Lifestyle

Bikin Penasaran! Ini Dia Fakta Film Terbaru Studio Ghibli

  by: Alexander Kusumapradja       23/6/2020
    • Studio Ghibli tahun ini bersiap merilis “Aya to Majo/Earwig and the Witch” yang merupakan film animasi panjang 3D pertama dari Ghibli.
    • Film ini diangkat dari cerita karya Diana Wynne Jones yang juga menulis Howl’s Moving Castle yang telah lebih dulu difilmkan.


    Good news for Studio Ghibli fans! Tahun ini studio animasi Jepang yang telah berdiri sejak tahun 1985 tersebut akan merilis film animasi panjang terbarunya dengan judul “Aya to Majo” (“Aya dan Sang Penyihir” yang judul bahasa Inggrisnya juga disebut dengan nama “Earwig and the Witch”). Dibandingkan dengan karya-karya Studio Ghibli sebelumnya seperti My Neighbor Totoro, Princess Mononoke, Spirited Away, dan judul-judul legendaris lainnya, film terbaru ini tentu punya keunikannya tersendiri. Yang paling utama adalah, film ini merupakan judul film panjang pertama Studio Ghibli yang memakai teknik animasi full 3D CG!

    Disutradarai oleh Goro Miyazaki yang merupakan putra dan penerus pendiri Ghibli, Hayao Miyazaki, cerita film ini diangkat dari cerita anak karya penulis asal Inggris Diana Wynne Jones yang sebetulnya bukan nama asing bagi Studio Ghibli.






    Telah menulis sejak tahun 1970-an, Diana sudah merilis banyak buku bergenre fantasi untuk anak dan remaja maupun beberapa judul untuk pembaca dewasa serta non-fiksi. Salah satu karyanya yang paling terkenal adalah Howl’s Moving Castle yang dirilis tahun 1986 dan telah diangkat sebagai film animasi oleh Studio Ghibli di tahun 2004 dan menjadi salah satu judul Ghibli yang paling populer.

    Aya to Majo sendiri diangkat dari sebuah buku cerita bergambar untuk anak karya Diana berjudul Earwig and the Witch yang dirilis tahun 2011. Ceritanya tentang Aya/Earwig, seorang anak yatim-piatu yang diadopsi oleh seorang penyihir dan tiba di rumah barunya yang dipenuhi benda-benda ajaib. Walaupun mungkin awalnya terasa menakutkan dan aneh, namun Aya justru menyukai situasi yang tidak normal tersebut dan belajar menerima rumah barunya tersebut.




    Berikut adalah sinopsis asli dari Earwig and the Witch yang mungkin akan mengalami beberapa perubahan di versi filmnya nanti:


    Tak semua anak yatim-piatu akan senang tinggal di St. Morwarld’s Home for Children, tapi Earwig bahagia. Dia mendapatkan semua yang ia mau, kapanpun ia menginginkannya, dan itu yang selalu terjadi sejak ia diletakkan di depan pintu panti tersebut saat ia masih bayi. Tapi segalanya berubah ketika Bella Yaga dan Mandrake tiba di St. Morwald’s, menyamar sebagai orangtua asuh. Earwig dibawa pulang ke rumah misterius mereka yang penuh ruangan rahasia, ramuan, dan buku-buku mantra, dengan sihir di segala sudut. Mayoritas anak kecil akan lari ketakutan dari rumah seperti itu… Tapi tidak dengan Earwig. Memakai akal cerdiknya—dan dibantu kucing yang bisa bicara—dia bertekad menunjukkan ke si penyihir siapa bos di rumah tersebut.






    Karena materi aslinya merupakan cerita anak-anak, rasanya film ini lebih bersifat ringan dan bisa dinikmati semua umur seperti Arrietty, Ponyo, dan Kiki’s Delivery Service. Dalam beberapa screenshot yang tersebar di media beberapa hari lalu, Aya juga terlihat ditemani seekor kucing hitam yang bisa bicara dan mengingatkan pada desain karakter utama Kiki’s Delivery Service dan kucing hitam kesayangannya, Jiji.

    Tak hanya menjadi film panjang pertama Ghibli, film ini sekaligus menjadi ajang pembuktian Goro Miyazaki dari bayang-bayang sang ayah. Sebelumnya Goro telah menyutradarai dua judul film Ghibli yaitu Tales from Earthsea (2006) dan From Up on Poppy Hill (2011).

    Aya to Majo awalnya direncanakan tayang perdana di Cannes Film Festival 2020 bersama dengan karya-karya terbaru dari Wes Anderson, Steve McQueen, Naomi Kawase, dan sineas andal lainnya. Namun, karena pandemi COVID-19 yang masih mengancam dunia, Cannes tahun ini pun dibatalkan. Aya to Majo sendiri akhirnya direncanakan tayang perdana di saluran televisi NHK Jepang pada musim dingin tahun ini sebelum ditayangkan di bioskop seluruh dunia beberapa bulan kemudian.



    Salah satu pendiri Studio Ghibli yang juga menjabat sebagai produser film ini, Toshio Suzuki mengungkapkan kesannya merilis film ini di masa pandemi coronavirus yang sedang terjadi: “Akan seperti apakah dunia ini setelah masa pandemi coronavirus? Itulah pertanyaan besar bagi banyak orang. Melihat karya terbaru ini, saya menyadari bahwa yang membuat cerita ini begitu kuat adalah kecerdikan dan kegigihan Earwig/Aya. Asalkan kamu punya kedua hal itu, kamu bisa mengatasi apapun dan menyadari hal tersebut memberikan semangat baru bagi saya. Bila Pippi Longstocking adalah gadis terkuat di dunia, maka Earwig/Aya adalah gadis tercerdas di dunia,” ungkapnya.

    Wah, jadi makin penasaran ya? Sambil menunggu tonton lagi rekomendasi film Studio Ghibli sesuai zodiakmu yang bisa kamu saksikan di Netflix!


    (Alex.K/ImageL Studio Ghibli).