Lifestyle

Ini Ciri-Ciri Teman Yang Hanya Memanfaatkanmu

  by: Haninadhira Husaini       24/6/2022
  • Well, terkadang sulit untuk mengetahui mana teman yang benar-benar baik dan teman yang hanya ingin memanfaatkanmu untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. It’s not easy to handle it, karena pada dasarnya sesama teman itu memang harus saling membantu. Tetapi ketika kamu sudah menganggap seorang teman sebagai orang yang sangat dekat dengan kamu namun ternyata mereka hanya memanfaatkanmu, itu merupakan hal yang tidak sehat. AKA, toxic!

    Di sini, Cosmo ingin memberikan beberapa ciri teman yang hanya memanfaatkan kamu agar kamu tidak tertipu lagi. OK? Let’s find out!

    1.    Hanya menghubungimu ketika butuh

    Girls, coba perhatikan kembali dengan baik bagaimana perlakuannya kepadamu. Apakah dia hanya akan datang kepadamu di saat membutuhkan bantuanmu? Dan sebaliknya, jika dia menjauh dari kamu atau bahkan tidak merespons kamu ketika kamu membutuhkannya?

    Hmm, itu merupakan hal yang sangat jelas bahwa dia hanya memanfaatkan kamu ketika membutuhkanmu tanpa menganggap bahwa kamu adalah teman dekatnya! Alert: toxic!

    2.    Memanfaatkan hal yang kamu miliki

    Salah satu cara lain untuk melihat bagaimana temanmu hanya memanfaatkanmu adalah ketika dia hanya datang karena membutuhkan fasilitas menarik yang kamu miliki. Misalnya kamu menggunakan mobil untuk bepergian lalu temanmu akan datang kepadamu untuk menumpang. Namun ketika kamu sedang tidak menggunakan mobil, dia tidak mengharapkan kehadiranmu.



    3.    Pergi bersama temanmu yang lain tanpa mengajakmu

    Jika temanmu menganggap bahwa kamu bagian dari lingkaran pertemanannya, dia pasti akan mengajakmu ketika pergi bersama temanmu yang lain. Namun jika temanmu hanya mengajakmu pada saat tertentu, bisa jadi karena dia hanya memanfaatkanmu ketika butuh.

    4.    Membicarakan kekuranganmu ke orang lain

    Sebenarnya merupakan hal yang mudah untuk mengetahui apakah temanmu merupakan orang yang tulus atau tidak sebagai teman. Misalnya ketika kamu sedang berkumpul dengannya namun dia sibuk membicarakan kekurangan temanmu yang lainnya. Bisa jadi, ketika dia sedang berkumpul dengan temanmu yang lain ketika kamu tidak ada, kamu yang menjadi bahan omongannya. It’s obvious: toxic!




    5.    Tidak menerima pendapatmu

    Setiap rencana yang harusnya dibuat secara bersama-sama, namun pendapatmu tidak pernah didengarkan. Entah karena tidak setuju dengan pendapatmu, atau kehadiranmu hanya sekadar untuk penambah saja.

    Padahal seharusnya sebuah kesepakatan itu harus dibuat berdasarkan persetujuan semua pihak. Misalnya kamu dan teman-temanmu janjian ingin bertemu di suatu tempat, namun saranmu ditolak begitu saja. Well, bisa jadi karena keberadaanmu memang tidak dianggap penting.



    (Haninadhira Husaini / Image: Dok. Layout S. Dewantara)