Better You

Apakah Kita Bisa Menurunkan Berat Badan Hanya dari Olahraga Saja?

  by: Giovani Untari       10/6/2022
  • Bagi beberapa orang lebih mudah untuk pergi ke gym dan berolahraga ketimbang harus menahan diri untuk tidak mencicipi dessert manis yang menggugah selera. Tapi ada pula mereka yang justru kebalikannya.

    Apabila saat ini kamu sedang mencoba menurunkan berat badan kamu pasti pernah mendenga dua pilihan ini: makan lebih sedikit kalori atau berolahraga lebih intens untuk membakar semua kalori yang masuk. Itu semua teori yang sering kita dengar selama ini.

    Tetapi hasil riset ternyata tak berlaku seperti itu. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Universitas Negeri Arizona pada 81 perempuan dengan kelebihan berat badan, mereka diajak melakukan treadmill dengan durasi 30 menit, tiga kali seminggu, dan secara konsisten 12 minggu. 






    Selama sesi tersebut mereka juga berolahraga hingga mengerahkan 70% dari daya tahan maksimum mereka. Dengan kata lain mereka telah bekerja keras agar para peneliti bisa menemukan jumlah kalori yang dibakar secara tepat. Selama periode itu para perempuan tersebut juga disarankan agar tidak melakukan diet dan mengubah pola makan mereka.


    Tidak perlu diragukan lagi, latihan tersebut jelas membantu meningkatkan level olahraga dan daya tahan para peserta penelitian, ujar Glenn Gaesser, Ph.D, seorang profesor ilmu olahraga dari Universitas Negeri Arizona. Namun menariknya (dan cukup menyebalkan!), olahraga secara ekstra ternyata tidak terlalu membantu menurunkan berat badan dan juga lemak tubuh. Hampir 70% peserta justru mengalami kenaikan berat badan selama penelitian dan kebanyakan berat tersebut datang dari lemak tubuh mereka.


    Tentu, ada sejumlah teori yang muncul dari penelitan ini: peserta yang berat badannya naik bisa saja beraktivitas lebih sedikit setelah selesai melakukan treadmill. Atau mereka mengonsumsi lebih banyak makanan untuk mengganti tenaga yang hilang karena aktivitas berat tersebut. Cukup masuk akal memang mengingat olahraga dapat memicu nafsu makan pada beberapa orang.



    Kesimpulannya: hanya dengan berolahraga saja tidak banyak membantu kamu untuk menurunkan berat badan.



    Tapi bukan berarti berat badan yang meningkat setelah kamu rutin berolahraga juga sebuah hal yang buruk. “Olahraga tetaplah memiliki dampak yang baik bagi kesehatan Anda. Yang terpenting adalah menjadi lebih sehat ketimbang terlihat kurus,” ujar Gaesser. 

    Perlu kamu ketahui juga, babes: beberapa jenis olahraga juga bisa meningkatkan massa otot secara alami ketimbang lemak. Dan jumlahnya pun tidak akan terlalu banyak, tambah Gaesser.


    Terlepas dari berapa angka yang terlihat di timbangan, apabila kamu serius ingin meningkatkan kesehatanmu kamu juga perlu mengimbanginya dengan mengonsumsi makanan sehat dan berolahraga.

    Oh ada satu hal lainnya yang perlu kamu ketahui: peserta yang menurunkan berat badan paling banyak setelah empat minggu pertama sesi olahraga tersebut juga berhasil menurunkan berat badannya sampai akhir penelitian. IRL, berarti bahwa orang yang perlu menurunkan berat badan mungkin harus menimbang satu bulan setelah mereka memulai rutinitas olahraga baru, terang Gaesser.




    Apabila kamu tidak melihat adanya perubahan, coba amati kembali gaya hidupmu. Mulai dari apa yang kamu konsumsi setiap hari dan setelah berolahraga, apakah kamu sedang stres, kurang tidur atau menjalani pola hidup yang buruk lainnya. Mungkin hal tersebutlah yang menghambat kamu untuk hidup lebih sehat.



    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan.com / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih bahasa: Giovani Untari / Images: Dok. Andrea Piacquadio from Pexels. Kirill Lazarev from Pexels, olia danilevich from Pexels, Susanne Jutzeler from Pexels).