Lifestyle

Memacu Kreativitas Dalam Era Digital

  by: Redaksi       8/7/2011
  •  

    Mungkin Anda bertanya-tanya apa yang dimaksud dengan Pecha Kucha. Pecha Kucha berasal dari bahasa Jepang. Memiliki arti suara yang keluar dari sebuah percapakan. Pecha Kucha Night sendiri merupakan sebuah wadah untuk mempublikasikan hasil karya kreatif. Acara tersebut digagas oleh Astrid Klein dan Mark Dytham untuk pertama kalinya di Roppongi, Jepang pada tahun 2003, gerakan ini kemudian menyebar hingga ke lebih dari 410 kota di dunia.



    Di Indonesia sendiri Pecha Kucha Night diadakan pertama kali pada 10 Maret 2009. Dan pada tanggal 7 Juli 2011 lalu bertempat di Jakarta Convention Centre, menjadi bagian dari Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI), Pecha Kucha Jakarta Volume 9 hadir dengan tema “ID Kreatif”. Sebanyak12 penggiat industri kreatif berbagi ide serta menginspirasi para penonton melalui slide presentasi ala Pecha Kucha. “Setiap pembicara akan menampilkan 20 buah slide yang masing-masing dipresentasikan selama 20 detik. Inilah yang menjadi keunikan dari Pecha Kucha. Sekaligus menjadi tantangan bagi pembicara,” jelas Sharon Issabela, konsultan komunikasi yang menyelenggarakan event ini.

    Acara dibuka oleh penampilan Sayap Nusantara, sebuah projek yang dibentuk oleh seorang komposer muda, Renzo La Vis dengan memadukan antara musik etnik nusantara dengan musik digital. Kemudian dilanjutkan dengan presentasi yang dilakukan oleh 12 pembicara yakni Marlin Sugama (Main Studios), Vincentius Hening (Agate Studio), Anto Motulz (Comic Artist), Dian (Altermyth), Ramadona Samita (Komodoz), Rofiq (K-deep Animation), Kris Antoni (Toge Production), Wahyu Aditya (Hello Motion Academy), Iqbal Aribaskara (Komikoo.com), Eko Nugroho (Kummara), Oddie Frente (Fiksimini), dan Daniel Prasatyo (Jejakubikel). Acara ditutup dengan penampilan salah satu band puisi-musik Bali PM.



    “Konvensi PPKI diharapkan dapat berkolaborasi dengan berbagai pihak yang bergerak dalam industri kreatif, salah satunya Pecha Kucha Jakarta. Kami melihat Pecha Kucha Jakarta merupakan salah satu institusi yang memiliki basis komunikasi kreatif yang kuat, dan kerjasama ini diharapkan dapat menjadi awal terbentuknya saluran-saluran kolaborasi baru dan meningkatkan sinergi pembangunan industri kreatif Indonesia,” jelas Elitua Simarmata, Direktur Eksekutif Indonesia Kreatif. Adapun PPKI merupakan acara tahunan industri kreatif terbesar di Indonesia dan sudah dilaksanakan sejak tahun 2007. Konvensi PPKI tahun ini mengambil tema “Kolaborasi Kreatif Menuju Indonesia Mandiri” dan memfokuskan pada kolaborasi, pengembangan creativepreneur, dan fasilitasi.

    Sebagai kota ke-177 di dunia yang mengadakan Pecha Kucha Jakarta diharapkan dapat menjadi wadah kreativitas bagi kaum metropolitan ibukota. Selain Jakarta, kota lainnya yang menangkap virus ide Pecha Kucha adalah Bandung, Denpasar, dan Surabaya. (Calvin Hidayat/FT)