Love & Sex

Ini Alasan Menjadi Single alias Jomlo Bukanlah Suatu Hal yang Buruk

  by: Redaksi       4/6/2021
  • Setelah lama tidak berada di sebuah hubungan romantis dengan seseorang, saya mulai terbiasa menghabiskan waktu dengan diri saya sendiri. Tetapi, ketika saya sedang duduk di kafe dan melihat sepasang kekasih di seberang meja saya, atau membuka Instagram dan melihat senyum sahabat saya dengan pasangannya, ada sedikit rasa iri dalam hati saya, yang membuat saya bertanya-tanya:




    Saya tahu menjadi single bukanlah hal yang buruk, tetapi mengapa saya tidak merasa baik?


    Mungkin jawaban dari pertanyaan ini ada kaitannya dengan budaya berkencan yang berada di masyarakat. Saat ini, berkencan terasa semakin instan, kasual, dan banyak diperlihatkan di media sosial, sehingga membuat orang lain merasa “tertinggal” dan “salah” jika tidak memiliki pasangan. Kehadiran aplikasi kencan dan media sosial pun menambah tekanan bagi kalangan muda untuk menjalin sebuah hubungan.


    Saya tidak berkata kalau bermain aplikasi kencan atau mengumbar kemesraan adalah hal yang buruk. Tidak ada yang salah tentang hal itu. Hanya saja, kedua hal tersebut mungkin bukan untuk semua orang. Ada beberapa orang yang berhasil membangun hubungan cinta dengan orang yang ia kenal melalui aplikasi kencan, dan ada juga yang bertahun-tahun menggunakan aplikasi yang sama tapi tidak kunjung mendapat pasangan. Terkadang, ada juga pasangan yang terlihat mesra di depan kamera namun tidak seperti itu IRL.

    Satu hal yang perlu kita pahami adalah: Hanya karena kamu tidak mengikuti arus tersebut bukan berarti ada yang salah dengan dirimu. Kamu tak perlu merasa buruk dengan keadaan dirimu.


    Kenapa Menjadi Single Bukan Hal yang Buruk

    Walaupun masyarakat terus berusaha memperlihatkan betapa bahagianya seseorang dalam sebuah hubungan dan mendorong kita untuk mencoba aplikasi kencan, saya menyadari bahwa hal-hal tersebut tidak memberikan saya kebahagiaan yang sesungguhnya. Rasa lelah dari “mengejar” seseorang pada akhirnya malah menghabiskan energi saya secara emosional.

    Di sisi lain, menjadi jomlo juga merupakan sesuatu yang memuaskan. Yah, setidaknya lebih memuaskan daripada terus-terusan mengejar yang tidak pasti atau berada di dalam sebuah hubungan dengan orang yang tidak membantumu berkembang.

    Tidak percaya? Jika kamu sedang mempertimbangkan untuk beristirahat dari dunia kencan, atau sedang jomlo tetapi masih belum merasa puas dengan keadaanmu, mungkin alasan-alasan di bawah ini akan membantu meyakinkanmu bahwa menjadi single dan bahagia bukan sesuatu yang tidak mungkin. Bahkan, terdapat beberapa studi yang dapat membuktikannya.


    1. Kamu punya waktu dan ruang lebih banyak untuk berpikir

    Dalam psikologi, terdapat sebuah fenomena yang dinamakan “repetition compulsion” dimana seseorang akan berusaha untuk mengulang kembali suatu peristiwa yang pernah mereka alami. Semisal, ketika kamu merasa sakit hati setelah putus dengan kekasihmu, biasanya akan ada kecenderungan untuk terburu-buru mencari hubungan baru (bahkan dengan orang yang salah) untuk mengobati rasa sakit tersebut. Padahal, jika kamu tetap menjadi single, kamu bisa mendapat kelonggaran waktu dan ruang untuk mengeksplorasi lebih dalam tentang dirimu dan orang seperti apa yang tepat untukmu.


    2. Menjadi single bisa meningkatkan kesehatan

    Berdasarkan sebuah penelitian oleh Kei M. Nomaguchi dan Suzanne M. Bianchi (2008), diketahui bahwa orang yang telah bercerai memiliki waktu lebih banyak untuk berolahraga, dan mereka yang paling aktif berolahraga adalah mereka yang single. Dalam studi lain oleh Jutta Mata, Ronald Frank, dan Ralph Hertwig (2015), ditemukan bahwa individu yang berstatus jomlo di sembilan negara Eropa memiliki BMI lebih rendah dari mereka yang memiliki pasangan. Hal ini dikarenakan seseorang dalam sebuah hubungan yang serius memiliki pola makan lebih sehat, namun lebih jarang berolahraga.




    3. Kondisi finansialmu lebih terkontrol

    Menjalin sebuah hubungan berarti kamu memiliki kewajiban untuk sesekali pergi berkencan atau memberikan kekasihmu sebuah hadiah. Secara sederhana, dengan menjadi single maka kamu terbebas dari kewajiban tersebut dan dapat lebih leluasa mengatur kondisi finansialmu.


    4. Kamu akan menjadi teman yang lebih baik

    Menjadi single berarti kamu memiliki lebih banyak waktu untuk bersosialisasi dengan orang lain. Menurut data pada Bureau of Labor Statistics’ Times Use Survey, individu yang single di Amerika Serikat menghabiskan waktu lima menit lebih lama untuk bertukar kabar dengan kerabatnya dibandingkan dengan mereka yang berada dalam sebuah hubungan.


    5. Bebas mengekspresikan diri

    Setelah lebih mengenal diri sendiri, kamu  memiliki kesempatan untuk mengekspresikan diri kamu. Menurut Sari Cooper, seorang sex therapist dan direktur dari Center for Love and Sex, sangat normal apabila kamu mulai menirukan perilaku seseorang yang sedang sering kamu jumpai. Seperti jika kamu memiliki pasangan yang gemar berolahraga, kamu akan ikut mencoba jogging, atau ketika pasanganmu senang fotografi kamu mulai sering mengamati potret lingkungan sekitarmu. Sayangnya, hal ini akan berdampak negatif apabila kamu berada di hubungan yang toxic. Kamu akan semakin menarik diri dan takut berpendapat akibat perlakuan pasanganmu yang buruk.


    (Nabila Nida Rafida / VA / Image: Dok. Priscilla Du Preez on Unsplash)