Lifestyle

Yes! Kantor Pusat NASA Kini Diberi Nama Mary W. Jackson

  by: Alvin Yoga       26/6/2020
    • NASA memberi nama terbaru pada kantor pusat mereka di Washington, D.C. sesuai dengan nama teknisi perempuan berkulit hitam pertama mereka, Mary W. Jackson.
    • Nama Mary W. Jackson semakin dikenal sejak sosoknya diangkat dalam film berjudul Hidden Figures—namun film ini belakangan ramai dikritik atas jalan ceritanya yang justru membawa isu white savior.


    NASA memberi nama terbaru pada kantor pusat mereka di Washington, D.C.. Pada hari Rabu waktu setempat, administrator NASA Jim Bridenstine mengumumkan bahwa mereka akan memberikan penghargaan yang semestinya pada teknisi perempuan berkulit hitam pertama mereka, Mary W. Jackson, dengan ikut menamai gedung mereka dengan nama dirinya.

    "[Kantor pusat NASA] sudah sepantasnya berdiri bersamaan dengan 'Hidden Figures Way', sebagai pengingat bahwa Mary adalah satu dari sekian banyak profesional yang luar biasa dan bertalenta dalam sejarah NASA yang turut berkontribusi dalam kesuksesan organisasi ini," ujar Bridenstine dalam sebuah pernyataan terhadap media.



    Hasil kerja Mary yang inovatif—bersama dengan kolega-koleganya, sang ahli matematika Katherine Johnson dan Dorothy Vaughan—semakin dikenal sejak Margot Lee Shetterly merilis buku Hidden Figures: The American Dream and the Untold Story of the Black Women Mathematicians Who Helped Win the Space Race pada tahun 2016 lalu. Buku tersebut kemudian diadaptasi menjadi film berjudul sama di tahun yang sama, dan tentu saja filmnya mendapatkan nominasi Oscar. Peran Jackson dimainkan oleh aktris pemenang penghargaan Janelle Monae. Kalau kamu belum pernah menonton filmnya (really?) kamu bisa menontonnya di Netflix.

    "Kami merasa tersanjung mengetahui bahwa NASA memutuskan untuk terus memperingati ibu dan nenek kami Mary W. Jackson," ujar Carolyn Lewis, putri dari Jackson, dalam sebuah pernyataan. "Ia adalah seorang ahli sains, seorang dermawan, seorang istri, ibu, dan juga sang perintis yang membuka jalan bagi ribuan orang di luar sana untuk berani meraih kesuksesan dengan caranya sendiri, tak hanya di NASA, namun juga di seluruh negeri."

    Jackson lahir di Hampton, Virginia pada 1921 dan lulus dari Hampton Institute dengan gelar di bidang matematika dan ilmu fisika pada 1942. Setelah bekerja sebagai seorang guru matematika, seorang ahli pustaka, dan juga sekretaris militer, Jackson kemudian direkrut oleh National Advisory Committee for Aeronautics—cikal bakal NASA—pada tahun 1951.

    Baik Jackson dan Vaughan bekerja sebagai "komputer manusia" di daerah terpencil West Area Computing Unit, bagian dari Langley Research Center. Didorong oleh atasannya, Jackson kemudian mengambil kelas-kelas teknik dan menjadi teknisi perempuan berkulit hitam pertama NASA pada tahun 1958. Ia melakukan penelitian wind tunnel bertenaga 60.000 horsepower, ia juga ikut menulis laporan-laporan penting seputar penerbangan dan aeronautika, serta bergabung dengan Langley's Federal Women's Program milik NASA di tahun 1979.



    Sepanjang hidupnya, Jackson tanpa henti bekerja untuk mengangkat dan mempromosikan perempuan serta kaum kulit hitam di NASA. Ia kemudian berhenti dari organisasi tersebut sebagai seorang teknisi aeronautikal pada tahun 1985. Di tahun 2005 silam, Jackson meninggal dunia di umur 83. 

    Semoga ke depannya NASA bisa terus menghargai, merayakan, serta terus menyoroti hasil kerja inovatif dari orang-orang berkulit hitam yang turut berkontribusi pada kesuksesan organisasi tersebut.


    (Artikel ini disadur dari cosmopolitan.com / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih bahasa: Alvin Yoga / FT / Image: Dok. NASA / Cosmopolitan US)