Lifestyle

Keren! Intip Pameran Seni “Menatap Mata Irlandia”

  by: Nadhifa Arundati       11/6/2022
  • Pameran karya seni selalu membuahkan berbagai makna yang tentunya membuat kita (para penikmat) terbelalak akan keindahan yang para seniman persembahkan. Tepat pada tanggal 8 Juni lalu, Kedutaan Irlandia di Indoensia dan Jakarta Land telah berkolaborasi dengan ISA Art and Design dengan menyelenggarakan pameran seni “Menatap mata Irlandia”.

    Mata Irlandia atau “Ireland’s Eye” adalah sebuah pameran seni anyar yang mengeksplorasi ide tentang seni visual sebagai critical eye terhadap dunia yang makin terhubung namun juga terpolarisasi. And if you ask who are the artists, maka Cosmo akan spill enam seniman hebat yang merupakan lulusan dari program pascasarjana Seni Rupa di dua universitas di Dublin, Irlandia. Simak!




    Anishta Chooramun 


    Di saat keindahan diterjemahkan ke dalam suatu objek, yes, seniman ini mampu merealisasikan hal tersebut ke dalam suatu lukisan. Mengeksplorasi tentang perpindahan dan perubahan aspek identitas yang terus bergulir. Anishta fokus pada elemen ritual dan dongeng yang ada dalam tradisi tari klasik Kathak (tari Indian) dan menemukan cara untuk menerjemahkan gerak tubuh ke dalam objek.



    Jamie Cross


    it’s all about home decos and interieros. Dalam karya Jamie Cross ia menampilkan sisi unik dari peralatan dan ruangan rumah yang berawal dari sebuah pertanyaan, “kapan sebuah ruang bermula?” Di mana dalam lukisan tersebut ia menggambarkan suatu kisah kehidupan sederhana – dengan ruang dan peralatan.


    Louis Haugh 


    Kalau kamu menyukai hal-hal yang berbau dengan sejarah, maka art-style yang dimiliki oleh Louis Haugh cocok untukmu. Mulai dari karya fotografi, video, sampai seni instalasi, ia menuangkan sisi ekologi, sejarah, sosiologi, identitas manusia, serta ruang secara umum – yang tentunya menyangkut dengan kehidupan di Irlandia. Salah satunya seperti proyek risek jangka panjang yang ditempuhnya saat pembuatan karya, berkaitan dengan sejarah hutan komersial di Irlandia – tentang penggundulan hutan besar-besaran dan reboisasi pasca-kemerdekaan Irlandia hinggal tahun 1850 silam. Interesting stuff.


    Vanessa Jones


    Penikmat seni beraliran figuratif mungkin akan tertarik dengan karya-karya milik Vanessa Jones – mengusung tema seputar feminism dengan objek self-potraiture, yang dibalut dengan sentuhan cat minyak, memberikan kesan lukisan khas Barat dengan simbol medieval dan proimordial, just perfect. Dalam karyanya ia menuangkan mitos, keindahan, replikasi, dan dualitas yang terkait dengan pola-pola feminism. Lukisan Vanessa menggabungkan elemen budaya Barat dan Timur yang merefleksikan darah Amerika dan Korea yang mengalir di tubuhnya.




    Bara Palcik


    Bigger world, bigger perspective, itu-lah mengapa seorang seniman bernama Bara Palcik ingin menyinggung sensitivitas terbaik crisis identity, bahkan sampai orientasi seksual. Meski saat ini kedua topik tersebut sudah mulai aktif digaungkan, namun Bara Palcik ingin mengemasnya dengan keindahan – karya yang mencakup ruang fisik seksualitas, hal ini pun ia petik dari memori dan pengalaman pribadinya semasa ia tinggal di Republik Ceko.


    Ciara Roche


    Komplikasi yang diiringi dengan keindahan – sama seperti karya lukisan Ciara Roche. Dengan memberikan penggambaran pengalaman sehari-hari di ruang publik, ia bahkan sampai melakukan observasi bagaimana cara manusia dapat hidup dan melakukan aktivitas harian dengan melewati toko ritel mewah, dan menghabiskan uang dengan kedok ‘menyenangkan diri’. Melalui penelitian yang ia tuangkan ke dalam lukisannya, ia mengeksplorasi bagaimana efek objek material dapat membentuk kadar kesuksesan seseorang – more about society standard.


    Jika kamu ingin melihat karyanya secara langsung, semua karya ini telah dipamerkan di World Trade Center 2 Jakarta sejak tanggal 17 Maret hingga 17 Juni 2022. Let’s go!