Better You

Apakah Kamu Alergi Alkohol? Cek Gejalanya di Sini!

  by: Hana A. Devarianti       6/7/2018
  • Harus diakui, minum alkohol terkadang dapat membuat tubuh terasa tak karuan. Jangan harap merasa baik-baik saja keesokan harinya setelah minum terlalu banyak alkohol saat berpesta semalaman.


    Alkohol dapat membuat kamu merasa pusing dan mual. Juga, dapat mempengaruhi kesehatan mental seperti merasa sangat cemas di pagi hari sehabis pesta yang "gila". Gejala ini bisa jadi hanya hangover yang biasa terjadi setelah minum alkohol. Akan tetapi, jika hangover terasa "berbeda" atau ketika kamu merasakan efek yang aneh dan tak biasa setelah minum alkohol, ada kemungkinan kamu sebenarnya alergi terhadap jenis minuman yang satu itu.





    Di bawah ini, Holly Shaw, Nurse Advisor di Allergy UK, menjelaskan bagaimana alergi alkohol berbeda dari hangover, serta apa yang harus dilakukan ketika kamu ternyata mengalaminya.


    Apa saja gejala dari alergi alkohol?

    Alkohol dapat berdampak negatif pada tubuh lewat beberapa hal, termasuk efek over-indulgence. Tak hanya itu alkohol juga memicu sulfit dan histamin yang kemudian meningkatkan reaksi alergi serta memicu gejala asma.

    "Kecil kemungkinannya reaksi terhadap alkohol disebabkan karena alergi," tutur Shaw. "Alergi yang sebenarnya akan terjadi ketika sistem imun seseorang bereaksi dengan tidak semestinya terhadap makanan atau hal tertentu. Umumnya reaksi tubuh yang sensitif terhadap sulfit dan histamin bersifat non-allergic."

    Gejala alergi terhadap alkohol sering kali meniru gejala alergi pada umumnya, dan akan berbeda-beda di setiap orang. Beberapa diantaranya mungkin akan mempengaruhi kulit, sistem pernapasan, serta sistem peredaran darah.

    "Mungkin pula disertai dengan ruam merah, pembengkakan pada mata, bibir, serta wajah, sulit bernapas, sakit perut, merasa pusing bahkan sampai pingsan karena tekanan darah yang terlalu rendah," ujar Shaw. Kondisi alergi ini mungkin genetik, tapi dapat pula terjadi pada mereka yang tanpa riwayat keluarga penderita alergi alkohol.


    Apa bedanya gejala alergi dengan hangover yang sangat buruk?

    Gejala dari terlalu banyak minum alkohol dan reaksi alergi terhadap minum alkohol sangat berbeda. Terlalu banyak minum alkohol mungkin dapat membuat kamu kehilangan kesadaran, dan rasa tak nyaman pada perut seperti mual dan muntah.





    "Alkohol mungkin pula menutupi gejala yang terjadi saat mengonsumsi makanan yang sebenarnya dapat memicu reaksi alergi," kata Shaw. "Risiko akan reaksi alergi terhadap makanan jadi lebih tinggi."

    Kandungan histamin yang ada di minuman beralkohol juga dapat memicu gejala yang mungkin mirip dengan reaksi alergi, misalnya saja bersin-bersin, hidung berair, kesulitan bernapas, sakit perut, serta sakit kepala.


    Apakah ada kaitan antara alergi alkohol dengan eksim?

    "Pada beberapa orang, minuman beralkohol dapat menimbulkan beberapa kondisi kulit seperti urtikaria (gatal-gatal)," kata Shaw. "Setelah mengonsumsi alkohol, kamu mungkin akan mengalami ruam merah atau benjolan merah yang terasa gatal."

    Ketika mengonsumsi alkohol, beberapa orang punya kencenderungan kulit jadi memerah atau mengalami alcohol flush. Ini terutama terjadi pada mereka yang punya darah Asia Timur. Namun, hal ini bukanlah gejala alergi.


    Bagaimana dengan asma?

    Beberapa dari mereka yang menderita asma mengalami kesulitan bernapas saat minum alkohol. Shaw mengatakan kalau hal ini terjadi karena kandungan senyawa kimia sulfit yang digunakan untuk mengawetkan alkohol. 

    "Bagi mereka yang memiliki saluran pernapasan yang sensitif, seperti asma, mengonsumsi sulfit yang ada di alkohol dapat menyebabkan napas sesak," tuturnya. Jumlah sulfit yang ada di setiap minuman beralkohol berbeda-beda, tapi salah satu yang sering ditulis di label makanan adalah sulfit dioksida.


    Apakah bisa dites untuk alergi alkohol? Apa saja pengobatannya?

    Kalau merasa khawatir kamu memiliki alergi alkohol, kamu bisa melakukan pemeriksaan di rumah sakit. Namun, di satu sisi perlu diingat bahwa alkohol juga dapat memicu gejala tak menyenangkan yang bukan bersifat alergi. Kondisi alergi atau tidak hanya bisa ditentukan oleh dokter setelah melakukan tes alergi.

    Adapun untuk pengobatan, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah sebisa mungkin menghindari zat yang memicu reaksi alergi.

    "Ini termasuk melihat bahan atau label makanan dan minuman," tuturnya. "Jika kamu ingin menghindari alkohol, berhati-hatilah dengan makanan yang mungkin mengandung alkohol, misalnya dalam bumbu atau saus."


    (Artikel disadur dari: cosmopolitan.com/uk. Alih bahasa: Hana Devarianti. Image: lithian©123RF.com. Perubahan telah dilakukan oleh editor)