Love & Sex

Choose One: Boy “Friend” or “Boyfriend”?

  by: Redaksi       18/7/2011
  • Punya sahabat pria yang sangat mengerti dan selalu ada ketika Anda butuhkan? Hmm..mulailah berhati-hati dengan perasaan Anda. Jangan sampai peran mereka menggantikan peran pasangan yang seharusnya lebih diutamakan. Hey dear, Anda harus bisa jaga diri dan jarak. Sebutuh-butuhnya Anda dengan si sahabat, pasangan jangan sampai dinomorduakan. Sulit lho melepas perasaan “butuh” akan mereka ketika perasaan Anda sudah terbiasa. Simak lima hal di bawah ini yang membuat Anda harus serius memberi jarak pada mereka.

    Oops..Saya Terjebak!

    Kedekatan lama yang terjalin membuat Anda berdua merasa nyaman dalam segala hal. Seringkali perhatian yang diberikan olehnya menimbulkan rasa bahagia yang membuat Anda merasa dihargai dan disayangi. Hal ini sesugguhnya merupakan tanda-tanda bahwa Anda rentan terjebak dengan perasaan senang diperhatikan dan merasa jatuh cinta pada kenyamanan yang ia bawa. Beware darling! Secara tidak sadar, hal ini bisa mengancam hubungan Anda dengan pasangan karena bibit-bibit cinta mulai timbul.



    Stop Curhat!

    Cosmo menyarankan anda untuk berhenti bercerita tentang segala hal pada si sahabat terlebih saat sedang bermasalah dengan pasangan. Moment itu kadang membuat Anda berdua jadi merasa saling membutuhkan dan dibutuhkan. Dia akan merasa lebih berharga dibanding pasangan Anda dan Anda pun akan merasa lebih ingin bersamanya. Oh please, ini akan membuat keadaan makin runyam ketika pasangan tahu kemana Anda pergi ketika sedang ada masalah.

    Biasa Saja

    Saat si sahabat memberikan perhatian termanisnya, pastikan dulu sikap yang akan Anda ambil. Janganlah terlalu senang dan berterima kasih secara berlebihan. Contoh, tidak usah memberi hadiah spesial sebagai ucapan terima kasih, tidak memeluk dengan sepenuh hati, tidak mengiriminya sms dengan kata-kata manis, serta tidak membalas perhatiannya dengan aksi teristimewa Anda. Ingatlah bahwa Anda sudah memiliki pasangan. Fokus hati jangan jadi buram hanya karena baiknya sahabat Anda lho.

    Peran Ganda



    You’re a part time lover and a full time friend....”

    Cuplikan lagu The Moldy Peaches ini cukup menjelaskan bahwa peran sahabat pria memang bisa jadi dobel. Pasalnya, memiliki sahabat dan pasangan adalah impian tiap orang. Sedangkan saat Anda punya sahabat pria, perannya akan bertambah karena ia bisa mengaktifkan peran “pacar” dan juga “sahabat” bagi Anda. Ini pula sebabnya banyak orang percaya bahwa pria dan wanita tidak akan pernah betul-betul bisa bersahabat apalagi ketika Anda sudah punya pasangan.

    Tegaskan

    Jika Anda terlanjur gandrung dengan si sahabat, sebaiknya pikir dua kali untuk melanjutkan hubungan dengan pasangan. Perasaan yang Anda punya bisa jadi sulit dipahami saat Anda menginginkan keduanya. Babe, pada tahap ini kondisi hubungan kalian semua sudah berbahaya dan bisa mengarah ke perselingkuhan yang kusut. Anda sendiri akan merasa tersiksa dengan apa yang Anda rasa. Oleh sebab itu, putuskanlah dari awal untuk lebih tegas pada satu pihak. Kontrol diri, jangan terlalu manja pada perasaan Anda, dan gunakan logika. Keinginan bersama tidak selamanya harus dituruti kok. Sebab saat semua terlanjur dituruti, bukan hanya mereka yang akan sakit hati, Anda pun bisa menderita karenanya. Ouchh! (Rengganis Parahita/VP)