Lifestyle

12 Bagian Tubuh Terbaik dan Terburuk Untuk Tato

  by: Alexander Kusumapradja       12/7/2018
  • Di masa sebelumnya, tato – terutama yang melekat pada tubuh wanita– memang kerap dipandang “kurang baik” oleh masyarakat karena dikaitkan dengan citra pemberontak. Namun, dengan semakin terbukanya pikiran, citra tato pun berangsur membaik dan saat ini lebih merupakan bagian dari bentuk ekspresi diri seseorang. Semakin banyak pula yang menyadari bahwa tidak ada kaitan antara tato dengan kepantasan, sifat, maupun perilaku seseorang. Contohnya adalah Menteri Susi Pudjiastuti yang memiliki tato naga pada betisnya. Walaupun cukup kontroversial bagi seorang menteri wanita untuk secara terbuka memiliki tato, namun pada akhirnya masyarakat menilai Bu Susi dari kinerjanya sebagai menteri kelautan dan perikanan yang mumpuni. Tattoo as self-expression is no longer taboo bagi banyak orang, termasuk bagi para wanita. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum kamu memutuskan untuk membuat tato permanen di tubuhmu.

    Yang paling utama tentu saja mengecek dulu kondisi tubuhmu, apakah sedang benar-benar sehat atau tidak, karena sistem imun dalam tubuh akan berpengaruh pada proses pemulihan. Kedua, memilih tempat atau seniman tato yang profesional dan mengetahui standar prosedur keamanan tato seperti higienitas, sterilisasi jarum, dan sebagainya untuk menghindari risiko terkena penyakit. Faktor berikutnya yang tak kalah penting adalah menentukan desain, ukurannya, dan di bagian mana tato tersebut akan dibuat. Beberapa orang nyaman-nyaman saja membuat tato di bagian tubuh yang cenderung terbuka dan dapat dilihat banyak orang, sementara sebagian lain lebih memilih bagian tubuh yang agak tersembunyi atau mudah ditutupi pakaian. 

    The choice is yours, namun selain faktor estetika dan privasi, kamu juga harus mempertimbangkan kulit di bagian tubuh yang akan mengendur seiring umur atau yang akan terpengaruh saat proses kehamilan. Selain itu, bagian kulit yang sering terpapar sinar matahari juga akan berpengaruh pada ketahanan tato yang melekat. Kita memang bisa melindungi tato dengan memakai tabir surya, namun sebaiknya kalau mau warna tato tidak cepat memudar, buatlah di bagian yang sering tertutup pakaian, terutama bila tato kamu berwarna selain hitam. Diskusikan hal itu dengan seniman tato sebelum memutuskan atau kamu pun bisa mempertimbangkan beberapa bagian tubuh di bawah ini:





    Punggung

    Sehari-hari bagian punggung lebih banyak tertutup pakaian dan luas kulit di daerah ini pun menjadi lokasi ideal untuk tato karena tidak terekspos sinar ultraviolet dan cenderung tahan lama seiring usia. Saat di pantai atau memakai pakaian backless, jangan lupa mengusapkan tabir surya untuk melindungi kulit dan tatomu. 



    Lengan bagian dalam

    Bila kamu termasuk yang aktif berada di luar ruangan, memiliki tato di lengan bagian luar bukan ide yang bagus. Sebaliknya, bagian lengan dalam adalah pilihan yang lebih baik karena cenderung terlindung dari paparan sinar ultraviolet yang mampu memudarkan warna tato.



    Tulang selangka luar 

    Jika kamu ingin punya tato di bagian dada, bagian luar tulang selangka adalah lokasi terbaik karena bagian ini cenderung tidak terpapar sinar matahari dan mudah ditutupi pakaian atau scarf. Kulit di dearah ini pun cenderung tidak mengendur seiring usia yang merupakan faktor penting bagaimana tato tersebut akan bertahan nantinya.   



    Garis rambut

    Tato di bawah garis rambut di leher belakang termasuk akan awet, terutama bila kamu memiliki rambut panjang yang bisa menutupi tato tersebut dan melindunginya dari sinar matahari. 



    Tulang rusuk atas

    Bagian rusuk atas adalah lokasi yang bagus karena terlindungi pakaian dan kulit di area ini termasuk yang cenderung tidak mudah merenggang saat kamu hamil. 



    Bahu dan betis

    Kulit di dua area ini umumnya tidak terpengaruh pertambahan usia sehingga tato akan lebih tahan lama tanpa dihantui rasa cemas akan berubah bentuk akibat efek kulit yang semakin mengendur.





    Paha atas

    Bagian paha atas juga cenderung mudah dilindungi dari sinar matahari. Jadi kalau kamu ingin punya tato yang lebih awet, area ini bisa jadi pilihan. Intinya adalah memakai tabir surya yang cukup saat kamu membiarkan kulitmu terekspos sinar matahari langsung.



    Telinga bagian dalam

    Walau terlihat bagus pada awalnya, namun tato di bagian telinga bagian dalam tidak bertahan lama karena bagian ini tidak mampu menyerap tinta dengan baik sehingga garis tato akan cepat pudar.



    Garis lipatan

    Area-area kulit yang cenderung merenggang mengikuti gerakan tubuh seperti pergelangan tangan, ketiak, lutut, tulang siku sebaiknya dihindari karena kulit yang mudah merenggang tersebut membuat tato lebih lama sembuhnya, merusak warna dan garis, dan akan terlihat berbeda seiring umur. 



    Perut

    Bagian perut cenderung tidak disarankan karena kulit di area ini sangat mudah melar, terutama bila kamu berencana punya anak. Saat hamil, walaupun kamu secara rutin mengoleskan pelembap kulit, namun tetap saja tatomu punya risiko besar untuk terdistorsi mengikuti kulit yang merenggang.  



    Jari dan tangan

    Tidak hanya karena hampir selalu terekspos matahari, tato di area tangan dan jari juga lebih mudah memudar karena kita sering mencuci tangan dan menggosoknya. Tato di bagian dalam telapak tangan dan jari bagian samping pun akan cepat pudar karena kulit di bagian ini berbeda dibanding kulit di area lain sehingga lebih sulit menyerap tinta dan hasilnya cepat pudar setelah proses penyembuhan.  



    Kaki

    Tato di pergelangan kaki, samping telapak kaki, atas telapak kaki, atau area sekitar tumit akan lebih mudah pudar dan butuh retouch karena bagian ini seringkali tergesek oleh sepatu atau kaus kaki, mudah terserang kotoran dan bakteri, serta mudah merenggang. 


    (Image: Oleg Gekman©123RF.com)