Lifestyle

7 Inspirasi Literatur Dalam Lagu BTS

  by: Alexander Kusumapradja       18/6/2020
    • Sejak debut, BTS kerap memasukkan berbagai topik tentang hidup dan sarat makna dalam lirik lagunya, baik dari pengalaman pribadi maupun referensi dari literatur.
    • Dari mulai buku cerita anak hingga novel distopia, berikut adalah beberapa karya literatur yang menjadi inspirasi BTS dalam karya mereka.


    Selain ketujuh member yang memang penuh talenta dan konsep serta produksi karya yang selalu total, salah satu alasan khusus kenapa BTS bisa begitu digemari oleh jutaan orang di seluruh dunia adalah isi lagu-lagu mereka yang sarat akan makna. Sejak awal debut dengan trilogi bertema sekolah yang berisi kritik sosial terhadap sistem edukasi di Korea Selatan, BTS percaya kalau musik tak cuma bisa dinikmati sebagai sekadar hiburan, tapi juga menyampaikan pesan yang lebih dalam pada masyarakat luas.

    Dengan menulis lirik sendiri untuk hampir 90 persen karya mereka, BTS mencoba memasukkan berbagai pengalaman hidup baik yang bahagia maupun sedih agar lebih relatable bagi kaum muda yang menjadi target pendengar mereka. Selain berdasarkan pengalaman pribadi, tak jarang lagu-lagu BTS juga terinspirasi dari beberapa karya seni dan literatur yang dinikmati oleh para member. Berikut adalah tujuh inspirasi literatur yang terdapat dalam lagu BTS.




    1. “Demian” oleh Hermann Hesse

    Album Korea kedua BTS, Wings (2016) memiliki tema utama yang terinspirasi dari cerita coming-of-age “Demian: The Story of Emil Sinclair’s Youth” karya Hermann Hesse yang terbit tahun 1919. Kisahnya sendiri tentang seorang anak lelaki bernama Emil Sinclair yang hidup di antara dua dunia, yaitu dunia nyata dan dunia ilusi. Ditemani oleh teman sekelasnya yang misterius bernama Max Demian, ia pun memulai perjalanan mencari jati diri dan belajar menghadapi ketakutan terbesarnya. Referensi dari karya ini tercermin lewat lirik, konsep foto, kalimat, hingga adegan dalam MV “Blood Sweat & Tears” yang menggambarkan konsep kebaikan dan kejahatan yang meskipun bertolak belakang namun tak bisa dipisahkan satu sama lain. Disutradarai oleh Lumpens, salah satu adeganny menampilkan RM membacakan salah satu paragraf dari novel tersebut.



    2. “Kafka on the Shore” oleh Haruki Murakami

    Haruki Murakami merupakan salah satu penulis kontemporer paling populer di Jepang dengan berbagai karya yang telah diterjemahkan ke berbagai bahasa, seperti “Norwegian Wood”, “1Q84”, dan “Kafka on the Shore” yang menjadi salah satu inspirasi lirik untuk lagu “Butterfly” yang termasuk dalam album The Most Beautiful Moment in Life Pt.2 (2015) di mana RM menyerukan lirik “Ku tak tahu apakah ini nyata atau mimpi, Kafkaku di pinggir pantai, jangan pergi ke hutan di sana” dalam verse rap-nya. “Kafka on the Shore” sendiri bercerita tentang seorang pemuda berumur 15 tahun bernama Kafka yang kabur dari rumah untuk mencari ibu dan saudarinya. Dalam perjalanannya ia bertemu dengan seorang pria tua yang bisa berkomunikasi dengan kucing dan misteri terkait alternate universe.



    3. “The Ones Who Walk Away From Omelas” oleh Ursula K. Le Guin

    Dalam MV “Spring Day” yang merupakan single pertama dari album You Never Walk Alone (2017), salah satu adegannya menampilkan sebuah bangunan dengan papan lampu bertuliskan Omelas. Kata tersebut berasal dari sebuah novel pendek karya Ursula K. Le Guin berjudul “The Ones Who Walk Away From Omelas” yang terbit tahun 1974. Novella tersebut menceritakan sebuah kota utopia bernama Omelas yang seluruh penduduknya hidup bahagia tanpa kurang suatu apapun namun ternyata punya rahasia gelap. Agar seluruh kota terjamin kemakmurannya, dibutuhkan seorang anak yang dijadikan tumbal untuk disekap selamanya dalam sebuah ruang rahasia dan tak pernah merasakan kebahagiaan seumur hidupnya. Ketika anak-anak Omelas beranjak remaja, mereka akan diberi tahu rahasia ini. Beberapa akan menutup mata dan membiarkan pengorbanan satu orang anak untuk kebahagiaan semua orang lainnya, beberapa akan pergi meninggalkan Omelas walau tak tahu ke mana tujuan mereka. Member BTS dalam MV lagu bernuansa melankolis ini digambarkan sebagai mereka yang pergi dari Omelas dan memilih menghadapi dunia yang tidak pasti di luar sana daripada bahagia di atas penderitaan orang lain.





    4. “Into The Magic Shop” oleh James R. Doty

    Buku autobiografi dari seorang ahli saraf ini mengangkat konsep “magic shop” alias “toko sulap” yang intinya mengajarkan kita konsep manifestasi keinginan dan bagaimana perubahan dalam hidup kita harus dimulai dari otak dan hati kita terlebih dahulu. Hal itu yang kemudian menginspirasi lagu “Magic Shop” dari album Love Yourself: Tear (2018) yang turut ditulis dan diproduseri sendiri oleh Jungkook. Lirik lagu ini mengajak para ARMY untuk membuka hati mereka saat terluka dan ingat bahwa mereka tak sendirian. Begitu pun bagi BTS, ARMY ibarat “magic shop” yang selalu mendukung mereka untuk menjadi versi terbaik dari diri mereka. So sweet!



    5. “Jung’s Map Of The Soul: An Introduction” oleh Dr. Murray Stein

    Dari judulnya saja, kamu pasti langsung ingat album Map of the Soul: Persona yang merupakan album mini ke-6 BTS yang rilis tahun 2019 dengan title track “Boy with Luv”. Bukunya sendiri membahas teori-teori psikologi Carl Jung tentang lapisan dan bagian-bagian dari identitas kita sebagai manusia, mulai dari konsep “persona”, “bayangan”, hingga “ego”. Pertanyaan besar yang ingin diangkat BTS di album ini adalah pertanyaan “Siapakah diri saya yang sebenarnya?”. Walaupun bahasannya cukup berat, namun coba baca dulu deh, siapa tahu kamu malah tertarik masuk jurusan Psikologi atau Filsafat gara-gara BTS dan buku ini!



    6. “1Q84” oleh Haruki Murakami

    Novel distopia yang terbagi dalam tiga volume ini mengangkat plot tentang wanita bernama Aomame yang menyadari hal-hal aneh yang terjadi di dunia dan terseret ke dalam sebuah sekte rahasia dan cinta masa lalunya dalam diri seorang pria bernama Tengo. Novel ini menjadi salah satu inspirasi untuk lagu “Sea” yang merupakan hidden track dari album Love Yourself: Her (2017) di mana salah satu kalimat dari novel itu “Di mana ada harapan, pasti ada tantangan” dikutip ke dalam lirik lagu itu.



    7. “The Little Prince” oleh Antoine de Saint-Exupéry

    Lagu solo Jimin “Serendipity” yang termasuk di album Love Yourself: Her (2017) dikabarkan terinspirasi oleh novel Prancis terbitan tahun 1943 ini yang mengisahkan tentang seorang pangeran cilik yang jatuh cinta dengan setangkai mawar namun ia tak tahu bagaimana cara mencintainya dengan benar dan malah melukai sosok tercintanya tersebut. Di lagu “Serendipity”, Jimin berperan sebagai si pangeran cilik yang mengungkapkan cintanya dan disertai berbagai referensi yang terdapat dalam cerita novella tersebut seperti luar angkasa, langit penuh bintang, dan balon berwarna kuning.


    (Alex.K/Image: courtesy of Big Hit Entertainment)