Beauty

Apa Sebenarnya Sebum, dan Mengapa Itu Begitu Penting?

  by: Fariza Rahmadinna       20/6/2021
  • Sebum. Kamu pasti sudah tidak asing dengan istilah ini. Dikutip dari laman Very Well Health, secara singkat sebum adalah zat berminyak berwarna kekuningan yang dilepaskan oleh kelenjar minyak yang terdapat pada hampir seluruh bagian tubuh, kecuali di telapak tangan dan telapak kaki.


    Pada dasarnya, sebum sangat penting untuk menjaga kesehatan kulit secara keseluruhan. Kelebihan atau kekurangan sebum karena fluktuasi hormonal sendiri telah dikaitkan dengan masalah kulit termasuk jerawat, kulit berminyak, dan chronic itchiness serta iritasi kulit.




    Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai apa itu sebum dan mengapa sebum itu penting, simak artikel di bawah ini, girls!



    Apa itu sebum?


    Sebuah artikel dari Harvard Medical School menjelaskan bahwa sebum adalah campuran kompleks dari asam lemak, zat gula, waxes, dan bahan kimia alami lainnya yang membentuk barier untuk melindungi kulit dari terjadinya penguapan air, sehingga kulit terasa lebih lembap.


    Lebih spesifiknya, menurut studi dalam Journal Dermato Endocrinology, komposisi sebum terdiri dari trigliserida (salah satu jenis lemak darah selain kolesterol), wax esters, squalene (lemak alami) dan asam lemak bebas, yang semuanya dapat membantu mempertahankan kelembapan pada kulit.


    Dari mana sebum berasal?


    Sebum diproduksi oleh kelenjar minyak yang terdapat pada hampir seluruh bagian tubuh, kecuali di telapak tangan, telapak kaki, dan bibir bawah.


    Sebuah artikel dalam Journal of Investigative Dermatology menjelaskan bahwa kelenjar sebasea menempel pada folikel rambut, dan menghasilkan sebum melalui proses yang disebut sekresi holokrin. Kelenjar tersebut menghasilkan lipid, yang tetap berada di dalam kelenjar seperti kantong selama sekitar satu minggu sampai kantong tersebut meletus, yang membuat sebum dapat mengalir dengan bebas ke dalam folikel rambut.


    Kelenjar sebasea mulai menghasilkan sebum bahkan sejak hari pertama dilahirkan. Selama tiga hingga enam bulan pertama kehidupan, kelenjar sebasea menghasilkan sebum sebanyak orang dewasa. Dari situ, produksi sebum melambat hingga memasuki masa pubertas.


    Saat memasuki masa pubertas, produksi sebum bisa meningkat tajam. Remaja laki-laki cenderung menghasilkan lebih banyak sebum dibandingkan remaja perempuan. Hal inilah yang sering kali menyebabkan kulit remaja laki-laki cenderung lebih berminyak dan rentan berjerawat.


    Pada wanita, produksi sebum tak hanya diatur oleh hormon androgen, tetapi juga hormon progesteron atau hormon seks khusus wanita. Sedangkan pada pria, produksi sebum hanya diatur oleh hormon androgen.


    Semakin aktif hormon androgen, makan semakin banyak sebum yang dapat diproduksi oleh tubuh. Remaja laki-laki biasanya menghasilkan lebih banyak sebum daripada perempuan, karena jumlah hormon androgen pada pria lebih banyak daripada wanita.


    Setelah masa pubertas, produksi sebum pada kulit akan menurun dan berkurang seiring bertambahnya usia. Inilah yang menyebabkan mengapa orang dewasa lebih berisiko mengalami kulit kering dan pecah-pecah.


    Kelenjar sebasea paling banyak ditemukan di kulit bagian wajah, kepala, leher, dan dada. Berdasarkan Journal of Lipid Research, wajah memiliki jumlah kelenjar sebasea terbanyak, yakni memiliki sekitar 900 kelenjar sebasea per sentimeter persegi kulit, dan setiap kelenjar menghasilkan sebum!




    Menurut Ramin Fathi, seorang dokter kulit, pada area wajah, kelenjar sebasea dapat ditemukan di sekitar T-zone, itulah sebabnya area wajah ini umumnya lebih rentan terhadap jerawat. Mengapa? Karena sebum yang terkontaminasi dengan debu, kotoran, dan sel-sel kulit mati dapat menjadi penyebab munculnya jerawat.


    Selain karena faktor hormonal, produksi sebum juga bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor lainnya, yaitu faktor genetik atau keturunan, pola makan tinggi karbohidrat dan lemak, dan efek samping obat-obatan, misalnya kontrasepsi hormonal atau pil KB.


    Jadi, apakah sebum sama dengan minyak pada kulit?


    Apa yang kita sebut "minyak" pada kulit itu lebih dari sekedar sebum. Karena dalam “minyak” tersebut juga terkandung campuran keringat, sel-sel kulit mati, dan partikel kecil debu atau polusi.


    Singkatnya: Sebum dan minyak tidaklah sama. Sebum hanyalah salah satu dari banyak komponen minyak.


    Mengapa sebum penting?


    Betapapun menyebalkannya, sebum sebenarnya sangat penting untuk menjaga kesehatan kulit secara keseluruhan, yakni ketika tidak diproduksi secara berlebihan atau kurang oleh tubuh.


    Pada dasarnya, sebum berfungsi sebagai pelindung dan pelembap pada permukaan kulit, membantu mencegah kulit kehilangan air. Selain dapat membantu menjaga tingkat hidrasi kulit sehingga menjaga kulit tetap terlindungi, sebum juga dapat memberikan manfaat anti-inflamasi, antioksidan, dan antibakteri melalui berbagai komponennya.


    Secara spesifik, salah satu komponen dari sebum yakni squalene juga telah terbukti memiliki sifat pelindung UVA, atau berpotensi melindungi kulit dari bahaya paparan sinar matahari dan kerusakan kulit akibat sinar UV. Meskipun begitu, squalene tidak dapat menggantikan penggunaan sunscreen setiap hari.


    (Fariza Rahmadinna/VA/Image: Dok. Shiny Diamond/Pexels)