat yang baik.


    3. “Terima kasih untuk dukungannya.”

    ...atau dalam kencan nyata IRL kamu bisa berterima kasih atas traktiran kopinya,makan malamnya, atau dessert-nya, atau apapun. Kalau kamu yang mentraktir si dia, ucapkan “Terima kasih sudah mau menemani hari ini”. Pernyataan tersebut tak berlebihan, dan si dia tak bisa memberikan jawaban lain selain “sama-sama” karena kalimat lain akan membuatnya terlihat berlebihan.




    4. “Maaf, teman baikku baru mengirim pesan dan sepertinya ia butuh berbicara padaku. Kita sudahi dulu, ya. Salam untuk anjingmu yang lucu!”

    Karena kemungkinan besar (sayang sekali) kamu tak akan pernah melihat anjing lucu tersebut dengan mata kepalamu sendiri, jadi biarkan anjing tersebut menemani seseorang yang lebih membutuhkan.


    5. “Jujur saja, kamu pasangan kencan yang membosankan.”

    Hey, kalau tidak begini, bagaimana si dia bisa belajar?


    Bagaimana? Kamu punya kalimat lain yang lebih baik? Atau kamu sudah menemukan kalimat yang tepat dari tips di atas? Semoga tips ini berguna untukmu. Selamat berkencan, dan semoga kamu menikmati kencan tersebut sehingga tak perlu menggunakan kalimat di atas. XO!


    (Alvin Yoga / FT / Image: Dok. Elena Koycheva on Unsplash)