Better You

Minum Kopi Tidak Lagi Membuatmu Bangun? Ini Alasannya!

  by: Shamira Priyanka Natanagara       22/6/2021
  • Saya biasanya memulai hari sebelum matahari terbut. Setelah menggunakan kamar mandi, saya langsung ke dapur, dan membuat secangkir kopi. Pada akhir pekan, saya mencoba untuk istirahat, tapi sama seperti weekdays, saya memulai hari dengan secangkir kopi. Itu adalah sesuatu yang saya nantikan begitu beranjak dari tempat tidur.

    Kalau kamu penasaran, saya suka kopi hitam, dengan setengah sendok teh gula muscovado. Jadi bisa dibilang saya berharap secangkir kopi tersebut akan membuat saya benar-benar melek. Akhir-akhir ini, saya memperhatikan bahwa kopi membantu membuat saya ~bangun~ saat sedang kerja—tapi ada pula saat-saat di mana saya bahkan merasa seakan-akan belum minum setetes kopi, padahal sudah menghabiskan dua cangkir penuh. Kenapa itu bisa terjadi, ya?

    ICYDK, alasan kafein membuatmu merasa lebih bangun adalah karena kafein merangsang sistem saraf pusat. Kafein meningkatkan atensi dan kesiapan, keterampilan ingatan jangka pendek, dan lainnya. Beberapa dari kalian mungkin pernah mengalami peningkatan denyut jantung dan peningkatan tekanan darah. Dan percayakah kamu bahwa kafein bekerja kalau kamu benar-benar percaya bahwa kafein akan bekerja?



    Namun kafein juga memiliki batasan. Orang-orang berpikir jika mereka minum secangkir kopi tambahan, itu akan membangunkan mereka atau membuat mereka semakin fokus selama jam kerja. Mungkin itu benar sampai titik tertentu—lalu crash terjadi. Inilah alasannya.



    Alasan kopi berhenti bekerja

    Kamu tidak cukup tidur

    Sebuah studi di Journal of Experimental Psychology mengumpulkan 276 peserta dan memberikan mereka tes kognitif; orang-orang secara acak ditugaskan untuk tetap bangun atau tidur pada malam hari. Pada keesokan harinya, para peserta mengambil ujian yang sama dan diberikan kafein. Mereka menemukan bahwa kafein membantu ketika mengerjakan masalah simpel; tapi untuk ujian yang membutuhkan lebih banyak kemampuan kognitif, orang-orang membuat kesalahan. Saat kamu tidak mendapatkan cukup tidur, kafein dapat meningkatkan fungsimu, tapi hanya untuk hal-hal yang mudah. Ada pula kemungkinan efek kafein akan menghilang lebih cepat kalau kamu lelah.


    Berkaitan dengan genetik

    Yes, ada juga faktor ini yang perlu dipertimbangkan. Dalam sebuah studi yang terbit pada tahun 2011, para peneliti menemukan bahwa beberapa orang memiliki gen yang membuat mereka hiposensitif terhadap kafein. Itu berarti bahwa meski kamu mengonsumsi banyak kopi, kamu mengalami sedikit atau hampir tidak mengalami efek. Coba bayangkan, ketika kamu minum kopi, butuh sekitar 45 menit untuk merasakan pengaruhnya. Begitu molekul kafein meraih otak, itu mengikat reseptor dipasangkan dengan adenosine (sebuah neurotransmitter yang berkaitan dengan tidur). Genetik kamu menentukan bagaimana reseptor adenosine tubuhmu bisa mengikat kafein secara efektif. Selain itu, genetik juga berperan dalam berapa lama kamu merasakan efek kafein.




    Kamu telah membangun toleransi

    Pada dasarnya, semakin banyak kopi yang kamu minum, semakin terbiasa tubuhmu terhadap kandungannya. Sensitivitas terhadap kafein menjadi berkurang. Untuk merasakan efek yang sama, orang-orang biasanya mengonsumsi lebih banyak. BTW, asupan kopi yang disarankan adalah 400mg (atau sekitar empat cangkir dalam sehari). Sayangnya, kamu bisa mengonsumsi terlalu banyak kopi. Kalau kamu mengalami sakit kepala atau bahkan kurang tidur, kemungkinan kamu harus istirahat dari kafein. Kurangi jumlah kopi yang kamu konsumsi per hari secara bertahap dan liat bagaimana tubuhmu menanggapinya.



    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan Philippines / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih bahasa: Shamira Natanagara / Ed. / Opening image: Sincerely Media on Unsplash)