Love & Sex

Jangan Lakukan Hal-Hal Ini Setelah Putus

  by: Silvya Winny       3/7/2015
  • Butuh waktu memang untuk bisa “sembuh” dari sakitnya putus cinta. Tapi kehidupan Anda tetap harus lanjut, kan? Berikut enam hal yang harus dihindari setelah putus cinta.

    Mengontak Sang Mantan

    Mengontak mantan via telepon mau pun pesan instan tak lama setelah putus is a huge no-no. Anda mungkin penasaran apa yang sang mantan sedang lakukan, tapi kebiasaan inilah yang membuat Anda sulit move on. Apa salahnya menyendiri sementara waktu? Alihkan dengan menelepon BFF Anda, membaca buku, atau lakukan kegiatan yang lebih bermanfaat. Mencoba bisnis baru atau mencoba solo traveling? Do it!



    Mengasihani Diri Sendiri

    Tak perlu berlama-lama sedih sambil mendengarkan lagu Someone Like You milik Adele. Sedih karena putus cinta itu wajar, namun ingat, itu semua ada batasannya. Jangan sampai pekerjaan dan kesehatan Anda terabaikan hanya karena masalah ini.

    Melakukan Segala Hal Berlebihan

    Jangan lakukan hal yang akan Anda sesali belakangan hanya karena butuh pelampiasan. Misalnya makan berlebihan atau shopping menggunakan kartu kredit hanya karena lapar mata.

    Terburu-buru Kembali Menjalin Hubungan



    Percayalah ladies, menjalin hubungan hanya demi menanggalkan status lajang dan agar tidak merasa sendiri bukan cara terbaik untuk memulihkan patah hati setelah putus. Sangat wajar jika Anda rindu akan perhatian seseorang pada Anda. Coba saja pikirkan apabila kekasih baru Anda masih punya perasaan orang lain? Tidak mau, kan?

    Trauma Menjalani Hubungan

    Ketika sebuah hubungan tidak berjalan mulus, bukan berarti Anda akan selamanya sendiri. Jangan sampai Anda kehilangan kepercayaan diri hanya karena hal ini. Jika sang mantan memutuskan hubungan dengan Anda, artinya ia tidak menemukan apa yang dicari dalam suatu hubungan dan bukan sepenuhnya salah Anda.

    Membicarakan Hal Negatif Soal Mantan

    Membicarakan hal negatif tentang mantan kepada orang lain atau melontarkan kata-kata kasar untuk “balas dendam” kepada sang mantan hanya akan membuat Anda terlihat lemah dan tidak bisa menghadapi kenyataan. Sebaliknya, Anda harus fokus mencapai tujuan Anda dan apa yang Anda inginkan daripada terlalu fokus dengan hubungan yang sudah berlalu. (Soca Massardi / VP / Image: various)