Better You

Ini Cara Mengembalikan Indra Penciuman yang Hilang Setelah COVID-19!

  by: Giovani Untari       28/6/2021
  • Di awal pandemi Coronavirus, kita mengenal gejala paling umum dari virus ini yaitu demam tinggi dan batuk yang terus menerus. Namun setelah beberapa bulan setelahnya, pada Mei 2020 Inggris resmi menambahkan gejala baru COVID-19 yang patut diwaspadai yaitu kehilangan indra penciuman dan perasa.

    Kehilangan indra penciuman merupakan gejala COVID-19 yang dirasakan cukup lama oleh tubuh penderitanya. Sekitar 1 dari 5 pasien COVID-19 merasakan indra penciuman mereka hilang selama hampir 8 minggu sejak pertama kali dinyatakan positif. Bahkan beberapa pasien COVID-19 juga masih kehilangan indra penciuman mereka setelah hasil testnya dinyatakan negatif. Tentu, bagi sebagian orang ini menjadi suatu hal yang cukup mengganggu aktivitas harian mereka. 

    Lantas, bagaimana cara kita mengembalikan lagi indra penciuman yang hilang setelah terkena COVID-19? Luckily, sejumlah ahli memberikan nasihatnya di sini:




    Sebuah studi yang dirilis oleh University of East Anglia (UEA) yang juga berdasarkan penelitian mereka bersama universital global lainnya, menyimpulkan bahwa smell training aka melatih indra penciuman sejauh ini adalah metode terbaik untuk mengembalikan indra penciuman ketimbang menggunakan kortikosteroid, sejenis obat yang berfungsi menurunkan kadar inflamasi dalam tubuh.





    Smell training yang bisa dilakukan adalah dengan mencoba mencium paling tidak empat aroma yang berbeda sebanyak dua kali sehari, selama beberapa bulan. Cara ini dipercaya lebih efektif untuk mengembalikan indra penciuman yang hilang.

    Pakar indra penciuman yang hilang, Professor Carl Philpott dari Norwich Medical School UEA menjelaskan: “Kortikosteroid adalah jenis obat yang bisa digunakan untuk menurunkan inflamasi dalam tubuh. Dokter kerap memberi resep obat ini untuk membantu beberapa penyakit tertentu seperti asma. Dan mereka juga menyarankan agar para pasien melakukan opsi terapi penciuman ini, termasuk kepada pasien COVID-19. Yang kami temukan di sini, justru obat kortikosteroid hanya sedikit membantu mengembalikan indra penciuman paska COVID-19. Dan karena ini adalah obat, tentu mereka berpotensi menimbulkan efek samping bagi penggunanya. Jadi saran kami, jangan mengonsumsi obat tersebut tanpa adanya resep dokter dan dengan tujuan mengembalikan indra penciuman.”





    Para ahli juga mencatat bahwa ada banyak pasien COVID-19 yang indra penciumannya kembali secara tiba-tiba setelah mereka berangsur sembuh. Tetapi tentu, melakukan smell training juga bisa sangat membantu kondisi pasien COVID-19 saat ini. “Treatment ini murah, mudah, dan bebas efek samping untuk mengembalikan lagi indra penciuman kita yang hilang karena beberapa hal termasuk karena COVID-19. Cara ini juga bertujuan untuk membantu memulihkan kondisi dari sisi neuroplasticity- yang merupakan kemampuan otak untuk mengatur ulang bagian dirinya akibat adanya perubahan atau cedera,” tukas Professor Philpott.

    Sebuah hal positif lainnya di tengah pandemi ini, Professor Philpott juga menyatakan bahwa dari hasil riset sekitar 90% pasien COVID-19 yang kehilangan indra penciumannya akan kembali pulih dalam jangka waktu 6 bulan. So, kamu tentu saja akan kembali mencium nikmatnya wangi segelas kopi hangat atau aroma parfum kesukaanmu setelah sembuh.


    Stay healthy, dear!



    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan UK / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih bahasa: Giovani Untari / Images: Dok. Pixabay from Pexels, Leah Kelley from Pexels, Julia Volk from Pexels)