Better You

Manfaat Minum Susu Almond

  by: Redaksi       1/7/2014
  • There's a new hit drink for your healthy life, ladies. Ya, susu almond! Susu almond memang sedang tren di kalangan pecinta hidup sehat. Bahkan media sosial seperti Instagram mulai diramaikan oleh foto susu almond. Di luar negeri, susu almond telah menjadi produk komersial, tak seperti di Indonesia yang baru-baru ini naik daun. Produksi susu almond di Indonesia masih homemade yang prosesnya sama sekali tidak melibatkan suhu tinggi. Karenanya susu almond lebih fresh dan sehat karena enzim dan zat gizinya tidak rusak akibat pemanasan. Susu almond juga punya manfaat yang jauh berbeda dengan susu sapi, lho.

    Mampu Menurunkan Berat Badan
    Sementara susu sapi mengandung kalori yang cukup besar yaitu 146 kalori, susu almond hanya mengandung sedikit kalori yaitu 60 kalori saja untuk satu gelasnya. Dengan minum susu almond, diet Anda akan terjaga dengan baik.

    Menyehatkan Jantung
    Susu almond tidak mengandung kolesterol jahat, namun memiliki asam lemak omega-3 yang tinggi seperti yang terkandung dalam ikan. Susu ini juga rendah sodium sehingga sangat baik untuk mencegah tekanan  darah tinggi dan sakit jantung.



    Membuat Kulit Bersinar
    Susu almond memenuhi 50% kebutuhan tubuh akan vitamin E. Nutrisi pada vitamin E mengandung antioksiden yang baik untuk kulit dan melindungi kulit dari efek sinar matahari.

    Memperkuat Tulang
    Sebanyak 30% kebutuhan kalsium dan 25% vitamin D Anda akan terpenuhi dengan minum susu almond. Kedua nutrisi ini cukup untuk menjaga kekuatan tulang dan gigi Anda, juga menghidarkan Anda dari  arthritis dan osteoporosis.



    Memperbaiki Otot
    Meski hanya mengandung 1 gram protein per gelas, susu almond mengandung banyak vitamin B seperti zat besi dan riboflavin. Mengonsumsi susu almond dapat merangsang pertumbuhan dan memperbaiki struktur otot.

    Mengurangi Risiko Diabetes
    Susu almond adalah minuman rendah karbohidrat. Satu gelas susu almond hanya mengandung 8 gram karbohidrat. Karena indeks glikemik rendah, tubuh Anda akan menggunakan karbohidrat sebagai energi sehingga gula tidak disimpan sebagai lemak sehingga risiko diabetes berkurang. (Indira Listiarini/FT/Image: iStock/Thinkstock)