Lifestyle

Ini Perbedaan antara Mindfulness dan Meditasi

  by: Givania Diwiya Citta       27/6/2020
    • Apakah kamu sempat berpikir bahwa mindfulness dan meditasi merupakan satu hal yang sama?
    • Ternyata keduanya berbeda, lho. Mari cari tahu perbedaan antara mindfulness dan meditasi.


    Cosmo tak bisa bohong bahwa kondisi pandemi yang melanda dunia tahun ini menjadi salah satu masa-masa penuh stres di banyak sektor hidup kita. Mulai dari terpisah dan LDR dengan pasangan, atau sesederhana bersedih karena tak bisa melakukan aktivitas harian yang normal – karena dengan mudah kita bisa terserang pikiran ketakutan bahwa kapan saja bisa terjangkit virus – semuanya membuat wujud gelisah dan stres semakin terasa nyata.




    Salah satu cara untuk menghadapi masa sulit ini adalah dengan meningkatkan mental wellbeing, yaitu dengan cara berlatih mindfulness. Aplikasi meditasi seperti Headspace, yang mendorong kamu untuk fokus dengan keberadaan kamu di momen yang sedang dijalani, bisa menjadi alat bantu yang sangat bermanfaat untuk memfasilitasi mental wellbeing. Tapi ternyata, ada satu konsepsi salah tentang meditasi, lho. Pendiri Headspace, Andy Puddicombe, menyebutkan tentang konsepsi salah tersebut: bahwa meditasi adalah hal yang sama dengan mindfulness. Padahal faktanya, keduanya merupakan kesatuan yang terpisah.


    “Di budaya barat, mindfulness dan meditasi digunakan secara bergantian. Tapi keduanya merupakan hal yang berbeda antara satu sama lain,” ujar Andy pada Cosmopolitan UK. Jadi… er, seberapa berbedanyakah kedua hal itu? Mantan biksu Buddha ini menjelaskannya untuk kita.


    Mindfulness adalah kemampuan untuk mengenali keberadaan diri di masa sekarang, tanpa terdistraksi dengan pikiran yang mengembara dan dengan hati yang tulus. Perasaan yang dihasilkan akan terada lembut dan hangat,” jelas Andy. Sementara itu, “Meditasi adalah latihan di mana kita belajar untuk lebih sadar, tapi jauh dari instrumen kehidupan sehari-hari. Jika diibaratkan, ia seperti pergi ke gym dan melakukan treadmill agar kita bisa bugar dan aktif serta fungsional dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” ujarnya.



    Jadi pada dasarnya, mindfulness adalah sebuah konsep yang menyeluruh, sementara meditasi adalah sebuah latihan yang membantu kita meraih konsep tersebut. “Dalam meditasi, kita belajar cara untuk lebih sadar, untuk menghadirkan diri di masa kini, dan untuk tidak terdistraksi, agar kita bisa mengaplikasikannya saat menjalani kehidupan sehari-hari,” tambah Andy.


    Alasan mengapa para ahli meditasi melihat pentingnya untuk mengetahui perbedaan antara keduanya adalah, karena waktu yang disisihkan untuk melakukan keduanya sangat beragam. “Jika kita berpikir bahwa meditasi adalah pamungkasnya, lalu kalau kita hanya meditasi selama 10 menit dalam sehari, maka ada 23 jam dan 50 menit di hari itu yang tidak tercapai tujuannya.”


    Yang Andy percayai adalah, yang harusnya kita perjuangkan adalah meraih mindfulness dalam kehidupan sehari-hari kita sebanyak mungkin, jadi meditasi sebenarnya hanyalah satu bagian dari mindfulness saja.




    Saat memulai perjalanan untuk menjadi lebih mindful alias lebih sadar, Andy menyarankan “jangan hanya pilih satu aktivitas untuk merasa hadir di masa kini selama sepekan.” Ia mencontohkan kegiatan saat menggosok gigi, para ahli menyarankan bahwa waktu – yang singkat hanya beberapa menit saja itu – bisa jadi sebuah latihan untuk melatih kesadaran diri.


    “Anggaplah itu sebagai sebuah meditasi juga,” saran Andy. “Sama seperti saat Anda sadar bahwa pikiran Anda sedang berkelana, Anda menyadarinya, tapi lalu Anda bisa kembali ke masa sekarang lagi. Anda jadi lebih peka terhadap sensasi, terhadap rasa, dan terhadap berbagai hal lain.” Jika kamu bisa melatih diri untuk lebih sadar selama seminggu lewat satu aktivitas saja, maka cobalah minggu depannya untuk berlatih lagi dengan aktivitas yang lain.


    “Di minggu berikutnya, Anda bisa berlatih meditasi, lalu menggosok gigi dengan kesadaran diri penuh, kemudian untuk aktivitas ketiga, coba latih kesadaran diri semisal saat sedang meminum teh seperti kebiasaan Anda di pagi hari. Jika bisa melakukan itu sepanjang waktu dan menambah aktivitasnya setiap pekan, maka dalam sebulan, Anda akan punya banyak momen mindfulness sepanjang hari, dan Anda pun mulai merasa stabil terhadap rasa sadar.”



    Dengan memisahkan mindfulness dan meditasi lewat cara ini, Andy bilang “akan benar-benar mengubah persepsi tentang apa makna di balik menjadi lebih mindful.”


    Well, mari kita coba dan praktikkan, lalu lihatlah bahwa kita bisa meraih ketenangan saat kehidupan kita sedang benar-benar membutuhkannya.


    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan.com/uk / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih Bahasa: Givania Diwiya / Image: Dok. Cosmopolitan UK / Catriona Harvey-Jenner)