Better You

Apakah Aman Vaksin COVID-19 saat Menstruasi? Ini Jawabannya!

  by: Giovani Untari       15/6/2021
  • Proses vaksin COVID-19 di Indonesia saat ini sudah mulai berjalan. Setiap harinya pun semakin banyak masyarakat Indonesia yang menerima vaksin COVID-19 ini. 

    Dengan kesempatan vaksin yang semakin terbuka, hal ini jelas memicu munculnya banyak pertanyaan seputar vaksin COVID-19.

    Salah satu pertanyaan yang Cosmo sering dengar terutama dari kaum perempuan adalah: "Apakah aman jika kita menerima vaksin COVID-19 saat sedang menstruasi?" serta pertanyaan "Apakah vaksin COVID-19 nantinya akan mengganggu siklus menstruasi saya?



    Di tengah segala mitos dan pertanyaan seputar vaksin COVID-19, Cosmo bertanya kepada Dr. Vaishali Joshi, seorang Senior Obstetrician & Gynecologist at Kokilaben Ambani Hospital, India tentang hal ini.



    Cosmo: Apakah COVID-19 berdampak pada siklus menstruasi perempuan?

    Dr Vaishali Joshi: Pada dasarnya The SARS-CoV-2 tidak ikut memengaruhi siklus menstuasi perempuan. Infeksi virus yang terjadi di dalam tubuh (kecuali dalam kondisi yang kritis) biasanya tidak akan berdampak pada hormon tubuh.


    Cosmo: Lantas apakah vaksin COVID-19 bisa memengaruhi siklus menstruasi kita?

    Dr Vaishali Joshi: Tidak. Vaksin COVID-19 tidak saling berhubungan serta memiliki dampak pada siklus menstruasi. Saat ini belum ada data pasti atau bukti valid yang menjelaskan bahwa vaksin dapat memengaruhi periode dan flow menstrusi seorang perempuan. Rumor dan klaim palsu yang sering kita temukan di media sosial biasanya tidak memiliki dasar sains dan penjelasan yang kuat. Di samping itu, badan kesehatan internasional dan berbagai organisasi kesehatan juga telah menjelaskan bahwa vaksin COVID-19 bersifat aman untuk semua dan tidak akan membawa pengaruh pada kesehatan reproduksi perempuan. Jadi itu artinya kamu tidak perlu mengatur ulang jadwal vaksinmu berdasarkan periode menstruasi.



    Cosmo: Apakah vaksin COVID-19 berdampak pada perempuan yang sudah menopause?

    Dr Vaishali Joshi: Banyak perempuan menopause berada di atas atau kisaran usia 50 tahun. Dan mereka termasuk ke dalam golongan berpotensi tinggi terserang COVID-19. Ada beberapa kondisi kesehatan tertentu yang jugarentan saat terkena COVID-19 seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dll. Sementara itu, menopause bukanlah termasuk ke dalam kondisi yang berisiko selama perempuan tersebut dalam keadaan sehat. Jadi saya merekomendasikan kepada perempuan berusia 18 tahun ke atas (kecuali mereka yang sedang hamil) untuk wajib divaksin terlepas dari kondisi hormonal mereka. 




    Cosmo: Bagaimana sebaiknya para perempuan menjaga kesehatan sistem reproduksi mereka?

    Dr Vaishali Joshi: Para perempuan bisa menjaganya dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti rutin melakukan olahraga, mengonsumsi makanan yang bernutrisi, dan hidup dengan lebih seimbang. Olahraga seperti angkat beban tidak hanya sekadar membuat tulang kuat, tetapi juga membantu menjaga berat badan tetap stabil. Yang mana hal ini penting untuk mencegah terjadinya ketidakseimbangan hormon tubuh.






    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan India / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih bahasa: Giovani Untari / Images: Dok. Alena Shekhovtcova from Pexels, Sora Shimazaki from Pexels, Gustavo Fring from Pexels)