Better You

Wajib Tahu! Perbedaan Antara Bersedih Dan Depresi

  by: Givania Diwiya Citta       25/6/2021
  • Depresi adalah salah satu penyakit dalam kesehatan mental yang paling banyak diderita, dengan statistik yang mengindikasikan bahwa ada sekitar 3 dari setiap 100 orang yang akan menderitanya (*data di UK). Meski begitu, masih sulit bagi kebanyakan orang untuk mendefinisikan apakah ia sedang menderita depresi, atau ia hanya mengalami fase bersedih.


    Setahun ke belakang, di mana hidup kita dibolak-balikkan oleh pandemi virus Corona, isu tentang kesehatan mental kian memicing. Riset yang dilakukan oleh organisasi amal kesehatan mental Mind mengungkapkan bahwa ada lebih dari setengah orang dewasa yang menyebut kesehatan mental mereka semakin memburuk selama masa lockdown. Tidak mengejutkan: isolasi, ketakutan, stres terkait kondisi yang tak pasti, bisa sangat mengganggu kesehatan.




    Tapi bagaimana cara mengetahui perbedaan rasa sedang bersedih, dan punya isu kesehatan mental yang perlu serius ditangani? Kesedihan adalah suatu emosi yang tak boleh disangkal, tapi ia berbeda dengan mengidap depresi. Cosmo pun mewawancarai Dr Mark Winwood, Director of Psychological Services untuk AXA PPP healthcare, untuk menjelaskan tentang cara membedakan keduanya.



    “Depresi adalah salah satu masalah paling umum dalam kesehatan mental, ia dikarakterisasikan dengan perasaan bersedih yang konstan, dan sangat berbeda dari hanya merasa bersedih sesaat,” ujar Dr Winwood.



    “Orang-orang yang hidup dengan depresi sering mengalami rasa bersalah yang intens, self-esteem yang rendah, energi dan konsentrasi yang lemah, yang seluruhnya bisa berdampak fatal pada kehidupan sehari-hari. Meski banyak yang mengalami depresi percaya bahwa mereka sendirian mengalami gejala ini, namun kenyataannya tidak begitu.”


    Saat kamu merasa bersedih, rasa tersebut bisa memengaruhi beberapa area dalam hidup, namun ketika kamu depresi, maka kamu akan mengalami beberapa gejala berikut ini. Dr Winwood menekankan: “Semua orang yang hidup dengan depresi mengalami berbagai kombinasi gejala berbeda.”




    Gejala tersebut bisa dibagi dalam tiga kategori – pikiran dan perasaan, gejala fisik, dan perilaku:


    Pikiran Dan Perasaan

    • Kurang percaya diri
    • Tiba-tiba pelupa, atau bermasalah dengan konsentrasi, atau sulit memutuskan sesuatu
    • Berpikir negatif
    • Memandang hidup tak berarti
    • Punya pikiran untuk mengakhiri nyawa sendiri
    • Merasa bersalah terus-menerus
    • Merasa tidak berharga
    • Merasa tidak akan ada pertolongan
    • Tidak bergairah
    • Mudah marah
    • Kebal terhadap emosi
    • Sulit merasa terhubung dengan orang atau selalu merasa disalahpahami
    • Merasa dalam titik rendah secara konsisten
    • Terisolasi
    • Merasa kosong
    • Tak punya minat lagi pada hobi yang biasanya dilakukan


    Perilaku

    • Memisahkan diri dari orang lain
    • Sulit untuk berbicara dengan orang lain
    • Sering menangis
    • Menghindari aktivitas menyenangkan atau kegiatan sosial
    • Menyakiti diri sendiri
    • Tidur atau makan lebih banyak atau lebih sedikit ketimbang biasanya
    • Mengonsumsi alkohol, rokok, atau obat-obatan jadi lebih sering


    Gejala Fisik

    • Nafsu makan yang meningkat atau justru menurun secara tiba-tiba
    • Kehilangan gairah dan tidak berminat lagi tentang seks
    • Kurang bertenaga
    • Merasa kesakitan semakin meningkat
    • Konstipasi
    • Pola tidur yang terganggu
    • Perubahan siklus menstruasi bagi perempuan


    “Jika Anda merasa mengalami empat atau lebih dari gejala-gejala tersebut selama sehari-hari dan telah berlangsung lebih dari dua minggu, Anda kemungkinan sedang hidup dengan depresi, dan saya merekomendasikan Anda untuk mengunjungi tenaga kesehatan untuk mendiskusikan gejala tersebut lebih jauh,” saran sang dokter.


    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan.com/uk / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih Bahasa: Givania Diwiya / Image: Anastasia Shuraeva from Pexels / Catriona Harvey-Jenner)