Celebrity

Dayu Hatmanti: A Cool Traveler with Attitude

  by: RedaksiCosmopolitan       8/7/2015
  • Pagi itu, Cosmo bertemu dengan traveler cantik, Dayu Hatmanti. Seperti biasa, wanita berambut pendek itu langsung menyapa Cosmo dengan senyumnya yang menyenangkan. Dengan kulitnya yang sedikit tanned, kira-kira ia habis berlibur dari mana lagi ya? Penasaran dengan cerita traveling wanita pemilik akun Instagram @dayuhatmanti ini yang pastinya super seru? Simak wawancara eksklusif Cosmo bersama pemenang Cosmopolitan Indonesia Fun Fearless Female 2013 tersebut.

    Halo, Dayu... your skin looks tanned and fabulous. Baru selesai traveling dari mana nih?

    Hi, Cosmo! Iya nih, kemarin saya baru pulang dari Maluku.



    Sejak kapan Anda suka traveling?

    Ketika saya kuliah di Korea. Itu adalah pengalaman pertama saya ke luar negeri tanpa keluarga. Lalu saya pikir kenapa tidak coba hal seru seperti traveling. Di sana saya sering melakukan solo traveling, dan ketika kembali ke Indonesia saya sadar bahwa traveling adalah hal yang ingin saya lakukan. Saya ingin mengeksplorasi sesuatu. Singkat cerita, akhirnya saya mengikuti ajang pemilihan Puteri Pariwisata karena saat itu saya berpikiran bahwa jika menang nantinya saya akan sering traveling.


    Kalau diving?

    Sejak terpilih jadi Puteri Pariwisata Indonesia, saya dikirim ke Rusia untuk menjadi spokeperson perhelatan dive expo di sana. Saat itu, saya belum tahu hal seputar aktivitas pantai. Jangankan diving, saya bahkan belum pernah snorking! Ketika berangkat ke sana pun saya hanya dibekali buku-buku tentang pariwisata Indonesia, khususnya laut. Sampai di sana, ternyata booth Indonesialah yang paling ramai dan semua pengunjung sangat aktif bertanya seputar pantai dan tempat diving di Indonesia. Pokoknya saat itu Indonesia menjadi primadona dunia untuk wisata bahari. Sepulang dari sana, saya bertekad ingin lebih tahu tentang bahari Indonesia. Itu adalah awal mula rasa cinta saya akan diving.

    Sekarang banyak orang tiba-tiba suka traveling. Tapi sebagian besar dari mereka tidak tahu aturan ketika bersentuhan dengan alam. Bagaimana pendapat Anda tentang instant traveler?

    Media memiliki pengaruh besar akan maraknya minat traveling saat ini. Selain itu, kini cara traveling pun jauh lebih mudah karena informasi tentang destinasi ataupun transportasi bisa diperoleh dengan gampang melalui internet. Menurut saya, setiap orang saat melakukan traveling harus memiliki kesadaran terhadap apa yang akan mereka hadapi. Seharusnya, semakin Anda sering traveling, maka Anda akan semakin respect dengan alam. It's okay to be instant traveler, asal tahu aturannya. Sekarang saya pun sedang menyebarkan virus untuk keluar rumah dan mengekplorasi dunia.

    Menurut Anda, bagaimana peran social media dengan dunia traveling di Indonesia?

    Social media membuat industri pariwisata semakin berkembang. Orang-orang banyak yang mem-posting tentang tempat indah yang ada di Indonesia sehingga tidak melulu foto dengan background Menara Eiffel. Sekarang banyak orang yang mengeksplorasi Indonesia karena melihatnya melalui Instagram, Twitter, atau Facebook. Ya social media kini menjadi alat untuk mengabarkan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki alam yang keren, culture yang unik, serta orang lokal yang ramah.

    Anda lebih sering solo traveling atau dengan the girls?



    Saya tidak pernah mengkotak-kotakkan diri sendiri sebagai satu tipe traveler. Saya bisa traveling dengan siapa saja – berkelompok atau sendirian. Saya juga bisa menjadi traveler ala “koper” atau “ransel”. Menurut saya, Anda bisa menjadi siapa saja saat traveling.

    Tip traveling dari Anda?

    Pertama, jangan hanya fokus dengan tempat yang jauh dan indah serta landscape yang super kece untuk kebutuhan Instagram Anda, tapi nikmatilah prosesnya karena traveling yang sesungguhnya adalah menikmati setiap perjalanan dan merasakan value apa yang Anda dapatkan. Ini tentang bagaimana Anda memberi nilai pada setiap perjalanan yang telah dan akan Anda lakukan.

     

    Photo credit:

    Penulis: Salli Sabarrang

    Editor: Vidi Prima

    Fotografer: Adi Setyo

    Lokasi: V for Living, Kemang