Love & Sex

Tanyakan Ini Sebelum Menerima Lamaran Si Dia

  by: Silvya Winny       28/7/2015
  • Momen si dia bertekuk lutut di depan Anda sembari berujar, “Will you marry me?” memang menjadi hal yang dinanti setiap wanita. Tapi, jangan lantas berteriak, “YES!” sebelum Anda menanyakan hal berikut pada pasangan, ya!

    “Apa yang kamu lihat di diri kamu dalam 10-15 tahun mendatang?”
    Ladies, Anda tentu ingin memiliki pasangan yang mapan dan mampu menjamin kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. So, tak ada salahnya menemukan pasangan yang memiliki passion dalam hidupnya. Setidaknya, ia memiliki tekad dan niat yang kuat untuk MAJU bersama dengan Anda.

    “What is your financial situation?”
    Membicarakan perihal keuangan memang kerap menjadi tabu bagi beberapa orang atau pasangan yang belum menikah – apalagi pria. Tapi, sebagai kepala keluarga yang nantinya bertanggung jawab penuh akan masalah keuangan, dan Anda sang calon “Menteri Keuangan” yang mengatur financial flow, Anda berhak mengetahui kalau Anda berada dalam zona aman.



    “Setelah menikah, kita akan tinggal dimana?”
    Bukan, Anda bukan menuntut hadiah berupa rumah atau satu unit apartemen. Hidup mandiri berdua dan tak lagi tinggal di rumah orangtua memang menjadi hal ideal yang diinginkan oleh para newlyweds. Selain Anda bisa menjalani kehidupan yang lebih privat, kemandirian dan kedewasaan sebagai sepasang suami-istri yang baru akan terjalin lebih intens, lho! Hal lain yang Anda dapatkan dari pertanyaan ini adalah seputar mengatur keuangan demi mewujudkan “istana” milik berdua Anda. Percaya Cosmo, pembicaraan ini akan berlangsung seru dan membangun chemistry Anda dan pasangan lebih kuat lagi.



    “Bagaimana kita berbagi tanggung jawab?”
    Saat Anda menikah dan tinggal bersama pasangan, tandanya banyak tanggung jawab rumah tangga yang akan menyapa di depan mata. Dengan membicarakannya di awal, Anda bisa saling berbagi kebiasaan dan menjalani momen penyesuaian dengan lebih mudah. Tak mau kan, hal sesimpel meletakkan handuk atau pakaian kotor yang tak sesuai kebiasaan menjadi pertengkaran pertama yang tak kunjung mengalami solusi nantinya? ( Irfina Indriyani / SW / image: michaeljung / iStock )