Love & Sex

Opps! Ini 8 Tanda Pasanganmu adalah Sosok yang Narsis!

  by: Giovani Untari       19/6/2021
  • Tanda seseorang masuk dalam kategori narsis, sebenarnya tidak bisa hanya ditentukan dari akun Instagram pribadinya yang berisi deretan foto selife-nya saja, dear!

    Karena bisa saja orang tersebut termasuk terobsesi dengan dirinya sendiri dan mereka membutuhkan rasa cinta dan apresiasi yang terus menerus. Jelas perbedaan besar antara seseorang menjadi egois, telalu mencintai dirinya sendiri, dengan seseorang yang narsis + terobsesi dengan dirinya hingga merusak hubungan kalian.

    Jadi ini dia 8 tanda kalau pasangan adalah sosok yang narsis:




    1. Ia tidak pernah merasa bersalah

    Tidak hanya dalam hubungan kalian, tetapi ia juga nyaris tidak pernah merasa bersalah jika ada sesuatu dalam hidupnya yang salah. Jika ada suatu hal yang salah di tempat kerja, ia akan menyalahkan rekan kerjanya. Ia bahkan bisa lupa membayar tagihan tepat waktu dan tidak merasa itu adalah hal yang penting.



    2. Mendominasi percakapan kalian dan selalu mengarahkan apapun berdasarkan keinginannya saja

    Selain menjadi pihak yang selalu berbicara, ia juga senang membahas berbagai hal mengenai dirinya saja. Pasanganmu bahkan terlihat tidak peduli pada masalah yang sedang terjadi atau pencapaian yang kamu raih. 

    Apabila kamu membahas hal tersebut, ia akan merasa kesal karena kamu dianggap membahas soal dirimu terlalu lama. Ia selalu berniat memotong topik pembicaraanmu, supaya ia bisa berbicara mengenai dirinya lagi lebih lama.


    3. Selalu membuat kamu merasa bersalah, padahal ia yang salah!

    Pasanganmu sering tidak merasa bersalah atas hal yang ia lakukan. Bahkan yang terburuk, ia memutarbalikan fakta dan menuduh kamu lah yang salah! Ia seperti tidak bisa bertanggung jawab terhadap tindakannya. Dan jika ada sesuatu yang salah, ia akan langsung menyalahkan orang lain.


    4. Ia begitu charming

    Pasangan yang narsis dan terobsesi pada dirinya sendiri biasanya cenderung charming dan peduli pada penampilan. Ini merupakan salah satu cara untuk semakin meningkatkan kepercayaan dirinya. Saat mereka merasa keren, mood mereka akan sangat baik. Tetapi sebaliknya, jika penampilan mereka dicap buruk atau aneh, suasananya di antara kalian langsung terasa mencekam.


    5. Menyukai perhatian dan haus pujian

    Ia sangat senang mendapat pujian positif tentang dirinya, dan kamu merasa ia membutuhkan hal tersebut secara terus menerus. Kamu juga merasa jika kamu tidak memberikannya pujian, si dia akan merasa kesal dan bad mood. Pasangan akan merasa senang (dan hubungan kalian berada di titik terbaik) saat kamu memprioritaskan dirinya.




    6. Ia tidak bisa menerima kritik, termasuk kritik yang membangun sekalipun

    Saat kamu mencoba untuk mengintervensi pembicaraannya, pasanganmu akan langsung mengeluh tentang masalah yang ada di kantornya dan ia tidak ingin mendengarkan kamu. Ia seperti tidak bisa menerima rasa tidak setuju atau opini yang kamu ucapkan, berikut kenyataan bahwa ia yang salah. Ia menolak berada di situasi tersebut sebisa mungkin. Pasangan juga tidak ingin kamu membantunya atau memberikan pandangan dari sisi lain atas masalah yang sedang dialami. Hal tersebut hanya membuatnya merasa kamu seperti sedang menyalahkannya.


    7. Hubungan kalian penuh dengan standar ganda

    Apabila ia yang pergi bersama teman-temannya saat weekend, itu bukan sebuah masalah. Tetapi jika kamu yang melakukannya, ia akan menganggap hal tersebut sebagai masalah besar karena kamu dianggap mengabaikannya. Ia bahkan sering mengkritik kamu karena dianggap berbicara soal dirimu sendiri terlalu banyak! Namun saat ia yang melakukannya, ia sama sekali tidak merasa bersalah. 


    8. Kamu selalu melakukan apapun yang ia inginkan

    Kamu jarang mendapat kesempatan untuk memilih kemana kalian akan jalan, film apa yang akan ditonton, atau makanan apa yang akan kalian nikmati. Dan itu semua bukan karena kamu adalah sosok yang laid-back. Tetapi karena setiap kali kamu mengatakan apa yang kamu inginkan, pasanganmu akan merasa kesal dan mulai mencari-cari alasan hingga kalian bertengkar. Jadi mau tidak mau, kamu menjadi pihak yang selalu mengikuti keinginannya.



    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan.com / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih Bahasa: Giovani Untari / Ed. / Images: Dok. Brooke Cagle on Unsplash, Michael Easterling on Unsplash, Lachlan Dempsey  on Unsplash)