Better You

Yuk Kenali 7 Gaya Berkomunikasi dari Psikologi Berikut!

  by: Redaksi       12/6/2022
  • Sudah menjadi rahasia umum bahwa komunikasi adalah hal yang sangat penting dalam mempertahankan sebuah hubungan dari segi romantis, keluarga maupun pertemanan. Namun, nyatanya banyak dari kita masih tidak begitu paham cara yang benar untuk berkomunikasi secara efektif dan asertif.

    Kali ini Cosmo akan membantu kamu mengidentifikasi gaya komunikasi kamu berdasarkan ilmu psikologi agar kamu dapat mengasah keahlian berkomunikasi kamu lebih lanjut.

    Kira-kira apa saja ya gaya komunikasi yang ada? Keep on reading!



    1. Assertive Style


    Assertive Communication Style adalah gaya berkomunikasi yang dianggap paling ideal karena dapat mendukung self-esteem tinggi dan refleksi diri. Orang-orang yang memiliki gaya komunikasi ini biasanya dapat dengan mudah menggunakan body language dan menjaga eye contact yang baik dengan lawan bicaranya sehingga terlihat percaya diri.

    Gaya komunikasi ini membantu kamu mencapai tujuan kamu tanpa menyakiti atau dilindas orang lain. Dengan gaya yang asertif kamu dapat menunjukan kepercayaan diri kamu agar lawan bicara kamu dapat mengerti dengan jelas apa yang kamu butuhkan. Orang-orang yang menggunakan gaya asertif lebih sering mengekspresikan diri menggunakan pernyataan “aku” dan selalu menerima adanya kemungkinan perbedaan pendapat dengan lawan berbicara.


    2. Aggressive Style


    Aggressive Communication Style adalah gaya komunikasi yang mengedepankan kepentingan diri sendiri walaupun dapat menyakiti perasaan orang lain. Biasanya orang-orang yang menggunakan gaya komunikasi ini merasa bahwa kebutuhan mereka jauh lebih penting dibanding kebutuhan orang lain. Aggressive communication biasanya melibatkan suara bernada tinggi dan keras terhadap lawan bicara. Gaya komunikasi yang satu ini mengandalkan intimidasi dan menyudutkan lawan bicara dengan tujuan memenangkan argumen.

    Sebenarnya gaya komunikasi ini tidak efektif ya, dear! Karena lawan bicaramu akan lebih fokus dengan reaksi apa yang mereka harus berikan terhadap cara penyampaian kamu yang kasar dibandingkan inti dari percakapannya.

    3. Passive-Aggressive Style


    Passive-Aggressive Communication Style adalah gaya komunikasi yang melibatkan penggunaan sikap pasif di depan lawan bicara namun melampiaskan kemarahan kamu secara tidak langsung dibelakang. Biasanya orang-orang yang menggunakan gaya ini seringkali agresif secara tidak langsung dengan memanipulasi lawan bicaranya. Seringkali mereka cukup menyenangkan di depan namun di belakang bergosip dan bermuka dua.

    Dengan menggunakan gaya komunikasi ini, kamu mungkin dapat mencapai tujuanmu. Namun, gaya komunikasi ini akan menciptakan efek yang berjangka panjang dimana orang-orang disekitar kamu akan enggan untuk mempercayaimu meskipun kamu sedang berbicara dengan jujur dan ikhlas.

    4. Submissive Style


    Submissive Communication Style adalah gaya komunikasi yang biasanya digunakan oleh orang-orang yang ingin menghindari konflik dan lebih fokus untuk menyenangkan orang lain. Seseorang yang memiliki gaya komunikasi tersebut biasanya mementingkan kebutuhan orang lain dibandingkan kebutuhan diri mereka sendiri.

    Dengan menggunakan gaya komunikasi ini kamu akan merasa inferior dan mengalami kesusahan untuk menyampaikan maksud dan tujuan kamu ke orang-orang disekitarmu. Sebaliknya juga, lawan bicaramu akan merasa bersalah dan frustasi dengan cara komunikasi kamu yang terlalu apologetic. Menjadikan dirimu sebagai doormat untuk orang lain itu bukan hal yang baik karena dapat berdampak sangat buruk terhadap self-esteem kamu!

    5. Manipulative Style


    Manipulative Communication Style adalah gaya komunikasi yang biasa digunakan untuk memanfaatkan orang lain. Orang-orang yang menggunakan gaya komunikasi ini biasanya sangat licik dan penuh perhitungan. Selain itu mereka juga jarang sekali mengkomunikasikan kebutuhan mereka secara langsung, melainkan mereka lebih memilih untuk menimbulkan rasa bersalah di dalam orang lain agar melakukan apa yang mereka minta.

    Dengan menggunakan gaya komunikasi ini hubungan kamu dengan orang-orang disekitarmu terancam menjadi toxic, karena lawan bicaramu akan merasa dimanfaatkan dan diperlakukan dengan tidak baik.

    6. Direct Style


    Direct Communication Style adalah gaya komunikasi dimana pembicara tidak mencoba untuk menutupi pesan dan maksud yang ingin dia sampaikan. Biasanya orang-orang yang menggunakan gaya komunikasi ini dapat mudah dipahami oleh orang lain. Namun ada kalanya saat lawan bicara sedang sensitif atau tidak ingin mendengar sesuatu, tetapi orang-orang dengan Direct Communication Style akan tetap menyampaikan apa yang ada di pikiran mereka.

    Dengan menggunakan gaya komunikasi ini, lawan bicara kamu dapat dengan cepat mengetahui apa yang kamu maksud tanpa harus bertele-tele. Namun alangkah baiknya apabila kamu bisa membaca situasi untuk menghindari menjadi terlalu frontal di waktu yang salah.

    7. Indirect Style


    Indirect Communication Style adalah gaya komunikasi yang merupakan kebalikan dari Direct Communication. Biasanya orang-orang yang menggunakan gaya komunikasi ini cenderung menutupi niat dan kebutuh mereka yang sebenarnya. Sebagai contoh, apabila ada suatu kejadian yang kurang disukai dengan seseorang yang memiliki gaya komunikasi ini mereka akan memilih untuk memberikan tanda-tanda secara halus seperti penggunaan ekspresi wajah daripada berbicara secara langsung.

    Dengan menggunakan gaya komunikasi ini lawan bicara kamu akan kesusahan untuk menerima dan mengerti maksud dari gerak-gerik mu. Hal ini dapat menyebabkan banyak masalah karena dapat mendorong terjadinya kesalahpahaman.

    (Ameina Dewi / Dok. Gary Barnes from Pexels, Sora Shimazaki from Pexels, Keira Burton from Pexels, RODNAE Productions from Pexels, Alex Green from Pexels, Cottonbro from Pexels, Lukas from Pexels dan George Pak from Pexels).