Better You

10 Alasan Anda Selalu Lapar

  by: Silvya Winny       24/7/2015
  • Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa nafsu makan Anda begitu besar, sampai-sampai dijuluki “si perut karet” oleh para sahabat? Tak ada cara mudah untuk menjelaskan mengapa Anda masih bisa memesan seporsi chicken wings setelah menikmati makan malam bersama the girls dengan porsi yang sama. Mungkin inilah penyebabnya.

    Anda Hobi Tertawa

    Peneliti di Experimental Biology Conference menunjukkan kepada partisipan dua video – satu menggambarkan situasi yang yang stressful dan satu video yang lucu – lalu kemudian mengukur kadar ghrelin (hormon pemicu rasa lapar) dan leptin (hormon yang mengatakan pada otak bahwa Anda kenyang) mereka. Hasilnya, responden yang banyak tertawa sepanjang menonton video lucu memiliki kadar ghrelin lebih tinggi dan leptin lebih rendah.



    Anda Selalu Sarapan – Namun Melewatkannya Pagi Ini

    Berdasarkan studi, orang yang biasa menyantap sarapan namun lupa untuk melakukannya akan jauh lebih lapar dibandingkan mereka yang biasa tidak sarapan.

    Anda Kurang Mengonsumsi Protein

    Saat Anda menyantap protein dalam jumlah yang cukup, tubuh Anda akan memecahnya menjadi asam amino yang dapat membantu mengendalikan nafsu makan sehingga Anda tahu kapan saatnya untuk berhenti. Sebaliknya, jika kurang menyantap protein, maka “rem” Anda akan blong. You’ll keep eating and eating until...

    Anda Penggemar Permen

    Gula dapat mengacaukan isyarat nafsu makan. Sehingga sekantung permen yang sering Anda kudap bisa jadi malah membuat Anda tambah lapar.

    Anda Banyak Menyantap Karbohidrat yang Tidak Baik

    Karbohidrat olahan (seperti cake, permen, dan biskuit) tidak akan bisa memuaskan Anda seperti halnya karbohidrat alami meski memiliki jumlah kalori yang sama. Tak seperti protein, tubuh Anda tak bisa menggunakan karbohidrat olahan sebagai bahan untuk memproduksi serotonin, yang kerap dikaitkan dengan kepuasan fisik dan emosional tubuh selepas makan.

    Anda Mabuk



    Selain membuat pusing, ternyata mengonsumsi alkohol dalam jumlah yang besar terbukti dapat mendorong munculnya rasa lapar dan membuat Anda sulit mengendalikan diri.

    Anda Kerap Stres

    Meski stres yang sifatnya sementara (seperti nervous menjelang wawancara kerja) bisa menekan nafsu makan, namun tidak demikian jika Anda mengalami stres yang sifatnya terus menerus. Plus, saat Anda stres maka tubuh mengeluarkan hormon kortisol yang juga bisa membuat Anda ingin sekali menyantap gula atau makanan yang manis.

    Anda Tidak Berolahraga Hari Ini

    Bertolak belakang dengan apa yang Anda kira, berolahraga tidak otomatis membuat Anda lebih lapar. Latihan aerobik (atau kardio ringan) sesungguhnya bisa mengurangi stres (tahu kan, hubungan antara stres dengan nafsu makan?), menambah energi, dan mengurangi sirkulasi hormon ghrelin.

    Makanan yang Anda Santap Minim Bakteri Baik

    Menurut beberapa peneliti, prebiotik atau serat yang tidak dapat dicerna usus, seperti yang terkandung pada artichoke, bawang bombai, dan bawang putih bisa menekan nafsu makan Anda.

    Teman-teman Anda Sangat Kurus

    Bila tubuh Anda lebih tinggi atau lebih berotot daripada teman-teman Anda, maka wajar saja jika Anda butuh kalori lebih banyak daripada mereka. Jadi, jangan keburu minder dulu ya, dear... Justru bisa bahaya kalau Anda memaksakan makan dengan porsi mereka setiap kali makan malam. (Imron Ramadhan / FT / Image: Various)