Better You

Cara Mendapatkan Tidur Malam yang Nyenyak

  by: Silvya Winny       20/7/2015
  • Salah satu rahasia simpel untuk mendapatkan hidup yang berkualitas adalah tidur yang cukup dan nyenyak. Tapi, sayangnya, terkadang hal tersebut sulit diwujudkan lantaran satu dan lain hal. Coba baca tip berikut, dan temukan apa yang selama ini salah.

    Makan Malam Seperti Pengemis
    Yup, you know what they say: sarapan seperti raja (atau ratu), makan siang seperti pekerja, dan makan malam seperti pengemis. Yang dimaksudkan jelas adalah soal porsi, namun soal apa yang mesti tersaji di atas piring, tambahkanlah lebih banyak sayuran. Makanan “berat” akan merusak siklus tubuh Anda dengan mengaktifkan penyaluran darah ke sistem pencernaan Anda.

    Jangan Bawa Masalah ke Tempat Tidur
    Entah kenapa, banyak pasangan menunggu sampai momen sebelum tidur untuk mendiskusikan suatu masalah. Well, jelas ini akan menambah beban pikiran dan menganggu proses tidur Anda. Sebaiknya bahaslah apa yang perlu dibahas sebelum atau setelah dinner supaya Anda bisa lebih fokus dalam mencari solusi.



    Kurangi intensitas cahaya
    Cahaya halogen dan fluorescent berpotensi membuat otak Anda terus “menyala” sepanjang malam. Maka matikanlah lampu-lampu di rumah yang tidak esensial, atau gunakan hanya lampu meja atau dinding di malam hari. Hal ini bertujuan untuk memproduksi hormon melatonin yang dapat menimbulkan rasa kantuk.



    Turn the Volume Down
    Anda butuh ketenangan dan kesunyian supaya bisa tidur nyenyak, maka jelas memasang lagu Iggy Azalea di malam hari tak akan membantu Anda mendapatkannya. Jika Anda belakangan sulit tidur, pasanglah lagu klasik (meskipun Anda tidak menyukainya) karena menurut satu studi genre ini ampuh meningkatkan durasi dan intensitas tidur sampai sebesar 35%. Namun pastikan Anda mengaktifkan automatic shut off supaya tak kaget terbangun di tengah malam.

    Off with Your Gadgets!
    Seriously, Anda sudah seharian terpaku ke layar smartphone dan tablet Anda, sekarang sebelum tidur pun Anda tetap melakukannya?? “Cahaya dari layar berisiko meredam rasa kantuk dan kewaspadaan, sementara level melatonin pun akan berkurang,” ujar neuroscientist Dr. Anne-Marie Chang. You’ve been warned, ladies! ( Sahiri Loing / SW / Image: various )