Better You

7 Tips Berbaikan Setelah Bertengkar dengan Saudaramu

  by: Alexander Kusumapradja       26/6/2020
    • Adu argumen hingga bertengkar adalah hal tak terhindarkan dalam hubungan saudara kandung, namun seringkali meminta maaf menjadi hal yang canggung.
    • Berikut adalah beberapa tips meminta maaf dan berbaikan dengan saudara kandung setelah bertengkar.




    Yang namanya punya saudara kandung dengan sifat dan ego masing-masing, pertengkaran antara adik dan kakak adalah hal yang tak dapat dihindari, terlepas dari frekuensi dan intensitas pertengkarannya. Ada yang saat kecil selalu bertengkar namun ketika beranjak dewasa malah adem-ayem, namun ada juga kakak-beradik yang kadang masih sering bertengkar meski sudah bukan anak kecil lagi. Namun, tentu ada perbedaan menyikapinya ketika bertengkar saat masih kecil dulu dengan sekarang ketika kita sudah sama-sama dewasa.

    Meskipun argumen akan selalu ada, namun hal itu tak berarti harus merusak tali persaudaraan. Yang paling penting adalah bagaimana kita memberi waktu masing-masing untuk lebih tenang, berpikir dengan kepala dingin, mencari cara untuk menyelesaikan permasalahan yang menjadi penyebab pertengkaran dan memperbaiki hubungan dengan saling memaafkan setelah bertengkar. Berikut adalah beberapa tips yang bisa kita coba untuk meminta maaf dan berbaikan dengan saudara kandung kita.

    via GIPHY

    1. Memberi waktu untuk saling menenangkan diri.

    Argumen antar saudara walau seremeh apapun penyebabnya biasanya memang cukup panas dan menguras emosi. Terlepas siapapun yang mulai, masing-masing akan membela ego dan tak mau kalah. Namun, bila terus-terus adu nyolot, kita hanya akan saling menyakiti lewat perkataan pedas yang mungkin terlepas begitu saja. Bila emosi sudah naik ke ubun-ubun, langkah paling bijaksana adalah saling memberi waktu untuk menenangkan diri. Salah satu harus ada yang pergi dahulu entah sekadar mencari angin keluar rumah atau berdiam di kamar hingga kamu merasa lebih tenang. Entah butuh berapa menit, jam, hingga hari, sebisa mungkin berikan waktu untuk cool down dan ketika emosimu sudah turun, kamu akan bisa melihat inti permasalahan dengan jelas dan mencari cara memperbaikinya.

    via GIPHY

    2. Saling memberi kesempatan untuk menyampaikan unek-unek.

    Setelah sama-sama tenang, kamu bisa ambil inisiatif untuk menghampiri saudaramu untuk membahas pertengkaran kalian. Sampaikan dengan jelas apa yang membuatmu marah dan begitu juga sebaliknya, dengarkan juga unek-unek dari saudaramu. Kamu tak harus langsung setuju dengan semua yang disampaikan olehnya, namun proses ini penting untuk saling mengetahui perasaan masing-masing dibanding hanya dipendam dan jadi dendam.

    via GIPHY

    3. Sampaikan permintaan maaf.

    Bila kamu merasa dan mengakui bila memang dirimu yang salah, jangan gengsi untuk minta maaf. Mungkin saudaramu tak langsung menerimanya, namun dengan meminta maaf berarti menunjukkan kalau kamu benar-benar mendengarkan perasaan mereka dan kamu ingin persaudaraan kalian tetap terjaga.

    via GIPHY



    4. Agree to disagree.

    Terkadang walau sudah saling bicara dan minta maaf pun, mungkin kalian tetap berbeda pandangan terhadap masalah yang sedang dibahas. Dibanding kembali berkelahi dan saling memaksakan pendapat masing-masing, it’s okay to agree to disagree. Sama seperti kamu tak bisa memilih saudara kandung, kamu juga tak bisa memaksa mereka menerima sudut pandangmu, namun bukan berarti kalian tak bisa tetap harmonis.

    via GIPHY

    5. Lakukan hal baik untuk saudaramu.

    Terkadang ada dinamika hubungan saudara yang mungkin terasa canggung bila harus saling meminta maaf lewat kata-kata. Ada saatnya dibanding hanya lewat lisan, kita bisa tunjukkan permintaan maaf kita lewat perbuatan, entah dengan cara menawarkan bantuan atau memberikan sesuatu yang disukainya sebagai simbol permintaan maaf. Tidak harus membeli barang yang mahal, kamu bisa memberikan kejutan seperti memasak sendiri makanan favoritnya dan percaya deh, siapa sih yang mau menolak makanan favorit?

    via GIPHY

    6. Berikan mereka waktu.

    Well, terkadang sekeras apapun usahamu untuk minta maaf, saudaramu mungkin belum siap memaafkan dirimu. Yang harus kita ingat, setiap orang punya proses dan tempo masing-masing untuk mencerna emosi mereka. Yang bisa kita lakukan adalah memberi mereka waktu dan jarak hingga benar-benar bisa move on. Yang penting kamu minta maaf dengan tulus terlebih dahulu, namun kamu tak bisa memaksa mereka menerimanya.

    via GIPHY

    7. Let it go.

    Nah, bagaimana bila kamu yang justru merasa jadi korban dan saudaramu tidak ada niat untuk minta maaf? Kamu mungkin merasa lebih gampang untuk terus menuruti emosi dan menolak melupakannya hingga mereka datang minta maaf, namun hal ini hanya akan menguras emosimu sendiri. Kamu punya opsi untuk datang duluan ke saudaramu dan mengungkapkan semua unek-unek dengan gamblang atau memilih untuk let it go dan move on demi ketenangan dirimu sendiri.


    (Alex.K/Image: Roberto Nickson on Unsplash)