Love & Sex

Kenali 4 Tipe Attachment Styles Dalam Hubungan

  by: Redaksi       20/6/2022
  • Hubungan di antara kita dan pasangan tentunya tidak akan selalu mulus, bahkan seringkali kita merasa bahwa keinginan kita selalu bertentangan dengan pasangan. Kebanyakan dari kita seringkali langsung berasumsi bahwa saat konflik terjadi, berarti pasangan kita sudah tidak lagi menyayangi kita. Namun nyatanya, seringkali sebuah konflik muncul karena kedua belah pihak tidak dapat mengerti kebutuhan satu sama lain secara baik. Untuk mengerti apa yang dibutuhkan oleh pasangan kita, alangkah baiknya bila kita mengenali history mereka terlebih dahulu.

    Attachment Styles Theory adalah sebuah teori psikologi yang digagas oleh John Bowlby dan dikembangkan oleh Mary Ainsworth yang menjelaskan bahwa cara kita menavigasi hubungan interpersonal sebagai orang dewasa ternyata memiliki keterkaitan terhadap cara kita membangun hubungan dengan sosok orang tua saat kita masih berumur dini. Berdasarkan teori ini, dinyatakan bahwa terdapat 4 tipe attachment yang berbeda.

    Kira-kira tipe kamu yang mana, ya? Keep on reading to know more!



    1. Secure Attachment Style


    Tipe yang pertama adalah Secure Attachment yang merupakan hasil dari rasa aman yang telah dibangun dengan baik dan benar oleh sosok orang tua di masa kecilmu. Karakteristik utama dari seseorang yang memiliki Secure Attachment Style adalah memiliki kemampuan untuk meregulasi perasaan dengan baik, merasa nyaman dalam hubungan intim namun memiliki kemampuan untuk berdiri sendiri dan dapat dengan mudah mempercayai orang lain. Selain itu mereka juga memiliki self-esteem yang tinggi dan dapat berkomunikasi dengan orang lain secara efektif. Dalam sebuah hubungan romantis, orang-orang dengan Attachment Style ini pada umumnya memiliki energi yang positif dan dapat mengekspresikan rasa sayang terhadap pasangan dengan baik. Selain itu, mereka juga dapat mempercayai niat dan kelakuan pasangan dengan mudah dan jarang merasa cemburu yang berlebih. Hal ini dapat terjadi karena mereka percaya bahwa diri mereka layak untuk dicintai dan tidak membutuhkan kepastian dari pihak eksternal.


    Secure Attachment Style dapat terbentuk apabila di masa kecilmu, kamu memiliki sosok orang tua yang selalu hadir secara emosional dan dapat memberikan validasi dan dukungan kepadamu tanpa memberikan hukuman. Alhasil membangun rasa aman dan pengertian dalam dirimu bahwa kamu berhak untuk merasa dipahami dan dihargai.

    2. Avoidant Attachment Style


    Tipe yang kedua adalah Avoidant Attachment Style atau juga dikenal sebagai Insecure Style yang merupakan hasil dari sosok orang tua yang tegas atau tidak dapat mendekatkan diri ke kamu secara emosional dan mendorong kamu untuk memiliki rasa kemandirian yang kuat terlalu dini. Karakteristik utama dari seseorang yang memiliki Avoidant Attachment Style adalah rasa kemandirian yang sangat tinggi dan tidak merasa membutuhkan kehadiran orang lain di kehidupan pribadi. Sering menjauh dari keintiman emosional ataupun fisik dan sangat sulit untuk mempercayai orang lain. Dalam sebuah hubungan romantis, seseorang dengan Anxious Attachment Style akan mencoba mencegah sebuah hubungan untuk memiliki makna emosional yang lebih dalam dengan menjauhkan diri dan menyimpan banyak informasi tentang diri mereka dari pasangan. Hal ini dapat terjadi karena kebutuhan untuk memiliki keintiman emosional dengan orang lain kurang ada di kepribadian ini.

    Avoidant Attachment Style dapat terbentuk apabila di masa kecilmu kamu memiliki sosok orang tua yang sering mengabaikan kebutuhan dasar kamu dan sering terlihat tidak tertarik dengan harapan, mimpi atau ketakutanmu, melainkan mereka lebih peduli dengan hal-hal seperti nilai atau sopan santun. Alhasil membangun pengertian di dirimu bahwa, untuk menjalani hidup, kamu harus memiliki kemandirian yang tinggi sehingga tidak perlu bergantung ke orang lain untuk apapun.

    3. Anxious Attachment


    Tipe selanjutnya adalah Anxious Attachment Style atau juga dikenal sebagai Ambivalent Attachment Style yang merupakan salah satu variasi dari Insecure Attachment Style. Karakteristik utama dari seseorang yang memiliki tipe ini adalah, memiliki rasa takut akan ditinggalkan atau ditolak oleh orang-orang yang mereka sayangi atau kecenderungan untuk terlalu bergantung terhadap orang lain untuk validasi dan mengatur emosi. Selain itu mereka memiliki kepercayaan diri yang sangat rendah dan sangat sensitif terhadap kritik orang lain. Biasanya seseorang dengan tipe ini juga menghadapi kesusahan dalam mempercayai orang lain dan tidak bisa ditinggal sendiri. Dalam sebuah hubungan romantis, seringkali seseorang yang memiliki Anxious Attachment Style biasanya menunjukkan kecemburuan dan ketidakpercayaan yang intens. Selain itu mereka juga membutuhkan kepastian secara terus menerus dari pasangan mereka dan seringkali menyalahkan diri apabila ada konflik yang muncul di dalam hubungan tersebut. Hal ini dapat terjadi karena adanya ketakutan yang mendalam akan ditinggalkan dan kepercayaan bahwa mereka tidak layak untuk dicintai.

    Anxious Attachment Style dapat terbentuk apabila di masa kecilmu, kamu memiliki sosok orang tua yang tidak konsisten dalam membangun hubungan denganmu. Terkadang sosok orang tua ini bisa memberikan afeksi dan mendengarkan kebutuhanmu sebagai anak kecil, namun bisa dengan tiba-tiba menjauh dari kamu dan menjadi tidak peduli akan kebutuhanmu. Seringkali orang tua di sini membuatmu merasa bahwa mood mereka yang terus berganti adalah tanggung jawab kamu sebagai anak. Oleh karena itu, kamu memiliki pengertian bahwa kamu harus selalu menjaga perasaan orang lain karena perilaku orang lain tidak bisa ditebak.

    4. Disorganized Attachment Style


    Tipe yang terakhir adalah Disorganized Attachment Style yang dapat dimengerti sebagai sebuah perilaku yang tidak konsisten dan kesulitan yang sangat tinggi dalam mempercayai orang lain. Karakteristik utama dari tipe ini adalah campuran antara Anxious Attachment Style dan Avoidant Attachment Style, dimana seorang individu dengan Attachment Style ini memiliki ketakutan terhadap penolakan dan sering merasakan kecemasan tingkat tinggi. Selain itu mereka juga tidak dapat meregulasi perasaan diri sendiri dan sering menunjukkan perilaku yang kontradiktif. Biasanya seseorang yang memiliki tipe ini juga berjuang dengan gangguan kesehatan mental lainnya seperti mood disorder atau personality disorder. Dalam sebuah hubungan romantis, seseorang dengan Disorganized Attachment Style memiliki kecenderungan untuk memiliki perilaku yang tak terduga dan membingungkan bagi pasangan. Walaupun mereka sangat ingin dicintai dan selalu mencari cinta dari orang lain, mereka juga mendorong dan menjauh dari seseorang yang ingin memberikan mereka kasih sayang karena ketakutan mereka akan rasa cinta. Mereka selalu menganggap bahwa pasangan mereka tidak dapat diprediksi dan akan menyakiti mereka suatu saat nanti. Oleh karena itu, seseorang dengan Attachment Style ini selalu bergulat dengan diri mereka sendiri, antara membutuhkan keamanan, intimasi, dan ketakutan akan hal itu.

    Salah satu alasan paling umum di balik terbentuknya Disorganized Attachment Style adalah pengalaman trauma besar di masa kecil, biasanya dari penelantaran atau pelecehan. Di sini, sosok orang tua yang biasanya dilihat sebagai sumber kenyamanan terlihat sebagai sumber ketakutan dan keamanan di waktu yang bersamaan. Hal ini menyebabkan kamu memiliki perilaku yang tidak teratur karena rasa bingung yang muncul akan perilaku orang tua yang menyakitimu, tapi dapat memberikan kenyamanan dari segi finansial maupun emosional di waktu yang lain.

    (Ameina Dewi /GD / Images from Freepik @tirachardz, @DrazenZigic, @wayhomestudio dan @stefamerpik / Layout: Rhani Shakurani)