Love & Sex

Alasan Ilmiah Kenapa Pria Ghosting Setelah Berhubungan 3 Bulan

  by: Kissy Aprilia       10/6/2021
  • Jika membuka artikel ini, kamu pasti pernah mengalami hal yang sama; berkenalan dengan seorang pria, mulai berkomunikasi dan bertemu secara intens, lalu mengaku saling suka (bahkan melakukan hal-hal romantis seperti pacaran), dan setelah tiga bulan… poof! Mereka hilang seperti hantu alias ghosting. 

    Mungkin alasannya karena salah satu dari kalian pindah ke tempat tinggal yang lebih jauh, atau terkadang memang hanya karena hubungannya tidak works saja. Meskipun Cosmo tahu kalau kamu pasti bertanya-tanya mengapa hal ini terus terjadi berulang kali.

    Tiga bulan memang bukan waktu yang lama, tapi seringkali semuanya berjalan dengan begitu cepat dan menumbuhkan perasaan cinta—yang tentu saja membuat kita semakin sulit mengakhiri situationship ini (ya, situationship). Setelah sharing ke beberapa orang teman, Cosmo sadar kalau hal ini ternyata dialami oleh banyak orang; rupanya mereka juga tidak bisa melewati fase 90 hari pertama.




    FAKTA ILMIAH

    Ada sebuah fakta ilmiah yang menjelaskan kenapa para pria mundur saat PDKT, menghilang, atau mengakhiri hubungan setelah berjalan tiga bulan. Menurut Jack Worthy—konselor kesehatan mental dan psikoterapis—ini terkait dengan ilmu psikologi evolusioner, sebuah dasar teori yang mengatakan bahwa manusia terlibat dalam dua mating strategies (strategi ‘kawin’) berbeda, yaitu jangka pendek dan jangka panjang. 


    Mating strategies jangka pendek terjadi saat seseorang menginginkan chemistry seksual untuk hookups, kencan sesaat, atau teman berlibur. Sementara itu, mating strategies jangka panjang terjadi saat seseorang mencari pasangan permanen. Mereka sering bertanya-tanya, “apakah pasangan saya cukup ambisius dan sukses untuk diajak hidup bersama?” atau “akankah pasangan saya bisa menerima hidup saya?”


    SANGAT TRICKY

    Rumitnya, ketika sedang dihadapkan pada pilihan mating strategies jangka pendek atau jangka panjang (dan 99,9 persen tujuannya adalah untuk memiliki keturunan), manusia cenderung melakukan keduanya. “Hal ini menciptakan banyak konflik, apalagi kita jadi memiliki dua tipe pasangan secara bersamaan,” ungkap Worthy. 

    Selain itu, psikologi seksual pria dapat membingungkan kedua jenis mating strategies di tahap awal sebuah hubungan. Cara kerja hormon pria itu pun membuat segalanya terasa intens, seperti dia benar-benar jatuh cinta padamu di kali pertama bertemu.




    MENGGEBU DI TAHAP AWAL

    Pria cenderung merasakan emosi yang berbeda dari wanita di tiga bulan pertama hubungan. Worthy jua menjelaskan bahwa fase pertama dari ketertarikan pria biasanya terlihat dari bahasa tubuh yang dilakukan tanpa sadar. Semuanya bersifat intuitif. Jika kamu melihat emosi itu dengan intensitas yang kuat, kamu akan merasakan jath cinta. 

    Itulah alasan kenapa para pria senang sekali mengumbar janji di tahap awal hubungan atau bahkan membicarakan masa depannya denganmu; karena ia merasa bahwa kalian berdua memiliki intensitas ketertarikan yang sama. Mereka mungkin tidak selalu bohong mengenai rencana-rencana itu, mereka hanya meluapkan perasaan dengan menggebu-gebu. “Sedangkan wanita cenderung mengembangkan rasa ketertarikan seksual dengan lebih lambat, dan biasanya terjadi setelah karakter asli si pria terungkap,” ujar Worthy.


    SETELAH TIGA BULAN…

    Euforia cinta yang dirasakan para pria dan sejujurnya membuat mereka kebingungan itupun akhirnya memburuk setelah periode 90 hari, dan di saat itulah mereka menghilang. Pria mulai menyadari apa yang sebenarnya mereka inginkan dalam hubungan itu, dan mereka yang belum siap untuk mating strategies jangka panjang memilih untuk mundur. Worthy menjelaskan bahwa memang penilaian dalam hubungan ini hampir selalu terungkap dalam 90 hari pertama.

    Jadi, meskipun semuanya terdengar sangat menyedihkan dan teori psikologi ini membuat kehidupan cinta kita semakin rumit, kabar baiknya adalah: you are the pilot of your own life. Jangan takut untuk menerapkan batasan dan ekspektasi mengenai apa yang kamu harapkan sejak awal. “Jika kamu siap untuk komitmen jangkan panjang, berterus teranglah sejak awal. Dan kalau pasanganmu mengatakan bahwa mereka hanya menginginkan hubungan yang kasual, jangan berharap mengubah cara berpikirnya,” kata Worthy.


    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan US / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih bahasa: Kissy Aprilia / Opening image: Milan Popovic/ Unsplash)