Lifestyle

Pelatihan Kreatif Bazaar Art untuk Anak Indonesia

  by: Redaksi       29/7/2016
  • Bazaar Art Jakarta (BAJ) tidak hanya dikenal sebagai art event bergengsi yang menghadirkan pameran seni saja. Sebagai rangkaian acara Bazaar Art Jakarta 2016 yang akan berlangsung 25-28 Agustus 2016, BAJ juga mengadakan pelatihan “Mari Mengajar Kreatif” bagi para guru TK dan Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD di Jakarta. Pelatihan yang berlangsung pada 23 Juli 2016 di Istana Anak, Taman Mini Indonesia Indah ini bertepatan dengan Hari Anak Nasional dan penyelenggaraan Festival Dongeng Anak Indonesia.

    Program pelatihan ini merupakan salah satu media untuk mewujudkan misi BAJ dalam mengembangkan wawasan seni masyarakat sekaligus menanamkan apresiasi terhadap seni dan menumbuhkan kreativitas. Dalam pelatihan ini, BAJ bekerja sama dengan Ganara Art Studio. Menurut Saraswati Djumaryo, pendiri dan direktur seni Ganara Art Studio, pelatihan yang juga disesuaikan dengan kurikulum PAUD dan TK Nasional ini dirancang untuk membantu para guru dalam mengembangkan kreativitas dengan perlengkapan sehari-hari yang ada di sekitar. Pelatihan ini ingin menunjukkan pada para guru bagaimana mengajarkan pada anak-anak bahwa senirupa bisa digunakan untuk mempelajari banyak hal, seperti matematika dasar, ilmu pengetahuan dasar, serta keterampilan sosial anak-anak. 



    Indriati Wirjanto, Head of Committee Bazaar Art Jakarta 2016 menjelaskan, “Pelatihan ini merupakan CSR educational dari BAJ sebagai salah satu bentuk kontribusi kami bagi masyarakat dan dunia seni rupa Indonesia. Komitmen ini juga dapat dilihat setiap kali pelaksanaan BAJ, termasuk Bazaar Art Jakarta 2016 nanti." Ia juga menambahkan jika dalam BAJ juga akan ada berbagai program lain, seperti TalkArt yang dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni; serta EduArt, sebuah program edukatif sebagai media bagi para seniman untuk meningkatkan wawasan seni masyarakat, termasuk anak-anak.

    Semangat yang sama juga diungkapkan oleh Saraswati. “Mari kita menyebarkan kebaikan dari seni dan menginspirasi para guru melalui seni kreatif sehingga bisa mengantarkan anak-anak Indonesia untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujar wanita yang biasa dipanggil Tita tersebut. Pelatihan dimulai dengan meminta para guru untuk mengambil ide dari sebuah garis untuk menggambar benda. Lalu menggambar pemandangan. Hasilnya, hampir semua guru menggambar pemandangan gunung dengan sawah.



    Dari fakta ini, para guru menjadi terpancing untuk lebih kreatif. Selanjutnya para guru diajarkan berbagai metode pengajaran melalui karya seni dengan memanfaatkan berbagai bahan dan peralatan yang ada di sekitar mereka. Mulai dari belar pola dan warna dengan memanfaatkan styrofoam bekas yang dijadikan sablon, belajar membuat cat air dari cuka dan tepung dengan pewarna makanan, hingga belajar berhitung sambil membuat kerajinan tangan dari benak dan manik-manik. Pada sesi terakhir, para guru dengan antusias mempraktikkan apa yang sudah ditunjukkan oleh pengajar dari Ganara Art Studio.

    Menurut Tita, dengan memberi pelatihan pada guru, maka akan lebih mudah untuk menyebarkan ilmu dan wawasan yang sudah didapatkan daripada hanya mengajarkan kepada murid-murid. &Jika diajarkan pada sepuluh guru maka ilmu itu bisa menyebar kepada 100 murid,& kata Tita. Vivi Yip, Fair Director Bazaar Art Jakarta 2016 menambahkan, “Seni itu bagaikan vitamin bagi jiwa anakanak.  Jika wawasan seni sudah ditanamkan sejak anak-anak, maka kelak anak-anak memiliki jiwa yang kuat”.

    Pameran seni yang diinisiasi oleh majalah Harper's Bazaar Indonesia sejak tahun 2009 ini merupakan pameran seni berskala internasional pertama yang berbasis di Indonesia. Selain dikenal sebagai signature event bagi majalah yang diterbitkan oleh MRA Media tersebut, BAJ juga menjadi salah satu pameran seni internasional terkemuka di Asia Tenggara. Di tahun penyelenggaraan ke delapan kalinya, BAJ 2016 menggandeng Vivi Yip sebagai Fair Director dan Rifky Effendy sebagai Creative Director.

    BAJ 2016 akan menampilkan karya para seniman lokal dan mancanegara dari 40 galeri bertaraf internasional di 11 negara dan menghadirkan para kolektor internasional dari sejumlah negara. Berbagai program bisa dinikmati langsung oleh pengunjung, mulai dari performances art yang interaktif, hingga edu-art yang mengajak berbagai kalangan untuk mengenal beragam ekspresi seni. (Vidi Prima / VP / Image: doc. Harper's Bazaar Indonesia)