Lifestyle

Ini Dia Gedung-gedung Historis di Jakarta!

  by: Redaksi       4/7/2018
  • Berhubung Jakarta adalah ibukota yang menjadi pusat dari seluruh kegiatan tak heran kalau pemandangan di Jakarta separuhnya adalah bangunan. Namun kota riot yang satu ini juga masih memiliki beberapa gedung yang menyimpan sejarah penting. Mungkin kamu akan mengira gedung-gedung tersebut adalah gedung tua biasa, but you have no idea what is behind all of it! So, simak beberapa gedung historis di Jakarta ala Cosmo, ya!




    1. Bioskop Metropole XXI

    (Source: www.21cineplex.com)

    Bioskop adalah destinasi saat kamu ingin menikmati film box office bersama orang-orang terdekat kamu. Berlokasi di Menteng, Jakarta Pusat, Bioskop Metropole XXI adalah gedung bioskop terbesar dan tertua di Jakarta. Di balik bangunan bioskop yang bergaya Art Deco ini ternyata memiliki kisah yang menarik, lho. Awalnya gedung ini bernama Megaria 1960 yang diubah oleh Presiden Soekarno, namun sempat diubah lagi beberapa kali yakni menjadi Megaria Theatre. Saat perusahan Cinema 21 muncul mereka mengambil alih gedung bioskop ini dan mengubah namanya menjadi Metropole 21, dan terakhir diubah (lagi) dengan nama Metropole XXI (pretty confusing, right).

    Sadly, Bioskop Metropole XXI ternyata sempat ingin dipunahkan, pasalnya usia dari bangunan bioskop ini memang sudah cukup tua. Namun Gubernur Soerjadi Soedirdja pada tahun 1993 berusaha untuk melindungi bangunan tersebut dengan mencatat Bioskop Metropole XXI sebagai gedung kelas A dan melarang pembongkaran, good job sir! Sekarang gedung Bioskop Metropole XXI sudah lebih kece dan menjadi salah satu tempat hangout anak Jakarta.


    2. Rumah Sakit Cikini

    (Source: Doc. Instagram @rs_pgi_cikini)

    Rumah Sakit PGI Cikini bentuknya memang tidak seperti RS pada umumnya, karena bangunan ini dulunya adalah kediaman Raden Saleh. Selain menjadi tempat untuk tinggal, bangunan ini mulai menyediakan pelayanan rumah sakit pada tanggal 12 Januari 1899. Pada waktu pendudukan Jepang, rumah sakit ini sempat digunakan untuk pelayanan kesehatan untuk para Angkatan Laut Jepang (Kaigun). Akhirnya, nama Rumah Sakit DGI Tjikini resmi diubah karena adanya ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan, yakni menjadi Yayasan Rumah Sakit PGI Cikini. Well, selain gedung tua, di sekeliling rumah sakit ini memiliki taman yang indah. That’s why orang-orang menyebut RS Cikini dengan “A Garden Hospital with Loving Touch”.




    3. Tugu Kuntskring Palaeis



    (Source: Doc. Instagram @kunstkring)

    Apa rasanya kalau mengunjungi art gallery plus dilengkapi dengan servis restoran fine dining, serta dekorasi bertema classic di dalamnya? Yup! Tugu Kuntskring Palaeis ini siap menyediakan itu semua. Jangan hanya keindahan bentuk dan isi bangunannya saja yang kamu nikmati, tetapi kamu juga harus tahu sejarah bangunan ini yang usianya sudah 105 tahun. Gedung Tugu Kuntskring ini berkawasan di Menteng, Jakarta Pusat yang dulunya disebut kawasan Nieuw Gondangdia pada era Hindia Belanda. Para instansi penggarap di perumahan Menteng yakni Bouwmaatschappij NV De Bouwploeg dan Pieter Adriaan Jacobus (P.A.J.) Moojen (hard to spell, i know) melakukan pembangunan gedung Bataviasche Kunstkring (sebutan sebelum Kuntskring Palaeis) pada tahun 1913. Moojen, selain sebagai arsitek bangunan ia juga memiliki beberapa teman pecinta seni di Batavia yang membuat Moojen menggelar art gallery di Bataviasche Kunstkring. Namun fungsi dari bangunan tersebut sempat berubah, pada tahun 1942-1945 gedung ini berfungsi menjadi Masjid Islam Alaa-Indonesia, dan tahun 1950-1997 digunakan sebagai Kantor Imigrasi Jakarta Pusat. Rumitnya fungsi gedung ini juga terjadi pada tahun 2007 di mana gedung tersebut beralih ke pihak swasta dan mengubah gedung tersebut menjadi Buddha Bar yang akhirnya ditutup karena banyak mendapat kontroversi dari kaum Buddha.

    And finally, pada tahun 2013 gedung legendaris ini telah diambil alih oleh Tugu Hotels & Restaurant Group yang kembali dibuka dengan nama Tugu Kunstkring Paleis, menjadikan gedung ini sebagai gedung pameran kesenian serta restoran fine dining yang disajikan. Such a looong story! Kalian pasti merasa berharga jika mengunjungi bangunan tua ini.


    4. Galangan Kapal VOC

    Gedung yang satu ini sempat menjadi buah bibir masyarakat sekitar karena menjadi galangan kapal yang sangat penting. Kalau kamu baru mendengar Tugu Kuntskring Palaeis yang berusia 105 tahun, jangan kaget dengan usia Galangan Kapal VOC. Kamu tak akan mengira kalau gedung ini dibangun pada tahun 1628 (bahkan nenek kamu juga belum lahir di dunia!). Pada masa itu, Galangan Kapal VOC berfungsi sebagai akomodir kapal-kapal yang ingin berlayar ke lautan, mulai dari menyimpan dan merawat kapal-kapal yang ada di sana. Di Galangan Kapal VOC terdapat cagar budaya yang dapat dinikmati. Tetapi sayangnya untuk mengunjungi Galangan Kapal VOC yang berlokasi di Jakarta Utara ini cukup sulit karena tidak ada infrakstruktur jalan dan penerangan.


    5. Gedung Kesenian Jakarta


    (Source: Doc. Instagram @gedungkesenian)

    Bagi kamu pecinta pertunjukan seni seperti teater pasti pernah mengunjungi Gedung Kesenian Jakarta (GKJ),Yas! selain pertunjukan teater, di sini kamu bisa menikmati kreasi seni film dan sastra dari para seniman di seluruh Nusantara. Dibangun dengan gaya empire, gedung ini dulunya hanya bangunan sederhana pada tahun 1821. GKJ dibangun karena ide dari Gubernur Jenderal Belanda yakni Daendels. Awalnya gedung ini diberi nama The Schouwburg yang mempertunjukkan Shakespeare's Othello sebagai penampilan perdananya! Hmm... Berencana untuk menonton pertunjukan di GKJ? Because Cosmo will do!


    (Nadhifa Arundati / AK)