Beauty

6 Mitos Tentang Mencukur Yang Tidak Harus Kamu Percayai!

  by: Astriana Gemiati       17/6/2021
  • Masih dalam masa penerapan social distancing, kamu pasti sudah memikirkan betapa pentingnya bercukur. Ini adalah cara termudah dan tercepat untuk menghilangkan rambut wajah dan tubuh. Dan, perempuan yang memilih untuk bercukur bukanlah hal baru, Marilyn Monroe diyakini sebagai penggemar cukur wajah. Namun belakangan ini, mencukur mendapat reputasi buruk dan ada beberapa mitos yang beredar. Ritual menghilangkan bulu adalah bagian integral dari kebersihan setiap perempuan. Namun, seiring waktu, ada beberapa kesalahpahaman telah menimbulkan keraguan di benak para perempuan tentang akibat atau konsekuensi jangka panjang dari bercukur. 


    via GIPHY






    Ini dia 6 mitos tentang mencukur yang perlu kamu ketahui.

    #1. Mitos: Mencukur membuat rambut tumbuh kembali lebih tebal, lebih cepat, dan lebih gelap

    Fakta: Pernyataan ini tidak bisa jauh dari kebenaran.

    Faktanya, gen yang bertanggung jawab atas pertumbuhan rambut dan perubahan hormonal kamu, dan kebiasaan makan adalah faktor yang hanya dapat merangsangnya.

    Saat kamu mencukur, rambut biasanya dipotong dari permukaan kulit dan tidak dicabut, tidak seperti waxing. Ini mungkin membuat permukaan tampak lebih gelap atau lebih tebal saat rambut tumbuh kembali. Namun demikian, begitu rambut tumbuh, teksturnya akan sama seperti sebelumnya.


    #2. Mitos: Menekan pisau cukur dengan keras akan menghasilkan pencukuran yang lebih dekat

    Fakta: Banyak yang percaya bahwa menekan pisau cukur dapat memberikan hasil cukur yang lebih halus.

    Pada kenyataannya, kamu mungkin akan berakhir dengan banyak torehan dan luka. Alih-alih bereksperimen dengan teknik mencukur, gunakan pisau cukur yang tajam.


    #3. Mitos: Mencukur area yang sama berulang kali akan memberikan hasil cukur yang lebih dekat

    Fakta: Selalu ingat untuk mengganti mata pisau cukur kamu tepat waktu.

    Jika pisau cukur kamu tidak dapat menghilangkan rambut dengan benar dengan satu atau dua gesekan, itu berarti menunjukkan tanda tumpul. Tidak ada tekanan atau upaya berulang di tempat yang sama dengan pisau tumpul yang akan memberi kamu hasil yang lebih bersih, tetapi akan berakhir dengan iritasi kulit dan ruam.



    #4. Mitos: Tidak perlu menggunakan foam, gel, atau krim cukur; sabun akan bekerja dengan baik

    Fakta: Gel / busa / krim cukur diciptakan untuk membantu mempertahankan kelembapan dan menyediakan penyangga sehingga pisau dapat meluncur mulus di kulit. Jelas bahwa sabun sederhana tidak ideal untuk semua tujuan. Menggunakan sabun atau air biasa saat bercukur dapat menyebabkan kulit kering, iritasi, dan kemerahan. Jadi, belilah gel/busa/krim cukur yang direkomendasikan.




    #5. Mitos: Mencukur saja menyebabkan rambut tumbuh ke dalam dan folikulitis

    Fakta: Rambut yang tumbuh ke dalam biasanya muncul saat kulit mati menyumbat folikel rambut.

    Hal ini dapat terjadi dari segala bentuk proses menghilangkan rambut. Satu-satunya cara untuk menghilangkan masalah ini adalah dengan melakukan pengelupasan kulit secara teratur. Faktanya, pengelupasan kulit sebelum bercukur dapat membantu kamu mengatasi masalah ini. Mencukur dengan pisau tidak higienis yang mengandung bakteri atau potongan kulit mati dapat menyebabkan folikulitis.


    #6. Mitos: Mencukur setiap hari tidak baik untuk kulit

    Fakta: Mencukur sebenarnya adalah cara termudah untuk menghilangkan rambut dan juga menghilangkan kulit mati.

    Mencukur secara teratur sebenarnya dapat mengurangi kemungkinan rambut tumbuh ke dalam, yang merupakan situasi yang saling menguntungkan.










    (Artikel ini disadur dari www.cosmopolitan.in / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih bahasa: Astriana Gemiati / Nara sumber: Asawari Pawar, CMO LetsShave / Image: [email protected], [email protected], GIPHY.com)