Better You

Jenis Vaksinasi Saat Hamil

  by: Hagi       11/7/2013
  • Ada beberapa jenis imunisasi yang virusnya bisa berbahaya buat janin bila disuntikkan saat sudah hamil. Tapi jika tubuh Anda dibiarkan terpapar penyakit tersebut tanpa penanganan, maka juga bisa berakibat fatal buat perkembangan bayi Anda nantinya. Itulah kenapa pemeriksaan kesehatan sebelum Anda hamil penting untuk dilakukan. Kalau imunisasi untuk melindungi tubuh Anda sudah lengkap sebelum hamil, maka janin di dalam tubuh Anda pun bisa berkembang optimal nantinya. Berikut adalah imunisasi yang direkomendasikan oleh Centers for Disease Control and Prevention untuk diambil sebelum Anda hamil.

    Human Papillomavirus (HPV)
    Imunisasi ini penting untuk melindungi tubuh dari penyakit di area vagina, termasuk kanker serviks. Di beberapa negara maju seperti New Zealand, sudah menjadikan imunisasi ini sebagai program pemerintah untuk diberikan secara gratis kepada semua wanita berusia 12 hingga 20 tahun. Jika Anda sudah aktif secara seksual dan belum pernah mendapatkan imunisasi ini sebelumnya, sebaiknya lakukan pap smear terlebih dahulu. Jika terbukti kalau Anda negatif terhadap kanker serviks, maka Anda bisa mengambil imunisasi ini.
    Buat janin: Imunisasi ini masih tergolong baru. Jadi masih belum diketahui apakah aman buat janin atau tidak sehingga tidak direkomendasikan untuk disuntikkan kepada wanita hamil. Patut diingat kalau imunisasi ini dilakukan sebanyak tiga rangkaian. Jadi kalau Anda ternyata hamil padahal masih ada dua seri imunisasi lagi yang harus dilakukan, maka tunda dahulu sampai setelah Anda melahirkan nanti.

    Measles, Mumps, Rubella (MMR)
    Virus ini bisa mengakibatkan janin mengalami cacat lahir, hingga komplikasi lainnya jika Anda terjangkit saat hamil. Bahkan jika Anda terinfeksi rubella (atau yang biasa disebut campak Jerman) saat trimester awal kehamilan, kemungkinan akan mengalami keguguran adalah sebesar 50%. Jadi jelas kan, kenapa penyakit ini merupakan ancaman serius buat ibu hamil. Dan meskipun ketika kecil dulu Anda sudah pernah mendapatkan imunisasi ini, bukan berarti Anda lantas 100% terbebas dari penyakit, karena kekebalan itu bisa berkurang. Jadi sebaiknya Anda tetap melakukan tes darah untuk memastikan apakah tubuh Anda masih kebal atau butuh imunisasi lagi.
    Buat janin: Virus yang digunakan untuk imunisasi ini adalah virus hidup atau aktif. Jadi bisa membuat bayi Anda terlahir cacat atau mengalami gangguan lainnya. Agar aman, lakukan imunisasi paling tidak satu bulan sebelum kehamilan, atau lakukan segera setelah melahirkan.





    Varicella
    Ketika kecil dulu, di saat banyak teman Anda terlihat menyeramkan karena penyakit cacar air, Anda justru tidak terkena sama sekali. Apakah ini membanggakan? Sudah pasti! Tapi sekarang, kondisi ini  justru menghawatirkan karena ada kemungkinan tubuh Anda belum memiliki imunitas terhadap penyakit ini. Dan terjangkit cacar air saat sudah dewasa, bukan saja bisa jadi dua kali lipat lebih memalukan, tapi bisa jadi serius, terutama kalau Anda sedang hamil kala itu karena penyakitnya bisa jadi lebih parah buat Anda bahkan Si Bayi nantinya bisa terlahir dengan sindrom varicella.
    Buat janin: Karena efek dari imunisasi ini belum diketahui terhadap janin, maka Advisory Committee on Immunization Practices menyatakan kalau ini tidak aman buat ibu hamil. Jadi, pastikan Anda menunggu paling cepat satu bulan setelah diimunisasi untuk memulai kehamilan. (Yoanita Listiawati/Image:Dok.Cosmo Pregnancy)